Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Siapa saja penerima Zakat?

Sempat, dibingungkan dengan perihal zakat, dan sejak awal hanya mengira bahwa zakat akan diberikan pada fakir miskin saja. Benar? Iya ternyata benar. Namun ada beberapa yang lain yang sebenarnya termasuk kedalam penerima zakat. Ada beberapa jamaah yang membingungkan perihal zakat, salah satunya aku. Dan tanpa ditanyapun, Ust. Muhammad Rivaldy Abdullah menjelaskan perihal siapa saja golongan yang berhak mendapat zakat. Mari kita simak perlahan. Bahwa orang yang berhak menerima Zakat ada 8 ashnaf(golongan) yang disebutkan dalam AlQur'an. Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan  Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. At Taubah : 60) 8 Ashnaf itu antara lain : (1). Fakir. Inilah yang utama dan pe...

Tugas Harian Ramadan (THR)

           Detiknya tulisan CeritaRamadanku akan berakhir, dihari yang kesekian ini temanya tentang THR. Biasanya dikenal dengan Tunjangan Hari Raya. Benar? Iya aku setuju, karena setiap lebaran juga yang akan diminta dan ditanya kebanyakan anak ialah, Mana THR nya? Tapi aku bukan akan membahas THR yang berupa barang atau uang yang berada dalam sebuah amplop, tapi aku ingin membahas THR seperti yang ada dijudul.            Didalam bulan ramadan, tentu kita sama seperti hari biasa, yaitu melakukan kesibukan. Entah itu kesibukan dirumah, dikantor atau sekolah. Nah, pribadi sendiri berkata, tugas anak kuliahan ternyata belum usai. Kebanyakan mahasiswa yang belum menerima pengumuman libur panjang dari kalender akademik menjadikan mereka harus kembali menyibukkan diri dengan mempersiapkan tugasnya sebagai mahasiswa.             Bukan han...

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Dari 25 Nabi

          Sejak kecil, disetiap pertemuan mengaji, guru ngaji(mamaku) sudah selalu menerangkan tentang kisah nabi-nabi dimasa lampau. Apalagi dia sering membelikanku buku tentang kisah 25 Nabi. Banyak keajaiban yang kudapatkan disetiap kisah. Tak pernah terfikir bahwa kejadian yang dialami setiap nabi adalah kemustahilan. Yang ada aku sangat antusias dalam membaca buku, kehidupan masa kecil mungkin memang demikian, yang selalu percaya setiap kisah yang diterima.              Bukan hanya kisah 25 Nabi, dongeng bawang putih bawang merah, kisah cinderela, kisah kancil dan buaya, atau lainnya, aku selalu meyakini, bahwa itu memang ada. Tapi bukan lagi saatnya sekarang untukku mudah menerima semua kisah yang ku dapat. Berbeda kalau membahas kisah 25 nabi, sampai sekarang, aku percaya dan meyakini, karena memang ada dijelaskan didalam Al-Quran. Kejadian gaib banyak didapatkan didalam kis...

Mudik Bareng

           Pertanyaan horor disetiap tahun selalu ku dapatkan, baik itu saudara yang masih kecil, ataupun sudah tua. Semua mempertanyakan itu, "kapan nikah?" singkat sih, tapi terdengar menakutkan dan mengejutkan. Ya pasalnya aku ini memang sudah cukup umur untuk menikah, tapi mau dijawab apa saat aku memang belum memiliki jodoh. Bukan perihal aku tidak laku atau tidak ada yang berminat, tapi karena aku selalu menganggap usiaku masih kekanakan.                Pemikiranku belum dewasa. Maka aku selalu menolak, bahkan ketika dijodohkan. Tapi, itu pengantar kisah beberapa tahun lalu. Dan ditahun ini, tanpa ku jawab, mereka semua akan diam dan mungkin hanya senyum-senyum sendiri. Karena, aku sudah bisa mudik dengan laki-laki yang sudah ku beri gelar, 'suami'. Jelas suami ku, bukan suami ibu ku (ayahku) sendiri.          ...

Bangga Punya Tiket

            Orang-orang sekarang sedang disibukkan untuk persiapan mudik, dan baru seminggu sebelum libur, sudah banyak yang booking tiket, baik itu tiket untuk naik kereta api, ataupun bus. Sudah menjadi hal yang biasa setiap tahunnya jika sudah mendekati hari lebaran, tiket mahal, tak hanya lebaran, tahun barupun biasanya tiket akan melonjak menjadi lebih besar, bahkan sampai 2 kali lipat.             Tak dipungkiri, walau naiknya harga tiket, tetap saja orang-orang akan selalu memesannya. Biasanya tiket kereta api dari Medan menuju Rantau Prapat seharga 120rb, dan jelang lebaran, tiket sudah naik menjadi 130rb, naiknya harga tiket tak menjadikan kereta api sepi, malah bahkan sangat ramai diantrean. Begitu juga dengan tiket naik bus, mobil travel, dan lainnya.            Tapi bahagianya, setiap tahun juga ada disediakan bus ...

Pulkam Malu, tak Pulkam Rindu

          Keliling kota baik, tapi lebih baik ingat pulang, kekampung halaman.          Lagi, dan lagi, dalam blog amatir akan berisikan kisah seorang anak kos, yang saat ini barangkali sedang berjuang mencari ilmu, atau mencari rezeki dikota orang. Siapa yang tak kenal rindu, yang selalu dibicarakan orang dalam setiap pembahasan dan wacana. Siapa yang tak kenal rindu, padahal dia selalu menjadi pengganggu saat diri ingin bersemangat, artinya, dia membuat diri lemah.      Bagi yang mengenalnya, dan saat ini sedang berjibaku dengan rindu, mungkin bisa saja sedang dilanda rasa pilu, karena obatnya hanya satu, yaitu bertemu.                             Bicarakan saja kalau kau belum pernah merasa rindu, jujur saja kalau kau mungkin pernah merindu, tap...

Duluku dengan Lailatul Qadrku

                               Kalau blog kemarin hanya menyajikan beberapa ulasan dari berbagai jenis berita dikoran, kali ini, akan bercerita tentang pribadi dimasa lampau, dimasa diri ini sangat bersemangat dalam mencarinya untuk mendapatkan.               Ketika menginjak kelas 3 SD, aku baru lancar untuk melakukan salat sendirian, baik itu wajib ataupun sunnah. Dan aku memperlancar ibadah disaat Ramadan. Kalau waktu beberbuka akan tiba, biasanya aku menunggu didepan tv untuk melihatkartun kisah-kisah Nabi, ataupun mendengarkan ceramah dari Ust Ust cilik, seperti Zam—zam. Disaat itulah aku semakin bersemangat mencari tau amalan dibalik Ramadan ini.              Hingga, ketika mendengar ceramah, ada dijelaskan...

Petasan Dilarang, Pedagang Tetap Berjualan

            Hari-hari perayaan, selalu diidentikkan dengan petasan ataupun mercon. Pertanda bahwa orang-orangnya telah merdeka, ataupun sebagai hiburan belaka pribadinya. Bermain petasan terbilang seru, mana kala petasan dapat memuaskan pribadi penggunanya, padahaldari kacamat penulis, penggunaan petasan oleh kalangan anak usia dini dilakukan ditempat-tempat yang jauh dari jangkauan masyarakat lain, terlihat bahwasanya itu hanya sebagai pemuas diri.              Padahal sejak tahun ke tahun, petasan selalu dijadikan bahan berita bagi para wartawan, karena lebih dominan membahayakan setiap orang, baik itu penggunanya, ataupun orang yang barangkali melintas didekat petasan yang sedang dipasangkan.               Seperti yang dilansir pada berita detiknews, bahwasanya polisi telah melarang penggunaan petasan dib...

Ruang-Ruang Kosong

          Tinggal beberapa minggu lagi, bahkan bisa dihitung jari, umat islam akan segera dipertemukan dengan hari kemenangan, setelah 30 hari berpuasa. Hari raya idul fitri akan segera tiba. Hiruk pikuk keluarga dari kejauhan pun akan segera terasa. Karena seperti tradisi setiap hari raya, semua saudara akan berkumpul dirumah saudara tertua, atau orang tuanya.             Sama halnya seperti kami, para pencari rezeki untuk keluarga dan untuk keberlangsungan kami. Sempat bingung, jika lebaran tiba, tidaklah mungkin perusahaan kami tak libur, bagaimana dengan karyawan-karyawan ku saat ini yang sudah lama tak pulang kampung. Dan bagaimana pula jika aku akan meliburkan mereka beberapa hari, tentu akan berdampak pada ruginya perusahaan kami.                 Dilema ku saat seminggu kemarin sungguh terlihat, sampai par...

Siangnya Siswa Semasa Sekolah

Sumber: Google.com        Buruknya sesuatu, baiknya hari, indahnya tempat, ringannya amanah, semua tergantung pada mindset pribadi. Nostalgia , mengingat tema kali ini siang, ana ingin nostalgia. Bagaimana siangmu ketika semasa sekolah? Dan, apa kamu sering mendengar kalimat yang ditutur orang lain, ' seperti cacing kepanasan? '. Kalau ana ditanya, ana akan menjawab, sering. Bahkan hampir setiap hari. Apalagi kalau siang menghampiri.               Siang, entah kenapa sejak ana sekolah, ana memiliki perspektif, bahwa siang hari selalu membikin semua kacau. Banyak alasannya, diantaranya. 1. Lasak : Lapar           Bagaimana seorang siswa akan mengikuti proses belajar mengajar dengan guru dikelas dalam keadaan lapar? Jam-jam siang dikatakan rawan. Itu rawan lapar. Padahal, jam istirahat siang sudah lewat, pun masih bisa mengatakan lapar. Berbeda dengan jam istirahat yang bel...

Bacaan Yang Terlupakan

      Apalah arti hidup jika berusaha jauh darinya. Apalah arti semua tindakan jika sengaja melupakannya. Dan, apalah arti membaca, jika tak pernah membacanya.            Alquran, kalam Allah yang didalamnya banyak petuah, nasihat, penjelasan, sejarah, sudah menjadi hal yang wajib dibaca oleh umat Islam. Tidak memandang siapa saja yang boleh membaca, semua diwajibkan untuk membaca dan memahami isi yang terkandung didalamnya. Banyak pahala atau keutamaan dalam membaca alquran.           Dari Ibnu Mas’ud r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu hasanah (kebaikan) dan satu hasanah itu sama dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (Hr. Tirmidzi).       ...

Warak-nya Milenial Islam

-Benar, Jangan lihat siapa yang berbicara, tapi lihat apa yang dibicarakan-           Apa yang terbesit dalam benak jika mendengar kata milenial? Generasi Z? Atau generasi yang sudah canggih, yang selalu menggunakan gadzet? Apapun itu, generasi milenial memiliki cakupan pendapat, dengan kesimpulan "generasi kini". Generasi milenial atau generasi pada tahun 2000an,  seharusnya akan menjadi generasi yang akan meluruskan bangsa dikemudian hari.           Baik itu meneruskan pemimpin-pemimpin yang bertanggung jawab, atau meluruskan para pejabat yang menduduki pemerintahan manakala kurang bertanggung jawab. Sudah patut, itu lah hal yang harusnya kita fikirkan sekarang. Apalagi bagi kita, para generasi Islam. Jangan banyak menghabiskan waktu untuk menyibukkan diri melakukan hal yang tak bermanfaat, sampai-sampai, lupa akan kewajiban kita menghadap Allah.       ...

Jawab Aku: Kenapa Namanya Gorengan?

           Kau tau, rasanya tidak ada terfikir ide apapun untuk menulis? Atau rasanya ingin menulis sesuatu yang sudah terfikirkan, tapi ketika ingin ditulis, lupa! *jleb. Itu sering terjadi. Sama halnya seperti sekarang, nyatanya ini harusnya tulisan yang aku post dua hari yang lalu. Tapi karena kendala itu tadi. Yasudahla, terpaksa ngaret. Fikirku.           Tema kali ini tentang gorengan. Apa sebenarnya yang ingin ku tulis, bukan merupakan definisi gorengan, tapi aku ingin mempertanyakan suatu asal mula. Biarkan tulisan kali ini hanya menyebutkan pertanyaan. Yang akan menghasilkan banyak perbedaan pendapat.           Aku pernah dan sering berfikir bahwa gorengan itu adalah makanan yang digoreng. Itu benar adanya, seperti Risol, bakwan, pisang, tahu. Tapi, kenapa ayam yang digoreng, indomie yang digoreng bukan disebut-sebut sebagai gorengan? Apa...