Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Alumni Terhormat#Bang Beng

Edisi Nulis Hati-Hati sambil Flashback. Takut Salah Tulis. Juga sambil mikir, beliau ingat gak ya(?) Matanya awas memandang. Ucapannya kejam didengar. Pun seorang wanita di sebelahnya. Tak jauh beda, keduanya masih tetap semangat hingga membuat yang ada di depannya menjadi takut. Tepatnya, takut kena tabok karena ngelantur. Q          : Apa hubungannya Fisika sama Jurnalis?   Coba hubungkan dulu. A           : Ya hubungannya ada, untuk mencari Usaha (W), harus mengalikan antara Gaya (F)   dengan Waktu (s). Gimana saya nanti bisa membuat gaya ilmu Fisika dengan pembawaan saya yang mumpuni bergaya dibidang jurnalistik. Juga gimana saya bisa membagi waktu antara Dinamika yang ada di UIN Pancing dengan kuliah saya di UIN Sutomo. Mereka pun tertawa. Kurang lebih bahasa saya seperti itu. Kenapa saya masih ingat? Karena kejadian ujian interview sebelum masuk ke Dinamika lang...

Harap-Ada-Luka

Harap, Harapan, Berharap, di Harapkan Boleh kau ujar padaku?  Apa yang lebih nikmat dibanding berharap.  Hanya butuh energi untuk diam karena menunggu,  Juga hanya perlu sebuah khayal setelah harapan itu tercapai.  Kalau, menyoal tak tercapai?  Biarlah itu ku tutur sebagai resiko. Tak seharusnya kau ikut campurkan?  Dan memberi dalil,  'berharap jangan ke manusia' Kau tau?  Sekarang ku berharap,  Ku harap kau benar mau.  Mau untuk acuh dan tak perdulikan ku. Agar ku mampu lepas dari genggammu. 

Pengirim yang sama

Apa ini ruang harapan?  Kamu, Aku kira kita bisa berlama bertukar kata. Bergantian bertanya. Bergilir berbalas rekaman suara. Dan saling melirik layar ponsel memastikan bahwa itu pesan balasan kita. Nyatanya, Cuma sekadar berbalas tawa. 'Haha kenapa' Juga berakhir tanpa penutup kata. Dan sudah ku yakin, bahwa kau tak merasa salah. Kalau ku menanti balasan dari pengirim pesan yang sama.

Tentangmu, Kakak juga Adikku #Syafrita

Tentangmu, aku tak menyangka kita akhirnya punya cerita.        Kau tahu rasanya memiliki adik-adik baru di sana, padahal kami belum usai waktunya untuk dimanja? Rasanya kami masih belum siap. Dan itu diskusi kami para reporter redaksi angkatan 19. Belum lama kami menjadi sosok adik baru di sana, eh kami harus menerima dengan lapang dada bahwa akan ada beberapa orang yang setara dengan kami juga ditempatkan di sana. Akhirnya, kitapun satu subdivisi. Kita tak saling menegur, kan? Jangankan menegur, saling bertatap saja kita tak pernah, aku membual dalam hati, Dia kenapa jarang ikut kumpul.  Kesan kita dulu ternyata sungguh tak mengenakkan. Partner liputan berita? Tidak, kita tidak pernah liputan bareng. Pernah sekali, dan itu tidak naik beritanya. Dari situ, kaupun tetap di duniamu; sendiri. Yang begini dikata tak punya kenangan?  Pembawaanku tak sebegitu membosankannya, tapi kenapa seakan kita tak cocok untuk bercengkrama.Ah,...

Tentang Sosok Limbat#1

Taken by: Pemimpin Umum 2019 Entah apa motivasi si adik meminta saya menulis ini haha. Tapi bolehlah.      Kata orang dia baik, dia pendiam, dan yang lebih mengejutkannya ada yang bilang dia keren. Sampai, dari banyaknya manusia di sana, tepatnya Angkatan 22 memanggilnya dengan Oppa.        Sejak magang, dia memang selalu diam, dan sekali ngomong bikin sakit. "Jelek kali tulisanmu," Ini, yang pertama kali dikatakan ke saya. Saya langsung berfikir untuk tak usah berteman dekat dengannya, selain sok, dia juga ternyata gak sadar, tulisan dia bahkan sulit dibaca-_     Lambat laun, sayapun mulai sadar bahwa anak ini bukan pendiam, namun sudah terlanjur juga saya panggil dia dengan Limbat. Ya selain pencetus Yim saya juga pencetus nama Limbat di sana.  Makin-makin tua yah dia sudah lebih banyak bergerak, bersuara dan mulai menunjukkan aslinya.     Kau kata dia baik? Lembut pada perempuan? Haha. Bahkan tiada satu har...

PROLOG#1 INI DINAMIKA

                                                                          Sekretariat I LPM Dinamika Besok proyeksi majalah, siapkan idenya masing-masing. Tulisan macam apa ini? tulisan itu harus tegas, jangan mendayu-dayu. Siapa yang mau diantar lagi ceweknya? Salat kru salat, sudah waktunya. Ah, berisik ya. Iya benar sangat berisik. Sampai sekarang aku juga belum mendapati keadaan sunyi di sana. Pernah sih, tapi ketika memang benar-benar tak ada orang. Kenalin, ini organisasi pertama saya di UIN SU, namanya Lembaga Pers Mahasiswa Dinamika, akrabnya sih dipanggil LPM Dinamika. Kami menyebut kami sebagai wartawannya kampus, ya sukanya dipanggil reporter. Soal kerja kami? Alhamdulillah kami aktif menulis kok, bukan Cuma itu, kami juga aktif mendesain, meneliti dan berwirausaha di sa...

NASIB ANAK MICIN di INDUSTRI 4.0

Kalaulah benar industri 4.0 adalah masanya teknologi dan internet menjamur keseluruh penjuru dunia, bagaimana nasib anak micin yang saat itu sudah tua dan tidak produktif lagi ? Sumber: Google.com Semua sedang sibuk mempersiapkan Indonesia untuk menjadi negara emas di tahun 2045, bukan sekadar emas dan gemilau dari segi sumber daya alam, tapi juga emas dari sisi teknologi, pendidikan, pertanian dan juga ekonomi. Ya benar saja, kuncinya semua disumber daya manusianya. Sudah kebayang belum sih, siapa sumber daya manusia (sdm) yang dimaksud? SDM yang dimaksud jelas saja si kita-kita ini, yang katanya generasi milenial (generasi yang lahir antara tahun 1980an – 2000an). Dan tepatnya dianggap sebagai generasi yang tak pernah lepas dari genggaman gawai, dan harus selalu terhubung dengan internet. Pantas saja data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) di tahun 2017 mencatat setidaknya lebih dari 50% atau sekitar 143 juta penduduk Indonesia telah terkoneksi int...