Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

Kata Siapa Low Budget Gak Bisa Jalan-Jalan?

Meneruskan pernyataan di tulisan sebelumnya tentang traveling , saya jadi tertarik untuk bercerita tentang perjalanan gagal karena low budget . Padahal dilain sisi sudah sangat ingin untuk liburan, apalagi kalau sudah libur. Ya ini terkhusus untuk kamu yang doyan jalan-jalan dan butuh refreshing. Kalau liburan tapi kamu memilih untuk diam di rumah, dan menghabiskan waktu dengan membaca buku, beribadah, atau hanya meratapi diri, ya silahkan. Ini tulisan untuk yang mau jalan-jalan aja haha. Pengen jalan-jalan tapi gak punya uang. Bentar lagi libur, pengen pergi, tapi gak punya uang. Gak usah jadi pergi lah, gak punya uang. Banyak lagi pastinya kalimat-kalimat yang tertutur jika sudah gagal melalak, oh iya semua itu sudah pernah saya katakan. Tapi Alhamdulillah saya selalu berhasil melalak. Walau gak jauh, sepala jauh, gak lama-lama. Ehe:” Izinkan saya menyampuri tulisan ini dengan cerita saya. Baiklah saya mulai. Bagaimana bisa jalan-jalan padahal low budget? I...

Reporter Kok Galau?

Katanya reporter tangguh, masa galau naskahnya dikembaliin? Bukannya awal dari keberhasilan adalah kegagalan? Nostalgia Sejenak. Pemred: "Apa ini kekgini tulisan? Ganti. Ini lagi ini judulnya. Apa coba kekgini," Isma: "Judulnya bukan awak lo bang yang buat," Pemred: "Masih bisa ngejawab," (Isma diam melihat tangan Pemred yang masih asik nyoreti naskah) Pemred: "Besok harus siap. Kalau gak siap, abang koyak koyak nanti itu tulisanmu," Isma: "Kekmana abg mau ngoyak, kan Isma nulisnya di laptop," Pemred: "Iya, biar abang koyak-koyak itu laptopmu. Abang patahkan depanmu," (Isma cuma bisa meluk laptop sekuat-kuatnya) Kru 1: Ya Allah Isma. Udahlah, jangan ngelawan kenapa.  Kru 2: Bandalan si Isma ini.  Kru 3: Wi bg *** gak pernah marah lo.  Kru 4: Sabar bang sabar.  *** Masih ingat aja, baru juga terpilih jadi reporter junior, sudah habis kena marah. Iya saya sadar, kemarin say...

Perhatikan 4 Hal Ini Pra Traveling

NB: Netizen berhak berkomentar, tapi ini versi saya. Jadi, jangan banyak komentar:v *** Traveling menjadi salah satu hobi yang dimiliki setiap orang. Terlebih para anak muda yang membutuhkan refreshing . Traveling bukan hanya sebagai pelepas penat dan ingin jauh dari ramainya hiruk pikuk kehidupan kota, tapi juga memanjakan mata dan diri terhadap daerah baru yang akan dikunjungi.       Untuk orang yang doyan traveling/melakukan perjalanan, tentu harus menyiapkan segala persiapan. Dan perlu diketahui, melakukan perjalanan tidak harus pergi jauh melalang buana ke tempat yang benar-benar jauh dari posisi kita, menyusuri daerah kita sendiri juga sudah dikatakan melakukan traveling , loh. Ibarat kata, Ngapai main jauh-jauh, kalau daerah rumah sendiri belum pernah dijajaki. Tapi di sini kita bukan ingin membahas cara atau trik jitu berhasil melakukan traveling di daerah sendiri, tapi ini soal persiapannya. Hal paling utama untuk seorang traveler pasti menen...

Fatamorgana

Kau tau hujan?  Setiap rintiknya adalah rinduku padamu. Tak terhitung, berapa kali aku merindu. Setiap kilatnya, adalah kasihku padamu.  Yang samar, tapi berkali-kali ingin mengenai hatimu.  Yang tertutup dan pasti sulit untuk ku lalui.  Kau selalu datang seperti hujan. Benar. Kau membasahi pipiku. Harapku setelahnya, kau datang seperti pelangi. Memberi warna yang membikin elok mata dan tenang hati.  Tapi, ternyata kau tetap pergi seperti fatamorgana. Khayal, tak mungkin dapat ku capai.  Teruntukmu, Pergilah.  Jangan biarkan aku hanya menjadi pengagum sia-sia. 

Pelan-pelan

Kemarin,  Kau tanya siapa kau dalam hidupku.  Baiklah akan ku jawab.  Kau adalah orang asing di kehidupanku.  Yang menyelinap, masuk ke dalam puisi-puisi ku. Tapi kau, jangan selalu melarangku lagi, ya.  Tetap saja,  Aku akan tetap berpura-pura menyukai hal yang kau suka.  Agar kita sejalan, komunikasi kitapun lancar.  Jadi, biarkan aku untuk selalu berpura-pura.  Jangan menjauh, pelan-pelan saja, nanti juga kita akan berteman.  Barangkali, aku yang bosan.  Setelahnya, aku akan meninggalkan tanpa membawa kenangan. 

Prinsip Itu Perlu

Jangan goyah, jalan saja. Kalau ditanya kenapa, katakan itu prinsip hidup namanya. Diskusi kecil dengan adik di organisasi, saat lama bercengkrama, akhirnya pembicaraan kami mengarah ke hal serius. Kali ini kami sedikit mengeluarkan tawa. Dia bertanya, "Kak, pernah gak ngerasa siapa kawan kakak sebetulnya?" Saya langsung menggeleng. Dia spontan melanjutkan karena penasaran. "Kenapa? Kan banyak yang curhat ke kakak, kakak juga dekat sama banyak orang,". Ringan saya jawab, "Ya ngerasa dia bener-bener kawan kita pas keduanya udah saling tukar cerita bareng. Netral itu perlu memang," Saya menyambung, "Bedanya kalau soal cemburu. Jangan sampek kakak ngerasa cuma kakak yang dekat sama dia. Atau ngerasa kakak adalah orang spesial bagi dia. Jadi pas dia ngobrol ke yang lain, curhat ke yang lain, kakak gak cemburu. Mangkannya jangan pernah geeran, sebelum si kawan mengakui kita adalah orang terdekatnya, jadi gak papa geeran." Itu...