Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Bayi Cower

Sebab aku hobi mendengar cerita orang, akibatnya aku terharu sendiri mendengarnya, ternyata cerita yang ku dengar itu adalah kisah ku. Ada banyak yang bilang kalau semua bayi yang baru lahir itu menggemaskan. Banyak sekali. Tapi itu tidak terjadi pada diri seorang Isma, yang dianggap menggelikan, menyusahkan, merepotkan, dan sangat memuakkan. Ya begitulah kesimpulan yang dapat ditarik setelah kebanyakan dari mereka yang menyaksikan kelahiranku, menceritakan tentangku. "Koe itu bayi cower. Amet-amet jabang bayi," Untunglah aku baik, aku akan menerjemahkan ini secara gratis.  Re(arti) ; Kau itu bayi cower. Jangan sampek nurun aku (anak ku).  Mama sungguh nekat, menjelaskan tanpa diminta. Katanya cower itu bayi yang baru aja lahir, tapi langsung nangis. Aku mematahkan, _Ma, semua bayi lahir nangis. Mana ada yang lahir langsung ketawa_!  Ia menyambung, "Ampun lah isma. Kaulah yang nangisnya terus-terusan. Udahlah mama sakit sampek 5 bulan gara-gara nge...

Do'ain Aku Langgeng, Ya!!!

Sudah lama aku memendam, sudah lama pula aku berharap. Dan sudah sangat lama sekali aku menginginkan tanpa meminta. Akhirnya, tercapai. Terima kasih sudah peka atas sikap ku sejauh ini. Sudahi drama ini! Kenapa ada banyak orang yang suka mengkritik tulisan orang lain? Padahal kalau ditanya, sudah baca? Dia menggeleng. Kalau modalku mencukupi untuk memberi penghargaan bagi orang yang suka nya sok tau sama tulisan orang, sudah ku bagikan satu-satu pada kalian; barisan para netizen yang suka sok tau. Lihatlah, belum sampai baris ini, bisa jadi sudah ada yang mengomentari judul ku ini. Langgeng sama siapa coba? Langgeng sama khayal? Sama mimpi? Dan sama kritikan tak mendidik dari kalian? What??? Haruskah aku meminta agar kalian mendoakanku untuk langgeng dengan hal-hal yang menghabiskan waktu seperti itu? Aku jarang berceloteh dengan kalimat-kalimat seperti ini, seolah sedang marah, dan jika dipraktikkan, mungkin nada bicara ku sedang tinggi. Tidak, jangan menerka se...

Kitakan Sama

Mereka bukan sedang pilih-pilih untuk memberi kasihnya. Mereka hanya lebih nyaman untuk bersama. Karena kesamaan menyatukan mereka. Tak mengapa, kan? Ada kata-kata lebay dari 2 orang sahabat ketika mereka bercengkrama tentang perjalanannya hari itu. Keduanya menafsirkan, bahwa mereka adalah satu orang. "Aku adalah kau, dan kau adalah aku". Itulah kalimatnya. Karena ternyata sudah banyak kejadian yang mereka lalui, dan faktanya mereka sama. Sama-sama memiliki masalah, sama-sama bahagia, dan sama-sama sedang merindu. Sesederhana itu mereka bisa tetap bersama. Dan saling mencari kala sedang dirundung masalah, saling mencari kalau sedang merindu, dan saling mendoakan (Insya Allah). Mudah ya, semua karena mereka sama. Apa semua orang bisa mendapatkan orang terkasih? Orang teristimewa? Jawabannya pasti bisa. Namun kembali lagi, harus punya proses untuk menemukannya. Ya barangkali ini seperti seni berkomunikasi, atau seni berkhayal seperti di ftv. sumber: Go...