Langsung ke konten utama

Postingan

Misalnya, Kalau Ibu Sakit

Postingan terbaru

Ya Terserah, Saya Tetap Suka Kamu, Walau Kamu Suka Dia

Jangan suruh aku pergi, karena aku bukan mau bertamu. Aku cuma sedang mengamatimu, yang sepertinya sukai dia, tapi menjadikanku pilihan juga.  Disclaimer, judul dan isi tentunya tidak sinkron.    Bukti kita sudah cukup muak dengan perdramatisan romantisme di bumi ini adalah ketika kita suka sama orang, yaudah. Gak muluk-muluk, mau maju ya silakan, mau diam di tempat ya monggo, mau mundur sebelum maju ya gak salah juga.        Dulu mungkin beberapa dari kita, kalau suka sama orang, ada yang mendem sampek bertahun-tahun. Bahkan untuk terlihat sedang suka pun gak pernah ada pertanda sedikitpun. Ada juga, yang udah suka sama orang jangan kan jumpa orangnya, ada temen nyebut namanya aja bisa langsung salting. Nah ada juga nih, orang yang kalau uda suka, mau gimanapun ceritanya, harus berjuang dulu sebelum janur kuning melengkung.  Tapi, pernah gak, ternyata kamu tau dia sukanya sama oranglain? Ada beberapa cerita yang mau aku bagi dikit.   Seorang...

Bawa-bawa Mental, Udah Solat Belum?

Tersinggung gak yah ada tulisan kaya gini muncul? Enggakkan ya? Pelan-pelan aja ya, bismillah. "Aku itu punya sakit kecemasan, aku khawatiran, aku gemetar" "Uda pernah periksa belum?" "Belum" "Oke" "Ini semua bukan salahku, aku memang gini orangnya. Harusnya dia bisa beradaptasi" "Iyaiya, jadi bukan kamu yang harusnya beradaptasi?" "Aku udah gini dari dulu, mau gimana lagi?" "Oke, baik" "Mentalku udah makin buruk, aku gak bisa kayak gini terus. Masalah makin bertubi-tubi" "Nanti solatmu lagi berantakan? Coba perbaiki" "Bisa gak solusinya jangan solat solat solat. Seakan akan aku gak solat. Hargai mentalku. Kau gak tau gimana jadi aku" "Ooh, iyaiya. Maaf". Begitu seterusnya.  Seakan, membawa-bawa agama sebagai solusi, adalah suatu kesalahan.  Seakan-akan, menanyakan bagaimana keimanan seorang teman beberapa hari belakangan, adalah suatu kebodohan, yang sama sekali tak ...

Dulu Mintanya Banyak, Sekarang Mintanya Husnul Khatimah

"Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari Kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 194) Do'a-do'a yang kita lafazkan setiap hari ketika salat, semua doa baik. Dan ketika di momen tertentu, kita harus berdoa lagi. Selesai salat, antara azan dan ikamah, dan kapanpun, dimanapun. Apalagi, ada lagi dalam setahun, momen berulang tahun.  Aku persilakan kamu minggir, untuk orang-orang yang mengharamkan membahas soal ini. Dulu, ketika aku udah mulai mengenal bagaimana Allah itu Maha Pemurah, aku banyak meminta. Dan semua aku sampaikan di hari ulangtahun ku. Yang biasanya setiap berdoa enggak sekaligus, di ulangtahun aku menyampaikan semua keinginanku, baik itu yang minta kesehatan, umur panjang, nilai tinggi, tetap sebagai juara, bisa beli ini beli itu, pergi ke sana ke situ.  Sekarang?  Tiga tahun belakangan aku lupa minta apa, aku cuma i...

Jangan Tidur Nyenyak Sebelum Memaafkan

 Mudah saja, singkat saja, sedikit saja. Bisa kamu ya tidur tenang tapi punya hati dendaman?  Bisa kamu ya tidur tenang tapi punya banyak seribu pikiran buruk tentang seseorang?  Bisa kamu ya tidur tenang tapi dengan hati tersedu, dan menyalahkan diri sendiri atas masalah dunia? Mau kapan memulai memejamkan mata dengan hati yang tenang, jiwa yang tenang, dan penuh kasih sayang? Kita manusia, dunia sudah tak baik-baik aja. Kita mau memperkeruh seisinya dengan masalah lain?  Maafkan, ikhlaskan.  Allah Maha Pemaaf.  Kita siapa? Tertusuk jarum pun masih mau teriak kesakitan. Sudah lah, kita sungguh penuh kemunafikan dan kesombongan. Kita manusia, ingat itu.  Maafkan, ikhlaskan.  Sakit hati? Wajar, tapi apa hak kita untuk tidak memaafkan semua orang? Termasuk diri sendiri?  Semangat.  #tautannarablog6 #day12 End

Siklus Mama Minta Anaknya Nikah

 Suasana rumah masih sama, sepi tiba-tiba, berisik tiba-tiba. Aku yang pulang ke rumah cuma beberapa hari, mulai semangat walau gak ada sinyal, karena aku sudah mengunduh episode full BoBoiBoy Sori. Selepas ku tuntaskan tontonan favoritku itu, aku berlari ke ke depan, teriak "mamaaa". Berlarian ke kamar belakang, " Ma o ma" "Ha. Opo to ndok," "Ma ada fakta baru". Mama menyimak, sambil tetap berbaring. "Ma rupanya BoBoiBoy Sori itu Solar Duri" Aku bersemangat. Mama berwajah datar tanpa ekspresi. "Rupanya lagi ma, atok yang di Ratakka, movie 2, ada lagi ngebantu orang ni di galaxy sori" "Terus?" Mama cuek, tapi matanya masih memandangiku "Terus ma Solar rupanya sama Duri sama kepribadian. Gak kek halilintar" "Isma, cerita sama suamimu la sana. Mama jodohin aja ya". Katanya.  Aku langsung berdiri dari tempat tidur mama. Aku pergi. Ah bosannya aku dengan kata itu. Begitulah tahapnya. Mama sudah sampai...

Lucunya, Kita Tau Itu Dosa, Tapi Masih Mau Mengulah

Sedikit bercerita tentang sebuah azab. *** Bentar-bentar istighfar, setelah beberapa detik berbuat dosa.  Bentar-bentar membayangkan neraka, setelah beberapa jam enteng berbicara tak baik.  Bentar-bentar, sudah mengulang kesalahan yang sama. Tak akan panjang, dari judul pun sudah jelas. Bahwa itu tanpa penafsiran. Sudah jelas, apa yang akan dimaksudkan. Kita manusia, memang sukanya khilaf.  Hobinya berlindung di balik kata lupa.  Sukanya menyalahkan godaan setan. Taunya, cuma kenikmatan dunia. Maunya? Jangan tanya, surga lah tentu jawabannya. Aku tau julid di Ramadan dapat mengurangi pahala puasa, tapi tetap kulakukan. Lucunya, menunggu berbuka puasa dulu, baru boleh lanjut detail ceritanya. Haha. Aneh kalau kata Rayanza.  Aku pernah memakai outer abaya, yang mana harus pakai handshock lebih panjang, tapi aku memilih gak usah pakai karena ribet harus mencari. Alhasil, aku yang tak nyaman karena lenganku banyak terlihat. Sudah mengintip intip aurat itu, malah jad...