Sedikit bercerita tentang sebuah azab.
***
Bentar-bentar istighfar, setelah beberapa detik berbuat dosa.
Bentar-bentar membayangkan neraka, setelah beberapa jam enteng berbicara tak baik.
Bentar-bentar, sudah mengulang kesalahan yang sama.
Tak akan panjang, dari judul pun sudah jelas. Bahwa itu tanpa penafsiran. Sudah jelas, apa yang akan dimaksudkan.
Kita manusia, memang sukanya khilaf.
Hobinya berlindung di balik kata lupa.
Sukanya menyalahkan godaan setan.
Taunya, cuma kenikmatan dunia.
Maunya? Jangan tanya, surga lah tentu jawabannya.
Aku tau julid di Ramadan dapat mengurangi pahala puasa, tapi tetap kulakukan. Lucunya, menunggu berbuka puasa dulu, baru boleh lanjut detail ceritanya. Haha. Aneh kalau kata Rayanza.
Aku pernah memakai outer abaya, yang mana harus pakai handshock lebih panjang, tapi aku memilih gak usah pakai karena ribet harus mencari. Alhasil, aku yang tak nyaman karena lenganku banyak terlihat. Sudah mengintip intip aurat itu, malah jadi terabai karena ada aktivitas yang harus aku fokuskan. "Gakpapa la sesekali keliatan". Selepas aku pulang, aku langsung memikirkan berapa lama sudah aurat ku terlihat lawan jenis. Berapa ganjaran yang harusnya kuterima. Naudzubillah.
Mungkin di balik kecelakaan kecelakaan kecil, masalah kecil yang Allah kasih setiap hari, bisa jadi itu pengingat. Bukan cuma tentang kehati-hatian, tapi tentang ganjaran sesuai perbuatan sebelumnya. Sebelum aku kecelakaan Jumat kemarin, hari sebelumnya aku memang rutin berjamaah bersama santriwati lain, solat wajib, tarawih, tadarus, dan ibadah sunnah lain. Sayangnya, malam hari aku banyak mendengar, berbicara, hal-hal julid (bergosip); berdiskusi tentang seorang manusia, sampai larut malam.
Esoknya di perjalanan, pun kami masih mereview banyak orang. Yang sebenarnya mungkin karena ingin agar ada perbincangan. Perasaan hati mulai tak enak, mulai tak nyaman, naas. Kami kecelakaan. Membuat aku salat sampai seminggu ini dengan posisi duduk.
Selepas jatuh, aku kaget. Dan langsung terbayang betapa banyaknya omongan tak masuk akal yang kulakukan dalam hitungan jam. Allah.
Boleh aku jelaskan sekali lagi?
Bahwa benar, sudah tau dosa, jangan lagi terus terulang.
Apa yang membuatmu ingat dosamu?
#tautannarablog6
#day10

Komentar
Posting Komentar