Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Mahasiswa Dalam Bingkai Asmara

Baru-baru saja saya agak tertarik membahas begini, karena sampai sekarang sering dengar kisah seorang teman perihal asmara. Walau saya bukan pakarnya, tapi saya mencoba tetap menyukai hal-hal yang berbau curhatan. Dan tak bisa dielakkan kalau yang hadir akan curhat soal asmara. Baik, kita ingat dulu ke belakang, perbandingan antara asmara versi anak sekolah dengan mahasiswa. Apa yang kalian rasakan? Saya membagikan kisah yang mungkin perbandinganlah dengan yang sekarang. Jadi begini, karena saya juga pernah jadi anak SMA, dan pernah terjun pada masa kebodohan soal percintaan. Saya pun punya cerita sedikit.  Saya pernah suka dengan seorang lelaki di sekolah. (Senyum-senyum ngetiknya). Lalu saya suka menggaungkan kata Cinta dalam diam. Saya suka lagu-lagu yang maknanya perihal itu. Karena kalau saya suka sama orang, itu suatu keajaiban. Dan biasanya berlangsung lama. Benar lama, sampai tamat SMA. Ketika kuliah? Jangankan untuk menyimpan rasa. Yang hanya sekadar ...

Saya Suka Berpikir. Apa Saya Titisan Maudy Ayunda?

Jangan baca ini kalau hari ini kau lagi emosi, jangan baca ini kalau kau sedang tidak baik hubungannya dengan saya. Kalau di depan mama, saya bilang kalau saya adalah titisan Albert Einstein, yang sering beda dari yang lainnya. Tidak pintar di kelas, tapi pintar di luar, entah itu pintar mengakali, pintar melawak atau pintar mengganggu orang-orang. Kalau di depan kaca, saya bertanya ulang baru-baru ini. Apa saya sebenarnya titisan Maudy Ayunda? Oke saya masih bersemangat bercerita tentang dilema nya ala Maudy yang sempat viral. Bahkan kalau diceritakan ulang, bikin yang mendengar masih tak menyangka. Viral pertama, pengakuan Maudy yang sedang dilema karena dipilih oleh dua kampus yaitu Harvard dan Stanford. Membuat banyak umat jiwa syoknya meronta-ronta sampai berlarut-larut. Twiter ramai akan hal itu. Dan sempat viral juga pengakuan ia bersama Mbak Nazwa, yang sangat mencintai ujian dan belajar. What? Bagi banyak orang mungkin itu suatu keanehan, termas...

Mahasiswa Kok Gak Suka Baca?

Rasanya sering saya mendengar kalimat "Coba ceritakan aja. Panjang kali, gak mau baca" saat ada suatu berita atau informasi yang saya kirim ke seorang teman.  Sering juga saya dianggap aneh karena selalu membawa buku bacaan, entah itu buku motivasi atau novel. Seketika kadang saya agak heran sendiri, apakah saya yang benar-benar aneh atau mereka? Apa itu pemandangan baru? Padahal, mahasiswa memang wajib dituntut untuk menggemari buku. Saya percaya orang-orang terkenal, sukses, dan penulis ternama adalah ia yang suka sekali dengan buku, dengan sebuah bacaan. Saya terterakan tautan  di sini  tentang siapa saja tokoh dunia yang mengawali sukses dari kebiasaan baca buku.  Tak semua orang suka buku, alasannya karena buku membosankan. Buku membikin kantuk. Dan buku tak pernah masuk di akal. Saya menjawab, bisa jadi itu karena belum menemukan buku yang tepat untuk dibaca. Atau karena memang belum pernah menjamah sebuah buku. Orang pintar sekalipun banya...

Kuliah Sampingan Organisasi Number One?

"Kau akan terkecoh, kalau cuma lihat judul" Pastinya saya tak punya motivasi  dengan pemilihan foto pada tulisan. Mengingat judul sebelumnya tentang kegelisahan saya sendiri tentang diri saya yang bisa dikatakan tak akan jadi apa-apa dengan ilmu yang pas-pasan di Fisika. Saya memutuskan berorganisasi. Organisasi pertama saya memilih LPM Dinamika. Membuat saya makin jauh dengan teman kelas. Selalu boros uang karena harus bolak-balik dari kampus saya (sutomo) ke pancing.  Apalagi saya sering ikut rapat. Ya saya sendiri juga sudah tergiur di sana. Membuat saya terlalu nyaman dan sering khilaf untuk tak masuk kelas. Apalagi ketika itu saya sebagai reporter. Kalau ingin tau, boleh baca di sini  . Pengalaman yang sedemikian apik itu benar-benar saya dapat dari organisasi. Dan itu tidaklah mungkin saya raih di kelas. Benar? Pasti. Rasa penasaran dan ketidakpuasan saya makin melonjak sampai semester akhir begini. Akhirnya saya mengambil jalan untuk i...

Fisika Itu Mudah

FISIKA ITU MUDAH. MUDAH-MUDAHAN MEMANG MUDAH. Layaknya Ftv, selalu saja ada drama di dalamnya. Seperti kehidupan perkuliahan yang saya sendiri juga bingung, kenapa ini tidak sesuai skenario. Kenapa ini bukan seperti hasil yang saya harapkan pra perkuliahan. Sebutlah itu namanya tidak sesuai ekspektasi. Sebenarnya saya tak pernah memasang impian ataupun khayalan-khayalan indah di perkuliahan. Tapi malah yang saya rasakan justru lebih gila. Saya tidak jadi apa-apa di sana. Ya saya fikir fisika yang saya maksud ketika SMA adalah sama dengan fisika di perkuliahan. Membuat saya semakin tak tertarik. Apa lagi mata kuliah fisika statistik, mata saya hampir kero jika dipaksa untuk tetap melihat angka-angka itu. Mata kuliah fisika inti, saya seakan seperti anak kecil yang kesenangan melihat angkanya menari-nari keliling di kepala saya. Kalau saya lelah melihatnya saya pasti tertidur. Asli, saya juga heran entah kenapa saya seperti ini. Apa ini Isma? Bukannya dulu suka berhitu...

Kampusku, Pilihanku

Judulnya tidak menggugah sama sekali. Kalau saya pakai judul, "Pilihanku Ternyata Bukan Idamanku", bagaimana? Sedikit menggelitik, kan? Tolong jawab iya! 2017 Agaknya ini foto yang tepat. Sebelum jauh membincangkan tentang dunia kampus, perkenalkan saya Isma. Pembaca setia saya (kalau ada) akan bosan dengan perkenalan. Silakan baca  di sini seputar saya. Saya menulis ini juga sudah bosan. Dua project menulis saya tentang ini, ditambah buku sebelumnya, yaitu Dilemahasiswa juga bahas ini. Lalu, kenapa saya nulis? Jawabannya, karena saya sedang menunaikan hukuman saya. Saya gagal. Wkwk Adik-adik kelompok riset saya, tidak menyelesaikan tugas blognya selama sebulan. Haha. Oke abaikan soal itu. Kembali ke judul. Saya gak tau kalau saya pernah teramat jatuh cinta dengan kampus ini. Sedihnya, saya tak mengapresiasi mimpi saya ketika SMA, yang selalu menjawab " Kuliah di Harvard" Waktu ditanya, mau kuliah di mana? Saya anggap itu lelucon saya...