Langsung ke konten utama

Mahasiswa Kok Gak Suka Baca?



Rasanya sering saya mendengar kalimat "Coba ceritakan aja. Panjang kali, gak mau baca" saat ada suatu berita atau informasi yang saya kirim ke seorang teman. 

Sering juga saya dianggap aneh karena selalu membawa buku bacaan, entah itu buku motivasi atau novel. Seketika kadang saya agak heran sendiri, apakah saya yang benar-benar aneh atau mereka?

Apa itu pemandangan baru? Padahal, mahasiswa memang wajib dituntut untuk menggemari buku. Saya percaya orang-orang terkenal, sukses, dan penulis ternama adalah ia yang suka sekali dengan buku, dengan sebuah bacaan. Saya terterakan tautan di sini tentang siapa saja tokoh dunia yang mengawali sukses dari kebiasaan baca buku. 

Tak semua orang suka buku, alasannya karena buku membosankan. Buku membikin kantuk. Dan buku tak pernah masuk di akal. Saya menjawab, bisa jadi itu karena belum menemukan buku yang tepat untuk dibaca. Atau karena memang belum pernah menjamah sebuah buku.

Orang pintar sekalipun banyak, berprestasi di mana-mana. Setelah ditelusuri, ternyata sedikit yang suka baca buku. Oh iya suka, buku-buku pelajaran. Maka ia bisa sangat pandai lewat membaca.

Ada yang wawasannya luas, mudah mengetahui hal-hal baru, tapi ia suka membaca internet. Dan bukan buku yang ia jadikan pedoman.
Ayo kunjungi TBM LIPI

Apapun itu, awali kebiasaan menyukai buku. Kalau kata penulis buku yang pernah saya baca, tahapan untuk menyukai buku cukup mudah. Kau boleh mencoba.

1. Pegang buku nya. Pegang aja dulu beberapa menit. Ingat! Jangan dibuka.
2. Setelah sudah terbiasa memegangnya, silakan buka bukunya. Lihat lembar per lembarnya. Ingat! Jangan dibaca dulu.
3. Setelah nyaman membuka buku, barulah usahakan untuk membacanya. Walau cuma 5 atau berapa baris sesanggup kita. Lakukan itu berulang-ulang. Kalau sudah terbiasa dengan huruf dalam buku, artinya kita juga sudah terbiasa membaca buku.

Kalau gagal gimana? Buku tetap bikin ngantuk.
Paksain. Ala bisa karena biasa kan? 

Ayo lah membaca. Kau akan tau, betapa nikmatnya menyelami tulisan penulis-penulis. Bahkan kau akan merasa seperti kalau kau tidak sendiri. "Ah ini aku kali ini," "Kok senasib sih". Atau yang lain.

Saya sering sekali mendapati teman yang lumayan tertarik dengan buku yang sifatnya curcol, motivasi hidup atau seputar novel sakit hati. Haha.

Tak salah. Tapi disarankan, untuk menyukai beragam jenis buku yang faedahnya bisa terasa dan bisa diikuti untuk hidup. Dan jangan jadikan buku alasan untuk tak membaca Alquran. 

"Aku udah baca buku tiga hari bisa siap 300 halaman." Tapi waktu ditanya, uda baca quran hari ini? Jawabnya malah belum. Sayang sekali.

Saling ingatkan. Kalau kita adalah pembelajar yang teramat membutuhkan ilmu, asupan motivasi dan dorongan dari orang sekitar. Kalau kau berduka, atau gagal mencapai sesuatu, ada penulis buku yang juga menulis kisah pahit hidupnya. Ternyata, kita tidak sendiri.

Dan untukmu yang suka menulis, tetaplah menulis. Kita tidak pernah tau, sadarnya manusia lain bisa jadi karena sebuah tulisan. Dan mungkin itu tulisan kita. 

Betapa baiknya kan tujuan kita, yang tadinya tulisan hanya untuk curcol atau sekadar berbagi, ternyata bagi orang ith adalah sebuah inspirasi. Jadi, ayo gemari membaca, ayo gemari kepenulisan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...