Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

INDOZONE, KIAT ANYAR MILENIAL MENGENAL DUNIA

Membaca adalah rekomendasi untukmu yang tak tahu soal apapun di dunia ini. Tak ada kuota bisa pakai wifi. Tak ada buku bisa pakai media daring terkini. Lalu, mau sampai kapan berhalusinasi untuk menebak kondisi terkini? Mari kunjungi, Indozone punya solusi. Membincangkan kembali bagaimana pentingnya peranan generasi milenial di kemudian hari memang sangat hangat jika diulik lagi. Faktanya sudah masanya generasi milenial atau yang akrab disebut sebagai generasi Z (Gen Z) menjadi calon penerus bangsa. Tapi sangat disayangkan jika sejak dini gen z belum atau bahkan tidak mempersiapkan apa-apa saja yang sebenarnya harus disiapkan sebelum menjadi pemimpin nantinya. Agaknya hal utama yang harus dipersiapkan selain mental adalah dengan kembali membudidayakan literasi. Hemat kalam penulis menyebut bahwa budaya literasi gen z kian menurun. Terlihat saat tak ada lagi yang tertarik untuk membaca koran, melihat berita di siaran televisi, dan bahkan tidak mengunjungi perpust...

Cek Lis Persiapan Sebelum Ngeblog

Menjadi narablog rasanya sudah tak terbilang sulit lagi, karena terbukti dari banyaknya tulisan blog yang telah terposting. Bukan hanya bagi penulis profesional, tapi juga penulis pemula, tepatnya narablog pemula. Namun pula, masih ada saja yang bingung dan belum mengetahui apa sebenarnya blog, bagaimana mengolahnya, dan apa yang harus dipersiapkan sebelum dan sesudah memiliki blog. Berketepatan hari ini tepat Hari Blogger Nasional, aku pribadi mengharapkan agar semua milenial tak hanya hobi menjadi netizen dan hobi mengomentari kesalahan orang lain, tapi malah menyentil kritik kesalahan orang lain untuk perbaikan, dan bisa saja melalui blog. Tak harus ke media massa ternama kan? Berikut kupaparkan lis persiapan yang harus dilakukan sebelum ngeblog 1. Pastikan Punya Blog "Gak mau buat blog, ribet." Kelen belum nyoba buat barangkali. Cek dulu blogspot.com, join pakai email, dan buat blog baru, nama blog, alamat blog, tema dan langsung daftarkan. Tak semu...

Tip Menulis Untuk Penulis Pemula

Beberapa kali ada banyak orang mengatakan bahwa membaca dan menulis adalah aktifitas yang membosankan. Maka tak heran orang seperti itu sedikit memiliki referensi setiap akan berbicara. Ya tahunya bisa jadi hanya tentang apa yang ditonton (film), apa yang dimainkan (games), dan apa yang didengar (gosip). Kebanyakan pun mengatakan, bahwa ada niat seseorang untuk menulis, hanya saja bingung untuk menulis apa, dan sering berhenti dipertengahan tulisan karena tidak tahu lagi apa yang hendak ditulis. Beranjak dari keluhan manusia yang ingin menjadi penulis pemula, tulisan ini membagikan bagaimana sebaiknya yang harus dilakukan untuk bisa menulis, dan bahkan pintar menulis. Mulai dari hal yang disuka Siapa bilang menulis harus esai, artikel, atau berita? Kalau bag penulis pemula, terjun untuk langsung menulis hal demikian sangat rumit. Harus banyak membaca dan memahami bagaimana kerangka dalam tulisan. Maka bagi penulis pemula, baiknya memulai tulisan yang bisa jadi the fi...

Harusnya, Kita Punya Teman Ahli Ibadah

Beberapa kali, ceramah ustad selalu menggaungkan tentang bergabung dengan orang soleh atau solehah. Tujuannya tak melulu nikmatnya di dunia, tapi di akhirat.  Kata ulama, tinggalkan saja dia, yang tak memberi manfaat untukmu sama sekali, memberi manfaat mungkin, tapi tidak untuk akhirat, untuk apa? Diajak taklim, jawabnya sibuk, gak sempat. Diingatkan baca quran, responnya nanti, nanti dan nanti kalau pengen. Diajak salat tepat waktu, jawabnya masih belum beres kerjaannya. Ditegur karena selalu berbaur dengan bukan muhrim, malah membantah. Diajarkan tentang ilmu agama, menunjukkan sikap seakan ia sudah pandai dan ahli surga. Aku bukan ahli ibadah, apalagi ahli surga, maka yang harus kulakukan adalah sadar diri. Aku melangkah sejauh-jauhnya, berkomunikasi mulai dari penting sampai gak penting, dan akhirnya, aku selalu menemukan orang yang imannya lebih baik dariku, ibadahnya lebih terjaga dariku, dan pasti, yang selalu menegurku. Kau punya teman-teman se...

Sibuk Jabatan, Kau Beriman?

Pasca dilantiknya Presiden RI dan diresmikannya mentri-mentri baru, ternyata perpolitikan Indonesia tak kunjung usai. Bukan hanya terkait Indonesia, tapi juga di lingkungan kecil, yaitu keorganisasian misalnya, atau bahkan tingkat Universitas. Rasanya, 2019 sekarang dunia makin tampak kehadiran orang-orang beringas, orang-orang yang haus akan jabatan, dan bahkan orang-orang yang selalu menghalalkan segala cara agar tetap naik, menjadi pemimpin. Ingin sekali kusebut labelnya, ingin pula kusebut namanya secara terang, tapi katanya ini terlalu berbahaya. Sebab, yang menghancurkan negara, dan silaturahmi, katanya adalah Agama dan Politik. Keduanya tak bisa digabungkan. Kalau membahas agama, larangan atau pantangan beragama, tentulah berbeda dengan politik yang seperti kita lihat sekarang.  Skala universitas, mahasiswa yang haruslah menjadi penyambung lidah masyarakat, menjadi penyalur sumbangsih ide, dan bahkan dianggap sebagai calon pemimpin baik dan berkelas, sekaran...

Apresiasi Lewat Tulisan

Bagian kali ini, aku tetap membahas komunikasi. Tapi komunikasi yang dilukiskan dan dilontarkan lewat tulisan. Ya kalau ada yang menyebut ini bagian dari promosi, itu benar, ya. Baiklah, aku akan mulai. ini bisa jadi membikin kalian terharu. Karena cara berkomunikasiku dengan manusia lain terbilang menyentuh, sampai ke ubun-ubun. uhuuuu. Biasanya, aku menulis hanya untuk sekadar berbagi apa yang kurasakan dan apa yang ingin aku sebarkan. Tapi keinginanku untuk lebih dari itu mulai tumbuh saat kelas 2 SMA. Aku menulis novel yang berjudul The End Flower. Pastinya bergenre romance.  Saat itu aku belum sibuk, masih tetap sekolah, menjadi siswa yang ala kadarnya, kalau tak cari masalah, pasti dapat masalah. Itu tulisan pertama yang aku selesaikan dengan jumlah 98 halaman. Naasnya, laptopku rusak. Eh maaf, laptop mamaku, aku hanya simiskin yang selalu memakai fasilitas orang tua. Alhasil, aku gagal menerbitkannya menjadi buku, padahal itu sudah kuanggap sebagai ke...

Nyaman Berbagi, Ternyata Pakai Seni Berkomunikasi

Masih perihal komunikasi, kalau lalu membahas tentang manusia kuah, yang merupakan metode berkomunikasi orang-orang penuh cakap, kalau sekarang membahas seni membuat orang nyaman berkomunikasi dengan kita. Aku menulis begini, apa berarti aku ini orang yang asik jika diajak berkomunikasi?Jawabannya tidak, ya. Kita belajar menjadi baik, berucap yang baik-baik, berharap yang baik-baik, agar kebaikan pun kembali pada kita. Manusia memang beragam, ada yang memiliki sifat cuek, ramah, datar, dan sebagainya. Di balik sifatnya yang begitu, tentu tetap memiliki teman terdekat. Tapi, mungkin tak banyak. Ada pula orang yang selalu mudah mendapat teman bercerita, bahkan ia selalu dipercaya untuk dijadikan tempat curhat. Kau tahu mengapa? Sebab mereka terlalu nyaman dan sangat disayangkan jika tak dijadikan teman dekat. Responsif Sekali ia berbicara ke kita, ia akan terus mencari kita menjadi tempat curhatnya, kalau benar kita telah membuatnya nyaman. Aku suka nyaman berbica...

Banyak Kuah, Banyak Saudara

Jangan sedih, kalau dibilang banyak kuah, mereka cuma gak tahu, betapa banyaknya teman yang kita miliki hanya karena modal bertanya dan berbagi kisah. Layaknya mi ayam bakso, yang tentu ada kuahnya. Kalau tak dikonsumsi, kuah akan tetap ada diantara banyaknya bahan lain ; bakso, sayur, ayam, dan lainnya.  Belakangan disebut-sebut kalau orang yang banyak cakap merupakan orang yang banyak kuah. Ya tak bisa dipungkiri, orang yang banyak kuah memang sangat mengganggu keberadaannya diantara mereka-mereka yang sedikit bicara dan sedikit mendengar. Tampak monoton, kaku, dan memberi penglihatan tajam ke manusia si banyak kuah. Sedangkan mereka, manusia kuah malah menyimpan tatapan sinisnya, dan diganti dengan melempar kuah-kuah yang lebih banyak dari biasanya. Paham? Percaya atau tidak, manusia kuah sangat erat kaitannya dengan sebutan manusia yang selalu bertingkah gila, tak mementingkan image yang harus dijaga, dan tak suka dengan hal serius. Positif saja, mereka a...