Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Elegi Lima Hari#ketujuhkali

  Siapa peduli Sejak ia menuturkannya Ada yang mengira, ia pergi memang untuk melihat siapa yang peduli Tampak ingin menjelaskan tapi tak ada waktu lagi Air mukanya terlanjur memerah sebab emosi Ia diam tanpa gerik bentuk perlawanan diri Ia diam tanpa mengomentari sekali lagi Ia diam dan tetap diam dalam sunyi Sedang hatinya berisik sendiri Siapa peduli? Sekali lagi Siapa peduli? Terakhir di hari ini, ia bertanya lagi Peduli?Haha, cuma mimpi

Elegi Lima Hari#kelimakali

  Kembali Semua juga tau pergi untuk kembali Mungkin semua belum tentu tau, kembali tanpa membawa dirinya lagi Akan bagaimana, dan akan melukai siapa Tapi ada satu hal yang terpenting Apa kembalinya ia tetap dibutuhkan? Dirindukan? Atau diabaikan? Ah lagi-lagi praduga.  Kembalinya tetap terabaikan. Kau pasti ingat, bagaimana kepergianmu dimulai Seperti itu kau pergi, seperti itu pula kau kembali Benar-benar tak ada yang peduli

Elegi Lima Hari#tigakali

Bebas Entah sebebas apa berada di sana Sampai ia tak merasa terpenjara Bebas, menghirup udara segar dunia Bebas, tanpa terlihat lagi ada dusta Bebas, semua apa adanya Mereka bilang, ia hanya butuh nutrisi Mereka bilang, ia cuma sedang ingin sendiri Tapi mereka tak mengerti, kalau harapannya sudah mati Bebas Semua terasa lepas Orang-orangnya, mimpinya, jiwanya, semua terlepas Benar praduga mereka Melepas dengan sengaja untuk waktu yang lama Dan bukan untuk sementara Apa selamanya?

Elegi Lima Hari#sekali

Pergi Pergi itu mudah Tinggal pergi, tanpa jejak, tanpa pamit. Pergi itu mudah Tinggal angkat tas lalu injakkan kaki keluar. Pergi itu mudah Tinggal mengikuti jalan, walau tanpa arah dan tujuan. Sempat berpikir pergi itu memang semudah ucapan Berharap tenang, berharap dirindukan Ya bukan!! Itu hanya kalimat tabu yang pernah terkhayalkan