Aku ingin mengujar kejujuran. Berapapun faktanya, tolong tetap dengarkan. Kau terlalu perhatian, Karena sering bertanya "bagaimana kabarmu teman"?. Ku menyesal mendengarkan. Sebab, ada kata teman di akhir tanyamu. Boleh, inginku lebih dari teman? Kadang, kau suka membuatku tersenyum tak karuan. Saat kau mencariku untuk menceritakan apa yang telah kau rasakan. Tapi, kenapa bukan aku saja orangnya? Haruskah ada beberapa telinga yang mendengar ceritamu itu? Ah diri, Kenapaku bisa menjadi seorang perasa seperti ini? Kembali, pergi dan sudahi. Tolong, sanggupi.
Semua ada di sini-