Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Simeulue dan Candu

Kalau ada yang bilang, jangan selalu bermimpi, saya tak masalah dengan itu. Yang jelas karena mimpi yang saya tulis, saya sampai ke sini, Simeulue. Air dingin nama desanya, di situlah tempat yang akan membiarkan saya sebagai tempat peristirahatan selama di Simeulue, benar sangat banyak sekali pertanyaan di kepala saya yang akhirnya saya pilah sendiri mana yang harus ditanyakan ke Mira. Setiap hari, saya temukan jawabannya. Satu hal yang baru saja saya dapatkan jawabannya, itu antara mama dan saya. Karena pada dasarnya perginya saya di pulau seberang, tanpa izin, tanpa pamit, dan tanpa basa-basi perbincangan akan pergi berlibur. Malam tanggal 17 Maret lalu, saya berangkat. Dan saya baru bilang ke mama di tanggal 22 Maretnya. Ya tetap dengan rasa bimbang, akhirnya mama tak marah kan. Mau gimana lagi, toh saya sudah di sini. Seperti apa Simeulue, Isma ? Biasanya, saya menikmati waktu liburan butuh waktu beberapa hari untuk nyaman dengan daerah yang saya datangi. Dan ...

Penduduk Kapal Anut Waspada Corona?

Naik kapal gede dan selama itu, saya berdecak kagum melihat penduduk kapal. Corona seakan bukan jadi perbincangan mereka saat itu. #asli panjang banget Sebelumnya, saya katakan akan menulis tentang masa sulit saya sejak di kapal menuju Sinabang, Aceh. Ya saya juga berfikiran kehidupan saya di sini seakan terngiang dengan novel Rindu, Tere Liye. Sampai berbulan-bulan di kapal. Ternyata tidak, hanya merasakan sesuatu yang menegangkan.  Saya gak paham kewaspadaan apa yang dianut warga di kapal dari Labuhanhaji menuju Sinabang. Pasca sadarnya saya dari lamunan, bahwa saya benar-benar liburan ke Simeulue, Aceh, karena gak sangka saya senekat itu, saya pun memerhatikan dengan jelas orang-orang yang naik kapal itu.  Kata seorang teman, yang membawa saya ke sini, Gak biasanya serame ini. jadi saya fikir ini momen yang langka baginya. Pertama kali saya naik kapal segede ini dan selama ini, saya dibuat heran sejak awal naik. Pertama, saya bingung mencari tempat d...

26 Jam Menuju Simeulue, Aceh

Kau pernah pergi tanpa rencana? Dan saat berhasil pergi, kau dibilang gila oleh banyak teman. Memang diperintahkan untuk libur kuliah, dan menjalankan perkuliahan lewat online, pun hastag dirumahsaja menjadi trending di kalangan masyarakat Indonesia, mahasiswa khususnya.  Tapi, lagi-lagi manusia yang satu ini ingin sekali mencoba hal baru, dan melakukan kebebasan lagi di hidupnya. Dengan alasan, masa libur gak boleh disia-siakan. Ah-dasar. Isma, pelan-pelan dan hati-hati, corona berbahaya. Begini mulanya perjalanan itu di mulai. Pukul siang, seorang teman yang sering saya sebut di media sosial, namanya Mira mengajak lagi, setelah malam harinya nyaris berhasil mengajak pergi ke kampung halamannya. Dan siang itu, ia berhasil menggoda lagi untuk pergi ke kampungnya sana, Simeulue, Aceh. Tak memegang uang banyak, lagi-lagi berpergian hanya dengan modal nekat. Harap-harap inspirasi menulis bertambah lagi. Sore harinya kami bertemu. Tak membawa begitu banyak pakaian...