Teman-temanku, rupanya sama. Panik ketika dapat kabar mama-nya sakit. Pikiran tak karuan, hati tak tenang, dan maunya cuma melihat orangtuanya langsung, memastikan kabarnya. Bagi si anak rantau, urusan menahan perasaan adalah hal yang biasa dan bisa disanggupi. Ia sakit, ia tak makan, ia tidak cukup uang, ia lelah karena tugas, tak nyaman di kantor, ia bisa tetap menjawab kabarnya sehat ke orangtuanya. Tapi urusan orangtua, bisa jadi langsung pecah tangisnya ketika mendengar kabar yang tak usai-usai itu. "Mama sakit" "Sakit apa?" "Gakpapa, biasa masuk angin" Tau-tau, sudah di rumah sakit. Menyembunyikan diri agar tak bertanya banyak, agar tak memaksa orang rumah untuk jujur, tentu sulit dilakukan. Gimana? Sudah pernah membayangkan ibu sakit? Sudah pernah membayangkan ibu terkapar di rumah sakit? Sudah pernah membayangkan ibu duluan pergi dari kita? Jangan, jangan pernah. Tapi, kalau terbayangkan, semoga bisa meluaskan sayang kita pada orangtua. Kupang...
Semua ada di sini-