Langsung ke konten utama

Rengek Dikit Gapapa! Toh Nanti Terbiasa


Lagi dan lagi, aku pernah menulisnya dengan judul Ramadannya Si Beban Keluarga . Dan sebelum aku dapat tulisan ini, aku memang berniat menulis tentang seberapa ingatnya aku dengan momen Ramadan ketika masih berseteru dengan skripsi, dan dikejar usia. Hem!

       Tapi sebenernya aku gak akan menyoroti hal yang sama. Karena benar, momen ramadan yang masih sibuk dan takut dengan skripsi, adalah yang paling ku ingat haha. Mau momen sendiri ketika ramadan, momen di perantauan, momen Ramadan dengan pekerjaan yang menumpuk, atau lainnya. Paling dan ingin untuk dibahas, adalah kita akan terbiasa.
      Dulu, Ramadan perdana jauh dari orangtua memang terasa sedihnya, nyeseknya, dan segala macam rasa muak hinggap di setiap berbuka dan sahur. Merengek selalu merasa paling sedih di muka bumi, bilang aman dan terkesan tak ada masalah ketika ditanya orangtua, gengsi menyelimuti. Apalagi masih belum banyak circle pertemanan yang bersedia untuk menemani dan adu nasib tentang rasa sepinya.
     Waktu berjalan, kita mulai terbiasa. Cuma sebatas panggilan suara di beberapa hari dalam seminggu dengan orangtua, menanyakan berbuka dan sahur dengan menu apa. Lambat laun, jadi senggang, dan bukan jadi hal yang setiap hari dilakukan.

Diingat-ingat lagi, mulai usia sekian - ke - sekian, seberapa banyak ingatan kita tentang momen ramadan?
    Ada yang ramadannya jadi paling sedih karena baru tertimpa musibah, ada yang ramadannya jadi paling happy karena full di rumah bareng keluarga, ada yang ramadannya merasa kesepian karena belum juga punya pasangan, bahkan ada yang sampai detik ini terus menceritakan happynya dia Ramadan di usia 7 tahun, dan banyak lagi.
Segala macam foto cuma pemanis hem
Foto cuma pemaniez

Apapun itu, kita akan terbiasa.  
Terbiasa ramadan jauh dari orangtua
Terbiasa ramadan sambil menghadapi segala macam masalah dunia sendiri.
Terbiasa ramadan dengan perseteruan hati dan pikiran tentang siapa dia yang akan kita pilih.
Terbiasa ramadan dengan banyak kemungkinan hidup yang tiba-tiba terjadi.

Gakpapa, merengek dikit gakpapa. Nanti juga akan terbiasa.

Kamu momen ramadan apa yang paling bikin kamu ingat?

#tautannarablog6
#day2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...