Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Tilawah Berdua Rasa Surga

       Malam makin hitam pekat. Jarum jam makin menunjukkan jam-jam rawan. Nyatanya, sahur akan sebentar lagi. Tapi hingga kini, diri yang lemah masih tetap berjibaku dengan jurnal elektronika. Tak apa, fikirku. Sudah memang sepatutnya.      Kalau persoalan menulis seperti ini, aku tak anggap beban, malah ini sebagai pelepas penatku. Dan tak terasa, sudah hari ke-12 aku menulis diblog. Selama ini aku mengira bahwa aku menulis hal yang sia-sia, dan tak akan ada yang berminat membaca. Tapi syukurnya itu semua tak benar, masih ada juga yang membaca dan mengomentari lewat wa ku. Sampai, ada yang meminta ' Coba kalau nulis, kaitkan tema mu itu sama jodoh '. Aku diam. Berulang dan berulang, kalimat itu selalu ku dapat dari orang yang sama. Sampai, akhirnya aku mengiyakan.           Membahas soal tilawah, aku jadi ingat orang-orang yang baru ku kenal. Sebuah grup yang awalnya aku menyangka ini grup...

Dia Ibu Penjual di Talago

           Warung makan, bukan sebatas warung untuk makan dan mengisi perut yang kosong. Tapi juga sebagai wadah kumpulnya orang-orang yang berbeda dan bertemu dalam sebuah meja-meja yang berpisah. Ya simple nya itu tempat bagi orang kelaparan juga sih. Dikampus, jujur saja aku bingung untuk mencari warung makan. Karena terbatas. Tak lama akhirnya aku dan temanku menemukan warung makan didepan kampus, dan aku tak suka itu. Entah kenapa, rasanya kurang nyaman. Itu saja. Hingga akhirnya kami menemukan tempat baru, namanya Talago.              Warung nasi pada umumnya memiliki rasa yang sama, hanya saja bagaimana pelayanan penjualnya, dan rasa manis dinginnya yang khas, yang membuat pembeli menetapkan diri sebagai pelanggan yang setia diwarung tersebut. Sama halnya seperti kami, yang sekarang telah menjadikan talago sebagai warung makan langganan kami.     ...

Tahan Emosi, Bukan Tahan Harta Pribadi

          Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.”          (HR. Bukhari no.1429, Muslim no.1033)             Banyak orang berlomba-lomba dalam mencari kebaikan pada bulan ramadan. Karena memang benar ramadan merupakan bulan yang penuh dengan pahala. Dalam bulan ramadan, umat islam bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu untuk emosi, dan untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.               Tapi, jangan juga untuk menahan harta. Ini amat disayangkan jika hari biasa sebagian dari kita yang mampu, hanya bisa menahan harta kita untuk kesenangan pribadi. Tanpa mengingat sebuah amalan yang sangat dianjurkan, yaitu sedekah. Kalaulah memang s...

14 Tahun Ada diPasar

          Kalau negosiasi ada dipasar, berarti selama ini aku ada dipasar.          Orang beranggapan, pasar merupakan tempatnya para penjual dan pembeli untuk melakukan proses jual beli barang, dengan cara negosiasi. Akupun sependapat akan hal itu, tapi izinkan aku mengatakan pendapatku yang berbeda. Bahwa pasar merupakan tempat negosiasi yang didalamnya terdapat hiruk pikuk dari orang-orangnya. Benar bukan? Jika kau pernah mendatangi pasar, tentu yang pertama kau ucap ialah "Rame kali". Kalau aku, bahkan berkali-kali ke pasar, aku selalu berucap sedemikian. Karena memang, disitu aku dapat melihat keberagaman, ada penjual bersuku batak, jawa, ada ku lihat banyak usia, mulai dari yang muda, hingga tua, ada banyak jajanan yang tersedia, banyak buah, banyak dan sangat banyak.             Dan didalamnya, terjadilah proses negosiasi atau tawar menawa...

Tak Ada, Bukan Berarti Tak Baca (Maaf)

       Biarkan dendam masih meradang dihidupnya. Kalau saat miskin dia hanya meminjam. Akan ada masanya dia kaya dan membeli semua yang dia ingin. "Isma mau minjam bang, yang pertama," aku mengirim pesan via wa ke lelaki yang baru saja mengupload foto  siapa yang ingin meminjamkan bukunya.  "Udah sold out, udah dipinjam orang dek haha," aku kecewa karena tak sesuai harap.  "Tinggal yang ketiga," balasnya lagi. "Yaudala itu ajala isma pinjam,"  "Oke, besok abang antar kesekret," jawabnya. Akupun senang jika akan dipinjamkan buku, yang berjudul Surat Untuk Ayah dan Ibu. Belum berapa lama, dia mengirimkan pesan, dimana pesan tersebut berisikan pesan kepada sang peminjam buku, diantaranya untuk menjaga buku dengan sebaik mungkin, memulangkan tepat waktu, dan mereview buku tersebut. Itulah Bang Azwar, Ex Pemimpin Umum di LPM Dinamika yang selalu teratur, jelas, tuntas, dan yang tentu dia jomlo.   ...

Harus Bertoleransi, Tanpa Negosiasi

           Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak keberagamaan, baik itu suku, adat, ras, dan agama. Perbedaan yang tampak dari diri penduduk Indonesia bukan menjadi penghalang dalam kehidupan, apalagi dianggap sebagai penghalang untuk membangun kerukunan bangsa. Justru dengan perbedaan, masyarakat akan terjalin tali persaudaraannya, seperti semboyan Indonesia, " Bhineka Tunggal Ika ". Tampaknya beberapa masyarakat Indonesia sudah mencerminkan semboyan tersebut dengan cara bertoleransi.             Toleransi merupakan sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antarindividu dalam masyarakat. Berdasarkan kacamata penulis, penduduk Indonesia juga telah melakukan toleransi, mampu menghargai, apalagi dalam beragama. Walau dianggap hanya beberapa saja orang yang saling bertoleransi, terlihat saat Indonesia kembali digemparkan dengan pemberitaan bom bun...

Penanda Aku Benar Lebaran

          Masih terngiang ditelinga ku lirik lagu yang hingga kini masih popular, padahal, lagu itu sudah ada ketika aku masih kecil. Tentu kalian juga tau lagu yang kalau tak salah liriknya begini Baju baru Alhamdulillah, tuk dipakai dihari raya. Tak punya pun tak apa-apa. Masih ada baju yang lama.           Ingat? Aku harap ingat. Karena aku akan membahas tentang baju baru. Baju baru dihari lebaran menurut definisiku adalah baju yang harus dibeli dalam jumlah banyak, dan akan dikenakan ketika lebaran. Kalau dulu, semasa aku kecil, aku selalu menghitung baju lebaranku. Aku menganggap lebaran itu berjumlah 7 hari . Jadi, aku harus punya baju lebaran minimal 7 baju. Hari pertama aku memakai baju muslimah, hari kedua aku pakai baju yang lebih keren tentunya, dan dihari-hari selanjutnya aku harus memakai semua yang baru-baru.            Bukan aku di...

Reinkarnasi Sirup Ala Anak Kos

          Pernah berfikir, kenapa aku ketika dirumah dulu selalu saja mengotot ingin membuat sirup dingin dengan gelas yang dipenuhi es batu. Berbukaku memang bisa dikatakan tak sesuai sunnah, karena selalu menghadirkan makanan dan minuman yang banyak dimeja makan. Urusan memilah makanan dan minuman, akulah itu. Karena porsi makanku juga banyak. Apalagi urusan minuman, es lah yang selalu ku incar. Tapi kenapa sejak ramadan dari tahun-tahun yang lalu aku tak pernah bisa menikmati berbuka saat tak ada sirup?            Apa orang yang sedemikian dikatakan candu? Aku rasa iya, habbits yang terus aku lakukan itu terjadi hingga ramadan sekarang. Tapi, berbeda. Kalau dirumah penuh sirup, bisa dari beli sendiri, atau dari THR warung/toke sawit kami, kalau sekarang, tepatnya aku mengganti menu sirup itu menjadi yang lain. Bukan bosan, ya alasan utama karena malas membeli, dan sayang kalau beli sirup. ...

Merindu Masa Tadarus Bersama: Pulo Jantan.

            Malam kembali lagi datang. Posisi bulan saat itu menggantikan matahari yang sejak tadi bertengger diangkasa. Orang-orang ramai berjalan menuju Masjid yang megah dikampung itu. Mulai dari bocah, hingga yang tua, semua berbondong ke masjid. Pemandangan jalanan kampung yang diwarnai dengan corak masing-masing mukenah dan baju koko yang digunakan jamaah sangat sayang jika aku bukan bagian dari mereka. Sampai, bocah 12 tahun dengan mukenah polos berwarna putih tak pernah henti semangatnya untuk ikut melakukan tarawih di bulan ramadan. Lebih ia nantikan, untuk mengikuti tadarusan di masjid bersama yang lain.           Itulah aku, dengan bergairah setiap waktu salat tarawih aku berkemas lebih dulu dibanding orang tuaku. Terkadang pula namaku yang dipanggil mereka manakala aku kelamaam keluar rumah. Masih berbekas dalam ingatan ku dengan jelas, usia 12 tahunan ternyata aku sudah bisa...

Takjil Mahal; Gagal

            Tema hari ini, membikin kurindu sosok yang dirumah sana. Ah sudahlah, aku takut akan membahas dia,padahal aku ingin membahas apa yang telah disediakannya dimeja makan. Sebut saja dia mama, mama koki terbaik yang ku kenal. Pra berbuka itu rasanya nikmat, saat mama dan ayah mulai sibuk membuat dan membeli takjil. Setiap harinya meja makan dipenuhi dengan takjil, mulai dari yang kusuka hingga tak kusuka. Tapi intinya semua juga ku makan, karena aku suka makan. Belum lagi adikku yang selalu merengek meminta takjil yang banyak berjualan didekat rumah kami. Kalau aku menyimpulkan, uang ayah dan mama hampir selalu terkuras karena harus menuruti anak-anaknya yang taunya hanya minta, dan meminta.             Rindu itu rasanya berat, mau ditemui tapi jauh, jadi terpaksa ditahan, dan aku selalu mencari hal-hal yang menyerupai suasana dirumah. Yaa seperti dengan menyediakan tak...

Jangan Ngaret Beramal Karena Bukber

           Buka bersama, sudah tak lagi asing. Memang menjadi sebuah tradisi pada beberapa orang saat bulan ramadan tiba. Bahkan, jauh sebelum ramadan, ada sebagian yang telah berkoak menanyakan dan menginformasikan, "puasa tar kita bukber ya".  Sejak menduduki masa sekolah, tawaran ajakan bukber itu rasanya hampir bosan ku dengar. Ya gimana, kalau dilihat dari riwayat pendidikanku, ini membuat aku bahkan pusing sendiri.             Mulai dari TK, SD N Sidomulyo, SD N Pulo Jantan, SMP N Aek Kota Batu, SMA N Sukarame, SMANSA Ratu, UIN SU. Riwayat pendidikan ternyata menjadi kebingungan tersendiri saat ramadan tiba. Padahal, kebanyakan yang memberi tawaran, aku sudah tak ingat dia siapa. Belum lagi organisasi yang sejak dulu ku ikuti. Rentetan jadwal bukber ternyata harus disusun secara rapi dan harus waspada.            ...

Ada Gerutu di 23 Rakaatku

         Hal yang paling dirindu pada bulan ramadan salah satunya adalah tarawih. Apalagi kalau sudah flashback   ke belakang mengingat berbondong teman sekitar rumah datang untuk mengajak ke Masjid melaksanakan tarawih. Bahagia bukan? Teman masa kecil bukan hanya mengajak untuk asrama subuh, tapi juga melaksanakan ibadah yang menurutku itu juga melelahkan(masa kecil).         Lalu, bagaimana kalau sekarang? Apa aku atau teman-teman ku yang dulu juga masih merasakan nikmat tarawih bersama dengan keluarga dan teman terdekatnya untuk salat tarawih? Aku rasa tidak. Kecuali bagi dia yang merupakan anak perantauan yang dikatakan sudah hijrah dijalan Allah. Tapi mau gimanapun, anak perantauan juga harus mengikut tradisi dari warga yang ia tinggali. Mau tak mau, suka tak suka, memang harus kita ikuti.            Contohnya saja saat tarawih yang *ehm. Jumlah rakaat...

Sahur Pertama Rasa Dilema

Sumber: google.com           Ini, kali ketiga bagiku untuk sahur tanpa keluarga dikampung halaman. Bukan perihal itu memang hal yang wajar bagi para penuntut ilmu, tapi ini perihal bagaimana kita sebagai anak perantauan terbiasa akan hal itu. Awalnya aku mengira, aku bisa pulang kampung minggu ini, tapi karena beberapa amanah belum ku selesaikan, sehingga membuatku harus terikut kata hati, oke. Aku gak bakal pulang.          Sahur pertama memang serasa dilema jika jauh dari keluarga. Sudah jauh dari keluarga, malah ditambah tidak ada teman untuk sahur. Kasihan juga. Sebenarnya orang yang menjadi anak perantauan itu ada banyak, diantaranya karena tuntutan pekerjaan, mencari ilmu dikota lain, dan telah memiliki keluarga baru. Diposisi mana kita sebenarnya yang saat ini sedang sahur sendirian? Apapun posisi kita, kita seharusnya tahu beberapa trik untuk tak lagi merasa jauh dari keluarga. Mungkin lebih tepatnya mengubah sahur ras...