Malam makin hitam pekat. Jarum jam makin menunjukkan jam-jam rawan. Nyatanya, sahur akan sebentar lagi. Tapi hingga kini, diri yang lemah masih tetap berjibaku dengan jurnal elektronika. Tak apa, fikirku. Sudah memang sepatutnya. Kalau persoalan menulis seperti ini, aku tak anggap beban, malah ini sebagai pelepas penatku. Dan tak terasa, sudah hari ke-12 aku menulis diblog. Selama ini aku mengira bahwa aku menulis hal yang sia-sia, dan tak akan ada yang berminat membaca. Tapi syukurnya itu semua tak benar, masih ada juga yang membaca dan mengomentari lewat wa ku. Sampai, ada yang meminta ' Coba kalau nulis, kaitkan tema mu itu sama jodoh '. Aku diam. Berulang dan berulang, kalimat itu selalu ku dapat dari orang yang sama. Sampai, akhirnya aku mengiyakan. Membahas soal tilawah, aku jadi ingat orang-orang yang baru ku kenal. Sebuah grup yang awalnya aku menyangka ini grup...
Semua ada di sini-