Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.”
(HR. Bukhari no.1429, Muslim no.1033)
Banyak orang berlomba-lomba dalam mencari kebaikan pada bulan ramadan. Karena memang benar ramadan merupakan bulan yang penuh dengan pahala. Dalam bulan ramadan, umat islam bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu untuk emosi, dan untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Tapi, jangan juga untuk menahan harta. Ini amat disayangkan jika hari biasa sebagian dari kita yang mampu, hanya bisa menahan harta kita untuk kesenangan pribadi. Tanpa mengingat sebuah amalan yang sangat dianjurkan, yaitu sedekah. Kalaulah memang sebelumnya kita terbiasa menahan harta, ketika dibulan ramadan, puas-puaskan saja bagi kita untuk melepas harta.
Sedekah atau memberi santunan, sangat banyak keuntungannya. Diantaranya dapat menghapus dosa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614). Selain dapat menghapus dosa, sedekah juga memberi keberkahan pada harta untuk kita. Didalam sebuah hadits juga disebutkan bahwa harta tidak akan berkurang dengan sedekah
“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588).
Sifat dermawan seorang umat melalui bersedekah secara rutin, perlu juga didukung dengan tafaqquh fiddin, mengilmui agama dengan baik, sehingga terkumpul dua sifat yaitu alim dan juud (dermawan), maka akan dicapai kedudukan hamba Allah yang paling tinggi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
“Dunia itu untuk 4 jenis hamba: Yang pertama, hamba yang diberikan rizqi oleh Allah serta kepahaman terhadap ilmu agama. Ia bertaqwa kepada Allah dalam menggunakan hartanya dan ia gunakan untuk menyambung silaturahim. Dan ia menyadari terdapat hak Allah pada hartanya. Maka inilah kedudukan hamba yang paling baik.” (HR. Tirmidzi, no.2325, ia berkata: “Hasan shahih”)
Dengan banyaknya dalil dari keutamaan memberi santunan, marilah kita bermuhasabah diri. Sudah sesering apa kita dalam melepas harta kita dengan hati yang ikhlas dan jiwa yang rido untuk memberikan rezeki kita kepada yang lebih membutuhkan. Dalam tulisan kalimat terakhir, penulis mengajak untuk kita semua agar dibulan ramadan ini untuk menahan emosi, hawa nafsu, bukan menahan harta. Sedekahkan harta kita untuk yang lebih membutuhkan.
#Day11
#santunan
#CeritaRamadanku
#29HariNgeblog
Komentar
Posting Komentar