Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno.
Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur "Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku.
Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga?
Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuanya tapi aku suka berkomentar dalam hati sendiri, melihat perbandingan dengan tahun-tahun kemarin.
"Tahun kemaren ada tape, ini sama"
"Kue bangkitnya ada titik titik pinknya, sama juga"
"Ada emping lagi"
"Roti ketawak mininya ada lagi"
"Wajik bandungnya agak keras ya"
Semacam itu kira-kira tuturku dalam hati. Dan itu, tuturku pada kue hari raya dirumah saudara atau tetangga yang seisi rumahnya adalah orang zaman dulu.
Berbeda, kalau aku datang kerumah saudaraku yang anak-anaknya sudah kekotaan, atau tinggal didaerah kota, atau apalah, aku saja sampai tak tahan ingin santap ini santap itu. Kau tau gerutuku?
"Kue coklatnya enak kaliii"
"Makaroni nya enggak pedas kali kok"
"Ada bolunya juga"
Dan banyak lagi, yang jelas, kuenya berbeda dengan rumah-rumah sebelumnya.
Ini mengapa dalam pengantar tulisan tadi aku berkata perbandingan dari orang zaman dulu dengan orang zaman sekarang. Ya sebenarnya tidak ada yang tidak nikmat, semua nikmat, mau kue lebaran berjenis zaman dulu, ataupun zaman sekarang, tetap saja aku suka. Kalau ada kue lebaran, tandanya sang pemilik rumah mampu dalam menjamu tamu, kalau tidak, ya tidak mengapa.
#Day26
#CeritaRamadanku
#29haringeblog
Komentar
Posting Komentar