Tema hari ini, membikin kurindu sosok yang dirumah sana. Ah sudahlah, aku takut akan membahas dia,padahal aku ingin membahas apa yang telah disediakannya dimeja makan. Sebut saja dia mama, mama koki terbaik yang ku kenal. Pra berbuka itu rasanya nikmat, saat mama dan ayah mulai sibuk membuat dan membeli takjil. Setiap harinya meja makan dipenuhi dengan takjil, mulai dari yang kusuka hingga tak kusuka. Tapi intinya semua juga ku makan, karena aku suka makan. Belum lagi adikku yang selalu merengek meminta takjil yang banyak berjualan didekat rumah kami. Kalau aku menyimpulkan, uang ayah dan mama hampir selalu terkuras karena harus menuruti anak-anaknya yang taunya hanya minta, dan meminta.
Rindu itu rasanya berat, mau ditemui tapi jauh, jadi terpaksa ditahan, dan aku selalu mencari hal-hal yang menyerupai suasana dirumah. Yaa seperti dengan menyediakan takjil ala rumah sendiri, tentu beli jadi. Bukan memasaknya lagi seperti mama. Dan tinggal dikota orang, aku jadi lebih paham. Ternyata dipinggiran jalan, diarea masjid, penjual takjil bersebaran dimana-mana.
Belum lagi aku mendapat pengetahuan baru tentang takjil khas melayu,yaitu Bubur Pedas. Memang benar itu bubur sudah lama ada. Tapi aku benar baru mengetahuinya dibulan penuh berkah ini. Walau aku seorang yang membenci masakan pedas, tapi akupun turut merasa itu unik dan kreatif bagi yang memasak dan menciptakan menu baru seperti itu.
Sehingga aku memutuskan untuk menggerakkan berjualan takjil juga dengan teman seperjuanganku dikelas. Sekitar 8 orang kami memutuskan untuk berjualan. Bukan hanya sebatas mencari penghasilan, tapi lebih tepatnya mencari pengalaman dengan hal yang kami anggap baru. Yaitu berjualan. Maklum saja, aku pernah mencoba berjualan sendiri, tapi ternyata bakat dan minat ku tak menjadi seorang penjual, sehingga aku memikirkan hal baru yaitu dengan berjualan secara berkelompok.
Tapi ternyata, hingga ramadan ke empat kamipun tak kunjung membincangkan soal itu. Hingga ternyata planning hanya tinggal planning. Tanpa ada bukti untuk berjualan dan terjun ke pinggir jalanan Medan. Menjual Takjil Mahal(Murah dan Halal) hanya tinggal kenangan.
#Day4
#takjil
#CeritaRamadanku
#29haringeblog
Komentar
Posting Komentar