Langsung ke konten utama

Reinkarnasi Sirup Ala Anak Kos

          Pernah berfikir, kenapa aku ketika dirumah dulu selalu saja mengotot ingin membuat sirup dingin dengan gelas yang dipenuhi es batu. Berbukaku memang bisa dikatakan tak sesuai sunnah, karena selalu menghadirkan makanan dan minuman yang banyak dimeja makan. Urusan memilah makanan dan minuman, akulah itu. Karena porsi makanku juga banyak. Apalagi urusan minuman, es lah yang selalu ku incar. Tapi kenapa sejak ramadan dari tahun-tahun yang lalu aku tak pernah bisa menikmati berbuka saat tak ada sirup?
           Apa orang yang sedemikian dikatakan candu? Aku rasa iya, habbits yang terus aku lakukan itu terjadi hingga ramadan sekarang. Tapi, berbeda. Kalau dirumah penuh sirup, bisa dari beli sendiri, atau dari THR warung/toke sawit kami, kalau sekarang, tepatnya aku mengganti menu sirup itu menjadi yang lain. Bukan bosan, ya alasan utama karena malas membeli, dan sayang kalau beli sirup. Lalu bagaimana? Apa aku atau kita yang telah candu untuk minum sirup dingin sekarang tak lagi minum sirup?

          Ala ku, atau ala anak kos lain. Menggantinya dengan minuman-minuman lain, diantaranya adalah :
1. Mandi (manis dingin)
           Dengan teh manis dingin, akan lebih ribet yang pasti, dan lebih mahal, tapi itulah memang menjadi minuman favorit anak kos. Terkhusus aku. Apalagi kalau es batunya banyak, itu yang membuat aku semakin merasa nikmatnya minum. Karenapun, aku orang yang tak suka dan jarang meminum air putih. Sangat disayangkan memang.

2. Jusaaago (Jus apa aja asal goceng)
           Jangan, jangan dicari ke warung atau internet, pengertian ataupun kepanjangan dari jusaaago. Itu hanya singkatan unfaedah. Intinya, yaitu, selain manis dingin, aku yang mewakili anak kos juga sudah meminum jus yang rasa apa aja asalkan harga goceng(lima ribu). Memang kalau beli langsung, ada yang menyediakan jus yang dingin, ada pula yang tidak dingin. Tapi, yang terpenting rasanya berbeda, dan tidak natural sepertu air putih. Ah asal goceng, enaklah itu bagiku.

3. Kepal Milo
          Tentu sudah semua tahu apa itu kepal milo, ya intinya semacam Es Milo yang disajikan dalam mangkuk berbentuk bulat, seakan-akan dikepal tangan manusia. Itu, adalah trendly nya orang medan. Kalau kau belum tau, segerakan untuk ke Medan, dan membelinya.
            Mungkin itu sebagian dari reinkarnasi Sirup ala anak kos. Intinya, jangan sepertiku, suka semua minuman yang berasa, tapi tidak suka dan bahkan jarang minum air putih. Karena kata orang, air putih itu baik untuk kesehatan:katanya. Dan, silahkan merubah hobi meminum sirup dengan rekomendasi minuman dari reinkarnasi sirup seperti tiga poin tersebut. Tentu nikmat, apalagi kalau minumnya bersama keluarga, dan bisa juga bersamaku. Lebih indah bukan.

#Day6
#Sirup
#CeritaRamadanku
#29HariNgeblog

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...