Warung makan, bukan sebatas warung untuk makan dan mengisi perut yang kosong. Tapi juga sebagai wadah kumpulnya orang-orang yang berbeda dan bertemu dalam sebuah meja-meja yang berpisah. Ya simple nya itu tempat bagi orang kelaparan juga sih.
Dikampus, jujur saja aku bingung untuk mencari warung makan. Karena terbatas. Tak lama akhirnya aku dan temanku menemukan warung makan didepan kampus, dan aku tak suka itu. Entah kenapa, rasanya kurang nyaman. Itu saja. Hingga akhirnya kami menemukan tempat baru, namanya Talago.
Warung nasi pada umumnya memiliki rasa yang sama, hanya saja bagaimana pelayanan penjualnya, dan rasa manis dinginnya yang khas, yang membuat pembeli menetapkan diri sebagai pelanggan yang setia diwarung tersebut. Sama halnya seperti kami, yang sekarang telah menjadikan talago sebagai warung makan langganan kami.
Sejak awal kami makan nasi disitu, rasanya sudah ada kenyamanan dengan ibu penjualnya, yang kami sendiripun tak tau siapa namanya. Yang jelas, dia baik, ramah, dan kalimat yang tak bisa ku lupa, membuatku berat meninggalkannya itu "Kalian libur ya? Kemana aja? Ibuk tunggui ga ada datang juga". Begitulah kira-kira. Keakraban kami dengannya bukan lagi seperti penjual dan pembeli, tapi seperti anak yang ramai datang kerumah lalu memanggil "bukk, kayak biasa ya. Bukk, pake ayam ya. Bukk manis dinginnya 4 ya" atau semacamnya.
Sampai, ramaipun keadaan, dia tetap mendahulukan kami, yang padahal bukan kami pembeli pertama. Tapi itulah, dengan percaya diri aku menyatakan bahwa dia nyaman dengan kami. Kalau tidak, ya mungkin ini hanya kepedeanku. Hingga, saat ramadan akan tiba, kami berpamitan dengan ibu disaat setelah makan siang. Dia bertanya "Kalian gak libur? " kami menggeleng, sambil berkata "ibuk tetap buka lah ya? Biar kami bisa bukber disini" ibu hanya tersenyum.
Dan nyatanya sekarang, teman-temanku yang berhalangan berpuasa yang sudah bisa menikmati makanannya, sedangkan kami, langganan ibu talago, tidak bisa berkesempatan makan disana. Intinya, semua tentang ibu talago. Ana rindu.
#Day12
#warungmakan
#CeritaRamadanku
#29HariNgeblog
Komentar
Posting Komentar