Langsung ke konten utama

Low to Great Momen! Jangan Drama Nanggepin Masalah!


Harusnya aku ga nulis lagi, karena uda pernah nulisnya di sini Low Moment To Great Momen.  Tapi karena aku rajin (hehehehe), yauda tulis aja lagi dengan kondisi tubuh yang agak anu.

Baik, bicara Low to Great Momen. Ada banyak manfaatnya. Sia-sia rasanya kalau aku hanya bicara soal aku, tanpa ngasih sedikit feedback.

1. Kalau kita kurang syukur, ingat momen itu. Ingat rahmat itu, ingat kalau Allah enggak sejahat yang kita kira. Ingat kalau ada Al-Insyirah:5.

2. Kalau kita ngerasa gak bisa jadi apa-apa, ingat momen itu. Bersyukur, bertahan, dan mengubah masalah jadi syukur juga termasuk hal yang hebat. Ternyata kita ga buruk amat. Kita bertahan di masa sulit, itu hal yang takjub.

3. Ingat aja, kita pernah mengupgrade diri kita, dengan mencapai Great Momen, yang padahal sebelum sudah sangat low.

     Membahas low to great momen, aku banyak momennya rupanya. Tapi setelah lelah keras aku mengingat. Di akhir ingatan, Alhamdulillah yang tentunya terucap pertama kali, ternyata Allah punya rencana lain di balik setiap kejadian.

Kuliah 6 Tahun - Nulis Novel Perjalanannya
     Ya walau bukan bestseller, setidaknya aku bisa jadi sosok paling tangguh yang mengabadikan momen menyebalkan kuliah selama itu dijadikan sebuah novel. Walau bukan kisah nyata, setidaknya perjalanan kemarin jadi bahan untuk bercerita di novel. Menarik, lumayan nambah portofolio kepenulisan xixi.
       Kenapa jadi low moment? Ya sejujurnya aku memang anggap ini merupakan low-nya aku🙏. Selepas wisuda, seakan separuh beban di tubuh hilang seketika. Dia banyak menguras energi, uang, waktu, dan perubahan emosiku. Ajaib memang.

Dilarang Keras Masuk Pesantren - Kerjanya di Pesantren
      Aku ingat, setamat SD, aku merengek minta pesantren. Kata orangtua ga usah. Sampai detik sekolah tinggi juga bukan di lingkungan agama yang agama banget. Alhamdulillah Allah mudahkan segala urusan dengan masuk pesantren tanpa dicari, setelah bersusah ria di pekerjaan sebelumnya, Allah mudahkan untuk belajar seperti santriwati, Allah mudahkan untuk belajar agama dan kebiasaan baik seperti ini.
   Ga ada status jadi santriwati, tapi bisa dipanggil ustazah. Menurutku ini hal yang azxsfwbhyrtakp Allah baik banget! Gak bisa terdefinisikan gimana. Ini lingkungan yang kumau dari dulu ya Allah!

Ada banyak banget-nget-nget!
   Mulai dari pengalaman yang ga baik di lingkungan pertemanan, Allah datangkan teman yang teramat baik di kemudian hari. Pekerjaan yang masih acakadut belum tau arahnya, Allah datangkan hal baik setelah itu.

Itulah kenapa, sebaiknya ketika ada masalah hadir, atau momen kurang baik di hidup hadir, disikapi dengan bijak dan santai, jangan terlalu berdrama. Jangan berlebihan. Akan lelah, akan muak.

Kau boleh 3 tahun menganggur karena belum dapat yang cocok, tapi kau gak boleh tetap diam dan meratapi terus menerus. Belajar, berproses, berusaha, berdoa! Janji Allah itu pasti. 

       Ya intinya, kalau ada masalah ya-toh disikapi dengan baik. Jangan berlebihan berduka, jangan berlebihan terpuruk. Semangat mencatat dan mengingat momen baik setelah banyak keterpurukan! Allah baik, Allah mau ummatnya berusaha dan mendapatkan hal baik lainnya. 


#tautannarablog6
#day4

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...