Harusnya aku ga nulis lagi, karena uda pernah nulisnya di sini Low Moment To Great Momen. Tapi karena aku rajin (hehehehe), yauda tulis aja lagi dengan kondisi tubuh yang agak anu.
Baik, bicara Low to Great Momen. Ada banyak manfaatnya. Sia-sia rasanya kalau aku hanya bicara soal aku, tanpa ngasih sedikit feedback.
1. Kalau kita kurang syukur, ingat momen itu. Ingat rahmat itu, ingat kalau Allah enggak sejahat yang kita kira. Ingat kalau ada Al-Insyirah:5.
2. Kalau kita ngerasa gak bisa jadi apa-apa, ingat momen itu. Bersyukur, bertahan, dan mengubah masalah jadi syukur juga termasuk hal yang hebat. Ternyata kita ga buruk amat. Kita bertahan di masa sulit, itu hal yang takjub.
3. Ingat aja, kita pernah mengupgrade diri kita, dengan mencapai Great Momen, yang padahal sebelum sudah sangat low.
Membahas low to great momen, aku banyak momennya rupanya. Tapi setelah lelah keras aku mengingat. Di akhir ingatan, Alhamdulillah yang tentunya terucap pertama kali, ternyata Allah punya rencana lain di balik setiap kejadian.
Kuliah 6 Tahun - Nulis Novel Perjalanannya
Ya walau bukan bestseller, setidaknya aku bisa jadi sosok paling tangguh yang mengabadikan momen menyebalkan kuliah selama itu dijadikan sebuah novel. Walau bukan kisah nyata, setidaknya perjalanan kemarin jadi bahan untuk bercerita di novel. Menarik, lumayan nambah portofolio kepenulisan xixi.
Kenapa jadi low moment? Ya sejujurnya aku memang anggap ini merupakan low-nya aku🙏. Selepas wisuda, seakan separuh beban di tubuh hilang seketika. Dia banyak menguras energi, uang, waktu, dan perubahan emosiku. Ajaib memang.
Dilarang Keras Masuk Pesantren - Kerjanya di Pesantren
Aku ingat, setamat SD, aku merengek minta pesantren. Kata orangtua ga usah. Sampai detik sekolah tinggi juga bukan di lingkungan agama yang agama banget. Alhamdulillah Allah mudahkan segala urusan dengan masuk pesantren tanpa dicari, setelah bersusah ria di pekerjaan sebelumnya, Allah mudahkan untuk belajar seperti santriwati, Allah mudahkan untuk belajar agama dan kebiasaan baik seperti ini.
Ga ada status jadi santriwati, tapi bisa dipanggil ustazah. Menurutku ini hal yang azxsfwbhyrtakp Allah baik banget! Gak bisa terdefinisikan gimana. Ini lingkungan yang kumau dari dulu ya Allah!
Ada banyak banget-nget-nget!
Mulai dari pengalaman yang ga baik di lingkungan pertemanan, Allah datangkan teman yang teramat baik di kemudian hari. Pekerjaan yang masih acakadut belum tau arahnya, Allah datangkan hal baik setelah itu.
Itulah kenapa, sebaiknya ketika ada masalah hadir, atau momen kurang baik di hidup hadir, disikapi dengan bijak dan santai, jangan terlalu berdrama. Jangan berlebihan. Akan lelah, akan muak.
Kau boleh 3 tahun menganggur karena belum dapat yang cocok, tapi kau gak boleh tetap diam dan meratapi terus menerus. Belajar, berproses, berusaha, berdoa! Janji Allah itu pasti.
Ya intinya, kalau ada masalah ya-toh disikapi dengan baik. Jangan berlebihan berduka, jangan berlebihan terpuruk. Semangat mencatat dan mengingat momen baik setelah banyak keterpurukan! Allah baik, Allah mau ummatnya berusaha dan mendapatkan hal baik lainnya.
#tautannarablog6
#day4
Komentar
Posting Komentar