Jangan suruh aku pergi, karena aku bukan mau bertamu.
Aku cuma sedang mengamatimu, yang sepertinya sukai dia, tapi menjadikanku pilihan juga.
Disclaimer, judul dan isi tentunya tidak sinkron.
Bukti kita sudah cukup muak dengan perdramatisan romantisme di bumi ini adalah ketika kita suka sama orang, yaudah. Gak muluk-muluk, mau maju ya silakan, mau diam di tempat ya monggo, mau mundur sebelum maju ya gak salah juga.
Dulu mungkin beberapa dari kita, kalau suka sama orang, ada yang mendem sampek bertahun-tahun. Bahkan untuk terlihat sedang suka pun gak pernah ada pertanda sedikitpun.
Ada juga, yang udah suka sama orang jangan kan jumpa orangnya, ada temen nyebut namanya aja bisa langsung salting.
Nah ada juga nih, orang yang kalau uda suka, mau gimanapun ceritanya, harus berjuang dulu sebelum janur kuning melengkung.
Tapi, pernah gak, ternyata kamu tau dia sukanya sama oranglain?
Ada beberapa cerita yang mau aku bagi dikit.
Seorang cewek, disukai sama laki-laki, nah si cowok langsung ngaku suka sama cewek, nah loh si cewek langsung ngejauh.
Ada juga cerita, si cewek suka sama cowok, nah si cowok tau kalau ni cewek suka sama dia, wah syukurnya dia cowok baek, ya dibodo amatin, tetep temenan. Katanya kalau dia cowok nakal, pasti dia deketin tu cewek juga dan langsung manfaatin.
Kamu pernah di posisi itu? Pernah gak?
Aku pernah, menjauh dari beberapa teman lelaki yang mulai terlihat, dan bahkan mengutarakan perasaannya itu. Setelah beberapa lama, teman ku cerita, kalau dia bertingkah seakan sangat membenci lelaki itu.
Aku malah bilang, dia gak salah karena suka samamu. Perasaan bisa muncul kapanpun dan ke siapapun.
Lah terus kenapa di praktik nya aku gak sadar akan hal itu? Haha
Suka sama orang, itu memang pilihan masing-masing orang. Menyikapi rasa suka, pun pilihan. Tapi bukannya pilihanya hanya dua?
- Memendam, dan memilih jalur langit, melibatkan Allah dan benar-benar cukup dipendam. Urusan akankah berlanjut di pelaminan, atau hanya sebuah pengikhlasan, halah nantilah itu. Ikhtiar dulu.
- Dan mengutarakan maksud hati tujuan untuk menikahinya?
Lalu, apa hak kita untuk memaksa hati seseorang agar menyukai kita? Apa hak kita untuk terus terobsesi agar dia pun melirik kita? Istighfar. Jangan berlebihan. Dia manusia, tak perlu sebegitunya mengejar manusia.
Dan lagi, iya benar. Kamu suka dia tetap suka dia walau dia suka sama yang lain, tapi ketika kamu bersama yang lain nanti, jangan jadikan si dia yang lama menjadi bayang-bayangmu setiap harinya, ya. Sehat-sehat, mari bangun cinta bersama orang yang juga siap membangun cintanya dengan kita.
#tautannarablog6
#edisikagetbanget
#day15

Komentar
Posting Komentar