Langsung ke konten utama

Ya Terserah, Saya Tetap Suka Kamu, Walau Kamu Suka Dia

Jangan suruh aku pergi, karena aku bukan mau bertamu.

Aku cuma sedang mengamatimu, yang sepertinya sukai dia, tapi menjadikanku pilihan juga.

 Disclaimer, judul dan isi tentunya tidak sinkron. 

  Bukti kita sudah cukup muak dengan perdramatisan romantisme di bumi ini adalah ketika kita suka sama orang, yaudah. Gak muluk-muluk, mau maju ya silakan, mau diam di tempat ya monggo, mau mundur sebelum maju ya gak salah juga.

       Dulu mungkin beberapa dari kita, kalau suka sama orang, ada yang mendem sampek bertahun-tahun. Bahkan untuk terlihat sedang suka pun gak pernah ada pertanda sedikitpun.

Ada juga, yang udah suka sama orang jangan kan jumpa orangnya, ada temen nyebut namanya aja bisa langsung salting.

Nah ada juga nih, orang yang kalau uda suka, mau gimanapun ceritanya, harus berjuang dulu sebelum janur kuning melengkung. 


Tapi, pernah gak, ternyata kamu tau dia sukanya sama oranglain?

Ada beberapa cerita yang mau aku bagi dikit. 

Seorang cewek, disukai sama laki-laki, nah si cowok langsung ngaku suka sama cewek, nah loh si cewek langsung ngejauh. 

Ada juga cerita, si cewek suka sama cowok, nah si cowok tau kalau ni cewek suka sama dia, wah syukurnya dia cowok baek, ya dibodo amatin, tetep temenan. Katanya kalau dia cowok nakal, pasti dia deketin tu cewek juga dan langsung manfaatin.


Kamu pernah di posisi itu? Pernah gak?

Aku pernah, menjauh dari beberapa teman lelaki yang mulai terlihat, dan bahkan mengutarakan perasaannya itu. Setelah beberapa lama, teman ku cerita, kalau dia bertingkah seakan sangat membenci lelaki itu.

Aku malah bilang, dia gak salah karena suka samamu. Perasaan bisa muncul kapanpun dan ke siapapun. 

Lah terus kenapa di praktik nya aku gak sadar akan hal itu? Haha


Suka sama orang, itu memang pilihan masing-masing orang. Menyikapi rasa suka, pun pilihan. Tapi bukannya pilihanya hanya dua? 

- Memendam, dan memilih jalur langit, melibatkan Allah dan benar-benar cukup dipendam. Urusan akankah berlanjut di pelaminan, atau hanya sebuah pengikhlasan, halah nantilah itu. Ikhtiar dulu. 

- Dan mengutarakan maksud hati tujuan untuk menikahinya?

    Lalu, apa hak kita untuk memaksa hati seseorang agar menyukai kita? Apa hak kita untuk terus terobsesi agar dia pun melirik kita? Istighfar. Jangan berlebihan. Dia manusia, tak perlu sebegitunya mengejar manusia.

Dan lagi, iya benar. Kamu suka dia tetap suka dia walau dia suka sama yang lain, tapi ketika kamu bersama yang lain nanti, jangan jadikan si dia yang lama menjadi bayang-bayangmu setiap harinya, ya. Sehat-sehat, mari bangun cinta bersama orang yang juga siap membangun cintanya dengan kita. 

#tautannarablog6

#edisikagetbanget

#day15





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...