Langsung ke konten utama

Cek Lis Persiapan Sebelum Ngeblog



Menjadi narablog rasanya sudah tak terbilang sulit lagi, karena terbukti dari banyaknya tulisan blog yang telah terposting. Bukan hanya bagi penulis profesional, tapi juga penulis pemula, tepatnya narablog pemula.

Namun pula, masih ada saja yang bingung dan belum mengetahui apa sebenarnya blog, bagaimana mengolahnya, dan apa yang harus dipersiapkan sebelum dan sesudah memiliki blog. Berketepatan hari ini tepat Hari Blogger Nasional, aku pribadi mengharapkan agar semua milenial tak hanya hobi menjadi netizen dan hobi mengomentari kesalahan orang lain, tapi malah menyentil kritik kesalahan orang lain untuk perbaikan, dan bisa saja melalui blog. Tak harus ke media massa ternama kan?

Berikut kupaparkan lis persiapan yang harus dilakukan sebelum ngeblog

1. Pastikan Punya Blog
"Gak mau buat blog, ribet." Kelen belum nyoba buat barangkali. Cek dulu blogspot.com, join pakai email, dan buat blog baru, nama blog, alamat blog, tema dan langsung daftarkan.
Tak semua pemula, harus memiliki guru. Kita sendiri juga bisa jadi guru untuk bodohnya kita. Intinya, pandai baca!

2. Tujuan Buat Blog
Tujuan orang punya blog beda-beda, ada yang untuk mencari uang, sekadar berbagi tip, menjadikan blog sebagai wadah untuk berceloteh kritik, atau juga cuma tempat untuk memposting tugas kuliah.

Tujuan blog, memang harus sudah ditentukan sejak awal. Agar tak gado-gado (campuran). Jika memang ingin gado-gado, tak apa. Have fun saja. Blog itu milik kita. Orang lain yang berkomentar. Sudah siap? Silahkan tentukan tujuan.

3. Punya Tulisan
Kalau pemula, jangan pakai bahasa yang disebut bahasa ilmiah. Akan sulit. Pastinya, karena tulisan blog acapkali lebih jatuhnya pada tulisan ringan dan mengajak pembaca untuk nyaman membaca. Dan sebelum ngeblog, harus siapkan tulisan yang sudah selesai. 

Tulis di mana saja, jangan banyak alasan tak sempat nulis. Gunakan note di gawai. Mudah kan? Satu lagi, agar tak terlihat sangat membosankan, selipkan juga foto yang mendukung tulisan.


Jangan lupa untuk persiapan lain versi kelen, tulis, dan cek lis. Membuatmu sebagai narablog pemula tak kesulitan lagi. Mau coba? Silahkan, kau akan terharu melihat blogmu di kemudian hari nanti. Selamat hari blog.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...