Langsung ke konten utama

Kuliah Sampingan Organisasi Number One?


"Kau akan terkecoh, kalau cuma lihat judul"
Pastinya saya tak punya motivasi
 dengan pemilihan foto pada tulisan.

Mengingat judul sebelumnya tentang kegelisahan saya sendiri tentang diri saya yang bisa dikatakan tak akan jadi apa-apa dengan ilmu yang pas-pasan di Fisika. Saya memutuskan berorganisasi.

Organisasi pertama saya memilih LPM Dinamika. Membuat saya makin jauh dengan teman kelas. Selalu boros uang karena harus bolak-balik dari kampus saya (sutomo) ke pancing. 

Apalagi saya sering ikut rapat. Ya saya sendiri juga sudah tergiur di sana. Membuat saya terlalu nyaman dan sering khilaf untuk tak masuk kelas. Apalagi ketika itu saya sebagai reporter. Kalau ingin tau, boleh baca di sini .

Pengalaman yang sedemikian apik itu benar-benar saya dapat dari organisasi. Dan itu tidaklah mungkin saya raih di kelas. Benar? Pasti.

Rasa penasaran dan ketidakpuasan saya makin melonjak sampai semester akhir begini. Akhirnya saya mengambil jalan untuk ikut organisasi baik di luar atau dalam kampus. Sayangnya, ada banyak mahasiswa yang selalu mengikut campur pada mahasiswa aktivis kampus yang selalu gila organisasi. Kau ingin tau celoteh saya seputar itu? Saya menulisnya pada bagian ini.
Saya awalnya merasa kecil karena selaku dikatakan kuliah sampingan, uin pancing itu kampus utama saya, teman saya adalah teman organisasi. Tapi akhirnya saya sadar, bahwa ternyata banyak yang seperti saya. Dan mereka juga pasti berorganisasi.

Ada yang jujur mengakui bahwa mereka memang lebih nyaman di organisasi dan menghabiskan waktu di sana, rela tidak pernah masuk kelas untuk sekadar duduk di ruang organisasi, ada yang benar pandai mengatur waktu, ada pula yang bisa tetap berprestasi secara akademik. Benar-benar semua tergantung manusianya.

Perlu diketahui, sebenarnya mahasiswa yang ikut organisasi dan terlaku nyaman di sana bukan berarti mereka ingin menjadikan kuliah sebagai sampingan. Mereka juga ingin seperti mahasiswa lain yang berjuang agar nilai tetap stabil bahkan meningkat. 

Ingin juga dikenal jurusan dan teman-teman karena kecerdasan dan keaktifannya di kelas. Ingin juga banyak teman di kelas, ingin pergi bersama, menghabiskan masa perkuliahan sama-sama.

Benar, mereka juga ingin. Dan memilih organisasi bukan karena mereka sudah paling hebat, tapi karena mereka punya cara sendiri agar mereka mampu bertahan di tengah 'hal' yang mereka anggap adalah 'kegagalan'.
Di organisasi, mereka dapat ilmu kepemimpinan, marketing, public speaking, problem solving, habbits, kepenulisan, kritis, belum lagi relasi yang begitu banyak, jalan keliling gratis, ada di sini dan banyak hal lain. Orang berorganisasi, kalau dia benar berorganisasi, pasti akan mengatakan banyak betul manfaat baik yang didapat di organisasi.

Sayangnya, ada beberapa teman tak menyukai hal itu. Bahkan dosen?

Sekali lagi, ayo jaga ucapan. Jangan banyak mengomentari. Kau tak tahu, apa yang sudah diperjuangkannya demi dapat banyak ilmu baru di organisasi.

Kalau ada seorang aktivis yang nyaris lupa tujuannya berkuliah, atau nyaris tidak pernah masuk kelas demi organisasi, ingatkan dengan cara yang baik. 

Kuatkan dia, bukan malah menegurnya lewat sindiran. Sampai sini semoga lebih paham.
.
.
.
Ohya, saya heran, ini tulisan kenapa pembawannya jadi pilu begini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...