
MUDAH-MUDAHAN MEMANG MUDAH.
Layaknya Ftv, selalu saja ada drama di dalamnya. Seperti kehidupan perkuliahan yang saya sendiri juga bingung, kenapa ini tidak sesuai skenario. Kenapa ini bukan seperti hasil yang saya harapkan pra perkuliahan.
Sebutlah itu namanya tidak sesuai ekspektasi. Sebenarnya saya tak pernah memasang impian ataupun khayalan-khayalan indah di perkuliahan. Tapi malah yang saya rasakan justru lebih gila. Saya tidak jadi apa-apa di sana.
Ya saya fikir fisika yang saya maksud ketika SMA adalah sama dengan fisika di perkuliahan. Membuat saya semakin tak tertarik. Apa lagi mata kuliah fisika statistik, mata saya hampir kero jika dipaksa untuk tetap melihat angka-angka itu. Mata kuliah fisika inti, saya seakan seperti anak kecil yang kesenangan melihat angkanya menari-nari keliling di kepala saya. Kalau saya lelah melihatnya saya pasti tertidur.
Asli, saya juga heran entah kenapa saya seperti ini. Apa ini Isma? Bukannya dulu suka berhitung, suka sekali dengan rumus, dan suka sekali persoalan yang rumit.
Stop sudah sudah. Sudah cukup puas hinaannya. Sudah cukup puas orang lain menganggap rendah. Sudah cukup sering asisten lab dibuat gila karena menghadapi praktikan yang tak taunya tak bisa tertolong.
Haha. Saya pun melangkah lebih maju, untuk berhasil, saya harus keluar dari zona ini. Bukan dengan pindah kuliah, tapi dengan ikut organisasi.
Sadar diri ini sudah sejak awal perkuliahan, akhirnya saya pun ikut organisasi. Sampai dibilang kalau kuliah sampingan, itu sudah biasa saya dengar. Sangat biasa.
Tak apa. Harus pandai melegakan hati, harus tetap bisa bertahan. Dan harus tetap bisa berkuliah sambil berorganisasi.
Jadi ceritanya ini tulisan cuma curcol? Ya iya! Curcol. Kenapa?
Tapi sebentar, sini saya bisikkan. Belajarlah jadi orang yang suka mendengar dan menghargai cerita orang lain. Belajarlah mengutip pelajaran dari orang lain, walaupun itu bernilai kecil. Kita merasa pengalaman kita sudah cukup hebat. Sampai menutup diri menjadi orang yang tidak lagi pembelajar. Apa sudah yakin?
Teruntuk kalian, mahasiswa yang mungkin saat ini sedang bingung. Kenapa dulu di sekolah selalu juara kelas, tapi di perkuliahan seakan jadi mahasiswa terbego. Atau yang dulunya selalu cepat nangkap materi pelajaran, dan sekarang jadi orang terlemot di kelas. Atau jangan-jangan, sedang dilema antara jurusannya apa, organisasinya apa, dan cita-'citanya apa?
Bersabar sebentar lagi. Segeralah memilih.
Memilih untuk tetap menjalaninya dengan melakulan aktivitas lain yang membuat kita tidak benar-benar menjadi orang terbelakang. Memilih untuk segera pergi, mengulang dari awal. Artinya pun sudah siap kan menjadi mahasiswa baru lagi. Atau memilih untuk segera tarik diri sendiri dulu, memastikan kemauan diri kita sebenarnya apa. Mengikuti bakat kah, minat kah, atau takdir?
Jadi siapa pun yang sudah merasakan ketidakpuasan dirinya dengan dunia perkuliahan, terbiasalah untuk terus belajar dengan siapapun, darimana pun, dan bagaimana pun caranya.
Dan untuk kamu yang selama ini anggap remeh sama satu dua orang teman, karena dia terlalu gila dalam berkuliah, berorganisasi, atau karena dia terlambat dalam hal apapun, berhentilah menghinanya!
Itu becanda kali.
Hey! Becanda mu tidak lucu. Serius! Kau tau akan bagaimana nasibmu di kemudian hari? Kau tak malu jika suatu masa malah kau yang mendapati perlakuan tak baik seperti yang pernah kau lakukan dulu kepada temanmu? Apa kau tau bahwa kau benar-benar akan lebih sukses dari pada dia?
Ayo lah. Berhenti pilih-pilih, berhenti bercanda dengan kalimat yang mengiris hati. Kau kan beragama. Pasti sudah belajar soal akhlak.

Komentar
Posting Komentar