Jangan baca ini kalau hari ini kau lagi emosi, jangan baca ini kalau kau sedang tidak baik hubungannya dengan saya.
Kalau di depan mama, saya bilang kalau saya adalah titisan Albert Einstein, yang sering beda dari yang lainnya. Tidak pintar di kelas, tapi pintar di luar, entah itu pintar mengakali, pintar melawak atau pintar mengganggu orang-orang.
Kalau di depan kaca, saya bertanya ulang baru-baru ini. Apa saya sebenarnya titisan Maudy Ayunda?
Oke saya masih bersemangat bercerita tentang dilema nya ala Maudy yang sempat viral. Bahkan kalau diceritakan ulang, bikin yang mendengar masih tak menyangka.
Viral pertama, pengakuan Maudy yang sedang dilema karena dipilih oleh dua kampus yaitu Harvard dan Stanford. Membuat banyak umat jiwa syoknya meronta-ronta sampai berlarut-larut. Twiter ramai akan hal itu.
Dan sempat viral juga pengakuan ia bersama Mbak Nazwa, yang sangat mencintai ujian dan belajar. What?
Bagi banyak orang mungkin itu suatu keanehan, termasuk saya. Awalnya saya juga agak kaget dengan hal itu. Tapi mengingat saya di masa lalu, saya jadi tak terlalu menghiraukan itu.
Saya sempat iseng menanyakan kepada beberapa teman saya, bagaimana sosok Isma. Ya sebenarnya cuma untuk ide tulisan aja di naskah saya. Tapi agak tertarik sih untuk dibahas di sini.
Walau cuma satu orang yang mengatakan saya pintar, ya lumayan lah. Agak terhibur aja. Dan mereka ternyata tidak menyadari, kalau saya itu suka berpikir.
Semua pun mungkin pasti berpikir, tapi entah kenapa sampai sekarang saya suka sekali berpikir. Hal-hal aneh sekalipun kalau sudah terdengar oleh telinga saya, pasti saya akan memikirkannya.
Jika bertemu sesuatu hal yang mengganjal, bukan mengginjal, otak ini rasanya akan teramat tidak suka jika tak saya ajak untuk berpikir. Menemukan alasan, kenapa dan bagaimana itu terjadi.
Apa itu sama halnya dengan manusia kepo?
Entahlah. Tapi hal yang tak ingin saya fikirkan adalah lagi-lagi persoalan fisika. Titik! Kalau SMA, its ok. Saya akan membahasnya. Kalau kuliah, saya lebih baik mendapat nilai C daripada harus dipaksa mikir soal itu. Serius.
Tolong jangan aamiinkan, percuma. Karena saya sudah teramat sering dapat nilai C, A B C D E. Semua nilai. Keren? Keren dong versi saya yang suka pengalaman dan berjalan di atas getirnya hidup yang disengaja.
Jadi kalau saya tetap berkata suka berpikir, apa saya termasuk titisan Maudy Ayunda? Atau saya memang sebenarnya adalah titisan Albert Einstein yang mengharuskan saya harus berpikir untuk hal lain, bukan soal sains tapi penemuan aneh yang lain.
Orang-orang pintar yang membaca ini, mungkin akan terlihat geli. Begitupun orang-orang yang terlalu pintar. Entah lah. Ini versi saya, tulisan saya, tidak ada menjudge pihak lain, tidak ada unsur SARA dan politik atau hal lain. Jadi, jangan ada argumen lain. Saya tak butuh itu.





Berpikir adalah cara menjadi waras :)
BalasHapusWahaha, penganut paham "Aku berpikir, maka aku ada". Keren kak isma
BalasHapusSuka sama Poto Maudy dan yg di bawahnya. Tapi, yg di bawah maudy itu gak kenal siapa:)
BalasHapus