Langsung ke konten utama

Mahasiswa Dalam Bingkai Asmara


Baru-baru saja saya agak tertarik membahas begini, karena sampai sekarang sering dengar kisah seorang teman perihal asmara. Walau saya bukan pakarnya, tapi saya mencoba tetap menyukai hal-hal yang berbau curhatan. Dan tak bisa dielakkan kalau yang hadir akan curhat soal asmara.

Baik, kita ingat dulu ke belakang, perbandingan antara asmara versi anak sekolah dengan mahasiswa. Apa yang kalian rasakan?

Saya membagikan kisah yang mungkin perbandinganlah dengan yang sekarang.
Jadi begini, karena saya juga pernah jadi anak SMA, dan pernah terjun pada masa kebodohan soal percintaan. Saya pun punya cerita sedikit. 

Saya pernah suka dengan seorang lelaki di sekolah. (Senyum-senyum ngetiknya). Lalu saya suka menggaungkan kata Cinta dalam diam. Saya suka lagu-lagu yang maknanya perihal itu. Karena kalau saya suka sama orang, itu suatu keajaiban. Dan biasanya berlangsung lama. Benar lama, sampai tamat SMA.

Ketika kuliah? Jangankan untuk menyimpan rasa. Yang hanya sekadar suka saja pun belum tentu ada.

Atau yang dulunya ada seorang yang suka sekali berpacaran, sibuk gonta-ganti pasangan. Dan ketika kuliah, ia sangat setia pada satu pasangan. Ada yang begitu? Banyak sekali. Doakan mereka putus ya, lalu menikah. Haha.

Kalau yang ketika SMA tak doyan dengan perbincangan soal cinta, tapi ketika kuliah sangat rajin mengikuti perbincangan perihal itu. Ada? Ya ada.

Uniknya, pun ada juga yang ketika SMA berpacaran, dan ketika kuliah putus. Karena ingin benar-benar memperbaiki hubungannya dengan Allah. Ada? Banyak dong. Sedihnya, sudah terjalin komitmen, malah ditinggal nikah. Sial!
Semakin kukejar. Semakin kau jauh!

Kalau SMA sering balas pesan cowok, atau sering minta kenalan sama banyak cewe. Dan ketika kuliah, malah bodo amat soal itu. Itu hal biasa malah.

Sebentar, Isma! kau tau dari mana?

Iyalah tau. Kan saya mengalaminya. Haha. Bukan, bukan semua. Hanya beberapa. Saya tau hanya dari data yang saya ambil, iseng-iseng bertanya ke teman pengalaman asmaranya, dan berujung pada curhat.

Bagaimana versimu? Asmaranya orang dewasa, mungkin akan sangat berbeda dengan saat sekolah. Pernah mengingat gak apa yang beda di kita soal perasaan?

Kalau saya, mikirnya dan sadarnya karena usia saya. Yang makin hari makin tua. Sikap yang harus dewasa. Tantangan hidup yang baru lagi. Rencana hidup yang harus ditempuh lagi.

Di usia yang segini, kalau saya pacaran, menerima seseorang karena dia sudah selalu memberi perhatian lebih ke saya, mengistimewakan saya, apa yang akan terjadi? Yang ada fokus saya akan terbagi. Sedangkan masa depan saya masih belum tampak cerahnya, toh ditambah lagi dengan saya harus bermain-main?

Bukan generasi bucin!

Udah, udah dewasa kan? Gak usah baper-baper. Uda mahasiswa juga masa baper baper sama cewek. Masa baper baper sama cowok. Setelah baper, emang jamin, dia suka sama kita? Emang jamin dia bakal jadi milik kita?

Ya kalau yang namanya suka lumrah sih, silakan suka ke siapa aja. Tapi pandai kah kita bersikap? Untuk menjaga hati dan fikiran?

Kita yang lagi dalam bingkai asmara, ya harus pandai-pandai lah menyikapinya. Udah! Gak usah lagi ikut-ikuti anak tik-tok yang buat video nangis karena perjalanan cintanya sama pacaranya kandas tengah jalan.

Fokus aja sama masa depan. Kalau pun sudah yakin dengan pilihan hati, doakan. Bukan malah dibaperin. Datang semaunya, pergi sesukanya. Kalian pikir enak digitukan?

Sekali lagi ya. Yoklah perbaiki diri dulu. Bimbing dulu dirinya sendiri ke jalan yang benar. Baru setelahnya ngebimbing anak orang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...