Langsung ke konten utama

Kitakan Sama


Mereka bukan sedang pilih-pilih untuk memberi kasihnya. Mereka hanya lebih nyaman untuk bersama. Karena kesamaan menyatukan mereka. Tak mengapa, kan?


Ada kata-kata lebay dari 2 orang sahabat ketika mereka bercengkrama tentang perjalanannya hari itu. Keduanya menafsirkan, bahwa mereka adalah satu orang. "Aku adalah kau, dan kau adalah aku". Itulah kalimatnya.

Karena ternyata sudah banyak kejadian yang mereka lalui, dan faktanya mereka sama. Sama-sama memiliki masalah, sama-sama bahagia, dan sama-sama sedang merindu.

Sesederhana itu mereka bisa tetap bersama. Dan saling mencari kala sedang dirundung masalah, saling mencari kalau sedang merindu, dan saling mendoakan (Insya Allah). Mudah ya, semua karena mereka sama.

Apa semua orang bisa mendapatkan orang terkasih? Orang teristimewa? Jawabannya pasti bisa. Namun kembali lagi, harus punya proses untuk menemukannya. Ya barangkali ini seperti seni berkomunikasi, atau seni berkhayal seperti di ftv.

sumber: Google.com

Ada yang selalu berpapasan di jalan, tanpa saling mengenal. Dan bertemu lagi di kantin, keduanya selalu memesan kopi.  Ternyata esok hanya ada tersisa satu meja, keduanya pun bertemu di meja tersebut. Mereka saling diam, namun ada yang melirik memperhatikan. Terjalinlah komunikasi diantara keduanya. Yang satu suka cappucino dan yang satu suka tubruk. Tapi, mereka sama-sama saling suka kopi, kan? 

Mudah tentunya untuk menemukan teman yang sama. Jangan sungkan bertanya. Walau bisa jadi lawan bicara sedang menganggap kita cari perhatian (caper), kepo, kesepian, atau positif nya menganggap kita sedang ingin menambah teman.

Tak rumit seperti itu terhadap orang baru. Mulailah dari orang-orang lama. Yang mungkin kita sudah sering berkomunikasi dengannya tapi kita bahkan tak pernah menemukan kenyamanan terhadapnya, karena satu; kita belum tau kesamaan kita apa.

Bagaimana memulainya?

1. Mulailah pembicaraan bodoh

Harus ya bersikap bodoh demi mendapatkan kesamaan? Bisa jadi harus bisa jadi tidak. Maka berbuatlah.

A: Aku sering ngeliat kau baca buku, tapi aku gak pernah ngeliat kau natap mataku. 
B: Gak nanya
A: Kenapa suka baca buku yang membosankan? Padahal ada mata yang harusnya kau tatap, lebih menguntungkan. 
B: Karena ngeliat buku lebih berfaedah dari ngeliat matamu
A: (cuma diam, sambil menyeruput kopi) 
B: Kenapa cuma satu? Akukan mau ngopi juga
A: Akhirnya kau natap mataku. 
B: (diam) 
A: Dan akhirnya aku tau cara memanggilmu, dengan kopi, kan? 
B: Bodoh. 

Ya selain itu contoh percakapan yang bodoh, itu juga contoh percakapan yang menjijikkan bagi kaum yang anti sama bucin-bucin begitu. 

Tapi itulah semisal, berlagak bodoh, berlebihan. Akhirnya tau kan apa kesamaan keduanya? Percayalah, lewat percakapan bodoh itu, akan berlanjut ke esok, mencari tau dan saling bertukar cerita perihal kesamaan itu. 

2. Kepo

Bukan hanya aku, tapi mungkin kebanyakan orang tak suka dengan orang yang rasa ingin taunya sangat tinggi. Itu pasti. Tapi aku malah yang menjadi korban orang kepo, tepatnya kami sekarang berteman baik.

A: Suka nulis kak? 
B: Suka
A: Kenapa? 
B: Mantap-mantap nih tulisan kakak. Gak papa sih kak, cuma nanya aja. Biasa nulis dimana? 
A: Blog
B: Salam kenal kak, saya *****. Udah biasa baca tulisan kakak sebenernya hehe. 

Tak lama setelah percakapan dan tak lama setelah mengabaikan. Tiga hari kemudian kami malah jadi berteman. Karena lewat percakapan itu, kami jadi saling kepo dengan ilmu kepenulisan. Luar biasa ya efek orang kepo. 

3. Pilih Target, Dekati

Bagaimana kalau dia sedang menjaga jarak dengan lawan jenis? 
=ya jangan dia lah targetnya bambang! 

Maunya dia. 
=nanti aja, kalau udah siap dekati, udah siap halalkan. 

Dua pertanyaan sudah terjawab. Jadi jangan ada yang salah paham.

Memilih target itu ternyata penting, ada orang yang suka penasaran dengan beberapa orang, karena dia misalnya terlalu pendiam, terlalu bahagia, atau terlalu terlihat sedih. Membikin penasaran pastinya. 

Dan itulah target sebenarnya. Dekati aja secara langsung, di sinilah ilmu memulai pembicaraan bodoh dan ilmu manusia kepo di gunakan. Terlihat bertele-tele, tapi efeknya baik, dan kita akan dicari, saat ia sedang butuh teman. 

A: Ada film baru, nonton yok
B: Film apa?
A: Dua garis ungu
(Asal tebak, yang penting film baru. Ini modus berkomunikasi. Padahal gak suka film kek gitu) 
B: Genre? 
A: Komedi horor
B: Gak suka
(Kalau uda jawab begini, kesempatan nanya) 
A: Sukanya apa? 
B: Sukanya action
(Keep, udah tau satu kesukaannya. Dari sini, bisa ditarik, pura-pura aja kita juga suka itu. Nah nanti kan ada pembicaraan) 

Segitu aja, lewat kesukaan, pura-pura suka, kita bisa tau kesamaan kita apa. Hubungannya sama kesamaan? Hubungannya; kita jadi tau kesamaan keduanya.

Kalau kita enggak suka hal yang disukainya, sebenernya mudah, cukup pura-pura suka. Pura-pura paham sama yang dibahasnya, nanti akan terbangun sendiri camistry kesamaan.

Drama lelucon bodoh dua orang teman akan terbangun. Terbongkar, kan, bodohnya dia? Lawaknya dia? Tak sependiam yang kita lihat selama ini.

Ada banyak seni lain dalam berkomunikasi. Btw bukan berarti sangat penulis amatiran ini sudah baik dalam berkomunikasi, plis jangan bullya dia lagi. Dia cuma sedikit berbagi aja. 

Dan kalau semua mau dijabarkan di sini rasanya enggak mungkin, lanjut di buku aja kali ya (InsyaAllah). Oh iya, teori memang gampang, memulai dan membuktikan nya yang sedikit sulit. Mau tau, dan mau membuktikan, maka berbuatlah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...