Langsung ke konten utama

Tentang Sosok Limbat#1

Taken by: Pemimpin Umum 2019

Entah apa motivasi si adik meminta saya menulis ini haha. Tapi bolehlah. 

    Kata orang dia baik, dia pendiam, dan yang lebih mengejutkannya ada yang bilang dia keren. Sampai, dari banyaknya manusia di sana, tepatnya Angkatan 22 memanggilnya dengan Oppa.

       Sejak magang, dia memang selalu diam, dan sekali ngomong bikin sakit. "Jelek kali tulisanmu," Ini, yang pertama kali dikatakan ke saya. Saya langsung berfikir untuk tak usah berteman dekat dengannya, selain sok, dia juga ternyata gak sadar, tulisan dia bahkan sulit dibaca-_

    Lambat laun, sayapun mulai sadar bahwa anak ini bukan pendiam, namun sudah terlanjur juga saya panggil dia dengan Limbat. Ya selain pencetus Yim saya juga pencetus nama Limbat di sana.  Makin-makin tua yah dia sudah lebih banyak bergerak, bersuara dan mulai menunjukkan aslinya. 

   Kau kata dia baik? Lembut pada perempuan? Haha. Bahkan tiada satu haripun dilewatkan nya untuk jahil. Kepala saya selalu dijitak. Kalau kata dia, yang penting gak bersentuhan. Maka jangan heran, kepala pusing ya atas perilaku jahatnya itu. 

Ini di masjid sebelah rumah dia. Ketika itu, foto ini disebut Fathoni Challenge. 

     Sejak kami tahu sama-sama anak Labura, mulailah sering bercanda memanggil Best. Walau agak jiji. Kalau dia tak mau menolong saya, saya akan bilang, "Parah ko bes, tipis kali persahabatan mu," dan sebaliknya, kalau saya tak mau menolong, dia juga bakal menuturkan hal yang sama "Kekgini rupanya bes itu? Tipis la tipis,"

     Di Aceh, dia tercyduk oleh saya memotret dikertas yang bertuliskan "(nama cewek)  Kapan ke sini bareng?" Eakkk, langsung lah kami cari tau siapa dia. Dan wahh diapun malu-malu ketika ditanya siapa sosok itu. 

Taken by: Nizam

       Soal wanita, dia banyak yang suka haha. Kecuali saya. Kalau kata Nizam, "Mas itu loh mbak, udah yang di Batam, di sekret, tah dimana mana aja," Haha. 

          Inginku darinya adalah ilmunya. Ilmu disen nya luar biasa, apalagi soal ae, ya maka tak heran dia naik jabatan jadi Pemimpin Desain Grafis di sana. Okelah. Uniknya, dia bisa paham kekonyolan orang yang ada disekitarnya. Dia cepat nyambung kalau diajak gila, secara dia memang lain. 

          Dan, inginku juga dia itu jaim dikit, pertanyaan yang sering diajukan, "Bes ada upil?" Ya saya pun harus melihatnya. Dan ketika dibilang ada, mulailah dia tutupan jaket dan mengambil upilnya. Kau harus percaya itu. Selain itu pun dia selalu ingin perfect dihadapan semua orang-_ sampai dia sering kecewa karena selalu gagal untuk facial hm. 

      Kau tidak tahu dia seperti apa? Silahkan berteman dengannya. Jangan menilai dia begini begitu kalau tidak ada kedekatan yang dibangun. 

    Lagi, kenalkan dia Fathoni. Saya jarang memanggil nama aslinya. Lebih sering saya panggil Limbat, kalau lagi baik dan ada maunya saya manggil dia Bes. 


Salam kami, anak Labura. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...