![]() |
| Sumber: Google.com |
Buruknya sesuatu, baiknya hari, indahnya tempat, ringannya amanah, semua tergantung pada mindset pribadi.
Nostalgia, mengingat tema kali ini siang, ana ingin nostalgia. Bagaimana siangmu ketika semasa sekolah? Dan, apa kamu sering mendengar kalimat yang ditutur orang lain, 'seperti cacing kepanasan?'. Kalau ana ditanya, ana akan menjawab, sering. Bahkan hampir setiap hari. Apalagi kalau siang menghampiri.
Siang, entah kenapa sejak ana sekolah, ana memiliki perspektif, bahwa siang hari selalu membikin semua kacau. Banyak alasannya, diantaranya.
1. Lasak : Lapar
Bagaimana seorang siswa akan mengikuti proses belajar mengajar dengan guru dikelas dalam keadaan lapar? Jam-jam siang dikatakan rawan. Itu rawan lapar. Padahal, jam istirahat siang sudah lewat, pun masih bisa mengatakan lapar. Berbeda dengan jam istirahat yang belum juga berbunyi. Memang siang sangat dikeluhkan karena laparnya. Itu sebabnya kalau sudah lapar, akan mondar-mandir kesana-sini mencari akal agar keluar kelas untuk makan.
2. Penyakit Mata
Entah penyakit, entah kebutuhan. Kalau ana mengatakan itu kebiasaan. Ketika kecil, kita bisa mengatakan siang adalah waktu tidur kita, atau biasa emak menyuruh untuk tidur siang. Tapi beda jika sudah tingkatan atas. Siang bukan waktu tidur, malah waktu produktifnya siswa. Pelajaran tetap dimulai dengan berbagai penjelasan yang panjang. Belum lagi, guru yang masuk kekelas yang kita anggap sebagai pengiring tidur kita, atau kita anggap sebagai perusak fikiran, karena pelajaran yang diajarkan ialah "Matematika" "Fisika" "Kimia". Yeah. Itu membikin rambut rasanya ingin dijambak terus.
3. Cacing Kepanasan
Ini, alasan lain, penyakit yang satu ini memang sudah turun-temurun. Bukan berubah seperti cacing, tapi lebih kepada menyerupai cacing yang kepanasan. Pernah lihat cacing kepanasan? Kalau belum, mari kita buat perumpamaan lain, yaitu Ikan Lele yang akan digoreng. Ikan lele kalau sudah mati, dan kita mau menggorek, badannya bisa meliuk keatas, kebawah, atau kesamping. Karena kepanasan.
Sama halnya dengan kita, kenapa sering disebut dengan cacing kepanasan, itu tepat, karena kalau sudah merasa panas, kepala akan gatal, mulai merasa pusing, belum lagi seperti poin satu, yaitu lapar, maka kita akan berenergi untuk menggerak-gerakkan badan kesana dan kesini. Lebih lagi, tenaga otot mata, lirik jam terus dan terus menerus. Sampai akhirnya, cacing tak kepanasan lagi karena sudah diangkat dari wadah panas.
Mungkin beberapa poin itu benar faktanya. Karena semua telah ana alami. Semua kacau karena siang, tapi itu pendapat yang salah bagi seorang yang sudah merubah mindset nya. Ternyata, siang tak seburuk dan sekacau itu. Itu hanya fikiran ana yang selalu diikuti. Mari, rubah mindset kita menjadi, siang itu benar terang, apalagi kalau siangnya diisi dengan menbaca alquran. Masyaallah.
#Day18
#Siang
#CeritaRamadanku
#29haringeblog

Komentar
Posting Komentar