-Benar, Jangan lihat siapa yang berbicara, tapi lihat apa yang dibicarakan-
Apa yang terbesit dalam benak jika mendengar kata milenial? Generasi Z? Atau generasi yang sudah canggih, yang selalu menggunakan gadzet? Apapun itu, generasi milenial memiliki cakupan pendapat, dengan kesimpulan "generasi kini". Generasi milenial atau generasi pada tahun 2000an, seharusnya akan menjadi generasi yang akan meluruskan bangsa dikemudian hari.
Baik itu meneruskan pemimpin-pemimpin yang bertanggung jawab, atau meluruskan para pejabat yang menduduki pemerintahan manakala kurang bertanggung jawab. Sudah patut, itu lah hal yang harusnya kita fikirkan sekarang. Apalagi bagi kita, para generasi Islam. Jangan banyak menghabiskan waktu untuk menyibukkan diri melakukan hal yang tak bermanfaat, sampai-sampai, lupa akan kewajiban kita menghadap Allah.
24 jam dalam satu hari akan terasa singkat, mungkin, ada dua kemungkinan. Yaitu: kegiatan kita yang terlalu banyak (maka kita kurang waktu), atau kegiatan kita terlalu sia-sia (hingga kita kekurangan waktu). Dalam kategori apa kita saat ini, intinya , adalah bagaimana kita harus memanfaatkan waktu untuk hal bermanfaat. Milenial islam, sudah seharusnya paham, kemana saja waktu akan terbuang. Apa gunanya waktu terbuang. Dan dengan siapa kita membuang waktu.
Lagi, apapun itu, kita harus banyak melakukan kebaikan, menjauhi hal-hal yang syubhat, dan lebih melakukan setiap tindakan dengan warak.
Seperti dalam hal menuntut ilmu, baik didalam kampus maupun diluar, mempelajari bagaimana seharusnya milenial islam yang cerdas dalam memimpin negara dikemudian hari, melangkahkan kaki pada tempat-tempat yangkan membuat kita sadar, bahwa masih banyak orang yang belum merdeka, dan hal-hal lain yang bernilai positif. Dan tak lupa, dibersamai dengan orang-orang Saleh wa salihah.
Dengan kegiatan yang positif, atau tidak banyak mudaratnya, InsyaAllah, jiwa kepemimpinan dan kepedulian kita terhadap bangsa nanti, akan dapat diwujudkan dengan bukti nyata dikemudian hari. Maka, dirasa perlu bagi kita untuk selalu warak jika dihadapkan pada sebuah perkara. Tak sepatutnya kita ikut jatuh pada kesalahan padahal kita tau apa-apa saja yang salah.
Dan, dalam tulisan ini bukan menceramahi, atau menggurui, ini hanya bentuk nasihat dan pukulan untuk semua, terkhusus diri sendiri. Bagaimana seharusnya kita sebagai milenial islam bersikap hati-hati atau warak. Kekhawatiran kita terhadap memilih teman, kegelisahan kita dalam melakukan tindakan, dan keraguan dalam setiap langkah, perlu kita sadarkan diri ini sekarang. InsyaAllah akan tampak hasilnya kelak nanti. Wallahualam bissawab.
#Day16
#CeritaRamadanku
#29haringeblog
Komentar
Posting Komentar