Kau tau, rasanya tidak ada terfikir ide apapun untuk menulis? Atau rasanya ingin menulis sesuatu yang sudah terfikirkan, tapi ketika ingin ditulis, lupa! *jleb. Itu sering terjadi. Sama halnya seperti sekarang, nyatanya ini harusnya tulisan yang aku post dua hari yang lalu. Tapi karena kendala itu tadi. Yasudahla, terpaksa ngaret. Fikirku.
Tema kali ini tentang gorengan. Apa sebenarnya yang ingin ku tulis, bukan merupakan definisi gorengan, tapi aku ingin mempertanyakan suatu asal mula. Biarkan tulisan kali ini hanya menyebutkan pertanyaan. Yang akan menghasilkan banyak perbedaan pendapat.
Aku pernah dan sering berfikir bahwa gorengan itu adalah makanan yang digoreng. Itu benar adanya, seperti Risol, bakwan, pisang, tahu. Tapi, kenapa ayam yang digoreng, indomie yang digoreng bukan disebut-sebut sebagai gorengan? Apa itu adil? Aku rasa tidak.
Aku bertanya kepada temanku, kenapa namanya gorengan? Dengan percaya diri, dia menjawab "ya karena digoreng. Kenapa ada -an nya? Karena dalam satu tempat itu ada banyak macam makanannya, jadinya goreng(an)." oke, aku semakin bingung.
Faktanya, dalam sebuah warung gorengan, pembeli biasanya berkata "bu beli gorengan," penjual pun menjawab "yang mana?" dan terdengar ditelingaku, atau terkadang aku juga mengucapkan hal yang sama "risol, bakwan, pisang, tahu".
Jadi, gorengan itu apa? Atau benar gorengan hanya sebagai marga nya sebuah makanan? Seperti kau menyebutkan suku batak, maka akan ada cabangnya, 'batak apa? ' 'batak karo, batak toba, batak mandailing, batak simalungun, atau yang lain."
Benar? Ya kalau salah, wajarlah. Kembali diawal, tulisanku ini cuma ingin bertanya. Kalau aku, membingungkannya pada bagian, kenapa juga orang menyukai menyebutkan beberapa makanan seperti risol bakwan tahu pisang dengan sebutan gorengan. Kenapa? Dan kalau memanh yang digoreng adalah gorengan, sesekali aku juga ingin menyebutkan ayam goreng dengan sebutan gorengan.
Mungkin kiranya itu, kalau kau sudah menyimpan jawaban pribadi, silahkan komentar atau bisa menjawab langsung melalui chat personal via whatsapp. Dan aku mohon maaf atas ketidakkonsistenan menulis disini.
#Day14
#CeritaRamadanku
#29haringeblog
Komentar
Posting Komentar