Sejak kecil, disetiap pertemuan mengaji, guru ngaji(mamaku) sudah selalu menerangkan tentang kisah nabi-nabi dimasa lampau. Apalagi dia sering membelikanku buku tentang kisah 25 Nabi. Banyak keajaiban yang kudapatkan disetiap kisah. Tak pernah terfikir bahwa kejadian yang dialami setiap nabi adalah kemustahilan. Yang ada aku sangat antusias dalam membaca buku, kehidupan masa kecil mungkin memang demikian, yang selalu percaya setiap kisah yang diterima.
Bukan hanya kisah 25 Nabi, dongeng bawang putih bawang merah, kisah cinderela, kisah kancil dan buaya, atau lainnya, aku selalu meyakini, bahwa itu memang ada. Tapi bukan lagi saatnya sekarang untukku mudah menerima semua kisah yang ku dapat. Berbeda kalau membahas kisah 25 nabi, sampai sekarang, aku percaya dan meyakini, karena memang ada dijelaskan didalam Al-Quran. Kejadian gaib banyak didapatkan didalam kisah-kisah nabi.
Dan dari 25 Nabi, bukan sulit dipungkiri, bahwa aku sangat menyukai membaca kisah Nabi Yusuf, Ismail dan Muhammad shalallahu alaihi wassalam. Ingatanku masa kuat untuk menceritakan bagaimana buku merah tebal itu berisi menyajikan tulisan yang mampu membawa pembacanya ikut turut dalam cerita tersebut, apalagi bagi kalangam anak-anak sepertiku. Tidak sulit bagiku untuk menerima dan mengambil intisari dari tulisan tersebut.
Dalam semua kisah nabi, aku suka, dan diantaranya kisah Nabi Yusuf, betapa kuatnya iman seorang lelaki sepertinya, yang diajak berzina dengan putri bangsawan namun dia menolak, bahkan sangat ikhlas dirinya dijebloskan dalam jeruji besi itu. Dulu, kalau aku melihat sumur, aku selalu mengkhayalkan buku yang ku baca, itu kisah nabi Yusuf.
Bagaimana bisa saudara-saudara Nabi Yusuf memasukkannya kedalam sumur yang begitu dalam. Dan bagaimana pula ia masih kecil tapi bisa menerima semua itu dengan mudahnya. Ini salah satu unsur yang membikinku suka pada kisahnya, hal-hal aneh tersebut dapat ku terima dan menunjukkan betapa hebatnya kuasa Allah dalam melindungi umatnya.
Ada juga Nabi Ismail, benar! Kalau aku suka salah satunya karena nama kami hampir mirip. Hanya berbeda diakhir kata, antara Isma dan Ismail memang tak bisa dijauhkan. Tapi bukan itu saja, bahwa kisahnya pun menghantarkanku pada dunia khayal yang absurd. Bocah seumuranku mungkin memang sulit menerima, tapi berbeda jika ada bocah yang suka akan hal-hal baru dan aneh, akan suka membaca buku seperti ini. Itulah aku.
Kisah Ismail yang luar biasa, besarnya taqwa seorang ayah dan anak kepada Allah, sehingga mengikhlaskan untuk menyembelih anaknya sendiri: Ismail. Hal luar biasa lagi dan lagi Allah tunjukkan dengan menyelematkan Ismail dari sembelihan.
Dan terakhir, klimaks nya diantara semua kisah Nabi, yaitu Rasulullah. Sangat disayangkan jika kita seorang muslim wa muslimah tapi tidak mengidolakan nabi Muhammad. Dari kebanyakan kisah, kisah Rasulullah lah yang paling aku suka. Tentu kaupun tau, banyak kejadian didalamnya. Banyak terjadi perang, mulai adanya politik, diturunkannya kitab untuk umat islam, kisah romantisnya nabi dengan keluarga, dan lainnya. Sungguh, kisah Nabi Muhammad harus selalu dipelajari dan diamalkan. Banyak nilai-nilai kebaikan didalamnya.
Dan intinya, Aku, bangga mengidolakan Nabi.
#Day25
#CeritaRamadanku
#29haringeblog
Komentar
Posting Komentar