Keliling kota baik, tapi lebih baik ingat pulang, kekampung halaman.
Lagi, dan lagi, dalam blog amatir akan berisikan kisah seorang anak kos, yang saat ini barangkali sedang berjuang mencari ilmu, atau mencari rezeki dikota orang. Siapa yang tak kenal rindu, yang selalu dibicarakan orang dalam setiap pembahasan dan wacana. Siapa yang tak kenal rindu, padahal dia selalu menjadi pengganggu saat diri ingin bersemangat, artinya, dia membuat diri lemah. Bagi yang mengenalnya, dan saat ini sedang berjibaku dengan rindu, mungkin bisa saja sedang dilanda rasa pilu, karena obatnya hanya satu, yaitu bertemu.
Bicarakan saja kalau kau belum pernah merasa rindu, jujur saja kalau kau mungkin pernah merindu, tapi hanya sekedar. Mereka, atau kalian yang tak pernah merindu adalah kalian yang tidak pernah menjauh dari sesuatu, tidak pernah kehilangan sesuatu. Tapi sangat miris jika kalian tak pernah memiliki rasa rindu, miris! Kenapa miris? Jawab aku, Apa kau tak pernah rindu dengan Rasulullah Shallahhu Alaihi Wassalam? Walau belum pernah bertemu, apa kau tak pernah merasa rindu? Lalu, bagaimana jika kau merasa mulai jauh dari Allah Subhanallahu Waa Ta'ala? Apa kau yakin tak ingin segera menemuinya dengan cara kembali menghadapnya
Kalau kau jawab pernah, artinya kau juga Pernah Merindu.
Ini, sama seperti orang kebanyakan, anak perantauan yang saat ini barangkali sedang tinggal dirumah sewa atau dikos-kosan, mereka setiap hari hanya punya satu kata, yaitu Rindu. Walau tak ditutur dengan lisan, tapi mereka menunjukkan dengan sikap, bahwa mereka rindu pada orang tua dikampung sana. Tak jauh, ambil contohnya aku, bulan dua kemarin aku baru saja dari kampung, hingga rentang 3 bulan lebih, hanya rindu yang selaluku tutur.
Miris, tiga bulan merindu kampung halaman tapi belum ada usaha yang tampak untuk kembali ke rumah. Hanya sekedar wacana. Benar, beberapa alasan seperti kuliah menjadikan kepulanganku harus ditunda dulu. Dan sebentar lagi, ramadan ke 26 nanti, aku akan pulang kampung. Tak mungkin sudah libur aku menetap di Medan. Tapi aku malu kalau pulang, karena belum bisa membawakan buah tangan dan semacamnya untuk mama dan keluarga dikampung. Tapi kalau ku tunda lagi, aku sudaj terlanjur rindu, dan lebaran tiba sebentar lagi. Tak tahan rasanya ingin kembali ke kampung halaman.
Sama halnya mahasiswa lain, kabar paling bahagia rasanya ialah kabar liburnya perkuliahan. Dengan sepakat, berbondong mahasiswapun menetap untuk kembali kekampung halaman. Walau kebanyakan mungkin malu karena pulang dengan tangan kosong, tapi malu itu kalah dibuat rindu. Kepada siapa saja yang membaca ini(barangkali ada yang baca), kembalilah kekampung halaman. Sebagai pengingat, bahwa disana kita pernah dibesarkan oleh orangtua, dikampung halaman.
#Day22
#CeritaRamadanku
#29haringeblog
Komentar
Posting Komentar