Tinggal beberapa minggu lagi, bahkan bisa dihitung jari, umat islam akan segera dipertemukan dengan hari kemenangan, setelah 30 hari berpuasa. Hari raya idul fitri akan segera tiba. Hiruk pikuk keluarga dari kejauhan pun akan segera terasa. Karena seperti tradisi setiap hari raya, semua saudara akan berkumpul dirumah saudara tertua, atau orang tuanya.
Sama halnya seperti kami, para pencari rezeki untuk keluarga dan untuk keberlangsungan kami. Sempat bingung, jika lebaran tiba, tidaklah mungkin perusahaan kami tak libur, bagaimana dengan karyawan-karyawan ku saat ini yang sudah lama tak pulang kampung. Dan bagaimana pula jika aku akan meliburkan mereka beberapa hari, tentu akan berdampak pada ruginya perusahaan kami.
Dilema ku saat seminggu kemarin sungguh terlihat, sampai para karyawanku pun ada yang meminta tidak usah diliburkan beberapa hari, cukup sehari saja. Sedangkan yang lain meminta untuk libur tiga hari. Aku sebagai pimpinan perusahaan saat ini benar bimbang. Dalam kalender kami, proyek selanjutnya harus segera dilanjutkan, bagaimana jika kami mengambil libur banyak.
Sampai akhirnya, aku lihat karyawanku yang ku letakkan pada bagian rancang pengadaan bahan baku utama, menghadapku, sambil bercerita, Sejak awal saya menjadi karyawan disini, ibu lupa untuk memberi cuti pada saya. Padahal saya sendiripun sudah mengajukan cuti beberapa hari. Ramadan kemarin, ibu tak membiarkan saya untuk pulang kampung, beralasan PT ini butuh saya. Dan tahun kemarin juga karena kita gencar dalam pembuatan produk. Sampai diakhir tahun, ibu juga belum memberi saya cuti, ibu memberi tapi hanya dua hari. Apalah daya saya bu, perjalanan kerumah orang tua berkisar tiga hari naik bus, kalau naik pesawat, saya tidak punya biaya. Akhir tahun pun orang tua saya sakit keras, ibu tak beri saya izin juga. Dan kesimpulannya, jika lebaran tahun ini ibu tak lagi memberi cuti beberapa hari, saya mohon maaf undur diri bu dari perusahaan ini.
Benar saja, awalnya aku syok mendengar semua perkataannya. Ternyata selama aku memimpin disini PT ini, aku belum bisa memberikan hak-hak karyawanku. Yang aku sendiri egois, karena aku juga tak tinggal jauh dari orang tuaku. Sebeginikah aku dalam memimpin.
Selang beberapa hari, aku mengumumkan informasi penting kepada seluruh karyawanku, bahwa ditanggal 13 juni mendatang sampai 24 aku memberi libur untuk seluruhnya. Dengan catatan, produk awal juni harus selesai disaat awal juli. Masuk kerja ditanggal demikian seperti masuk kuliah di UIN, yang mana saat ini menjadi kampus dari ana, penulis cerita ini.
Aku yakin, semua karyawanku akan tenang dan dapat menikmati liburan panjangnya. Intinya, ini bebas, aku bisa jadi siapa saja dari menulis. Aku bahagia melihat ruang-ruang kerja kami kosong. Aku libur, karyawan libur, dan perusahaan
#Day19
#tempatkerja
#CeritaRamadanku
#29haringeblog
Komentar
Posting Komentar