Saat corona dianggap singgah sebentar.
Ya
namanya juga gibah, mana ada yang sebentar. Paling tidak ada kelanjutan setelah
lawan bicara sudah merespon dengan nada malas. Misalnya, “Iya juga sih,”. Dan
akan dilanjutkan lagi dengan, “Iya itulah, tapi ginilo…” Yasssh berlanjutlah
dunia pergibahan yang dimaksudkan itu.
Berhubung
karena ini tulisan pertama ditantangan nulis 30 hari ngeblog, akan lebih nikmat
rasanya kalau pembahasan pertama ini tentang 2020. Iya 2020-tahun yang katanya
banyak banget sengsara, luka, kecewa sama banyak hal. Di awal tahun daripada
gibahin temen yang kemarin juga ternyata gibahin kita, bagus gibahin 2020 aja
yok.
Oke saya mau nyeritain perjalanan saya aja, yang saya menyebutkan kemarin, menghabiskan waktu di Januari. Maklum merasa kaya raya, mama saat itu lagi ngambek, dan akhirnya ia transfer uang Rp 1.300.000,- wahahaha.
Januari full
saya bener-bener ngabiskan uang dan waktu dengan jalan-jalan, bayar uang kas
organisasi yang saat itu lagi musyawarah keluarga, uang makan, bayar kontribusi
ini itu.
Saya
menghabiskan waktu dengan melakukan perjalanan di Deli Tua – Praktikum –
Berastagi – Taman Air Percut – Siantar – Deli Tua – Little Of India – Rampah –
ya terbilang biasa aja si. Tapi sebenarnya itu uda luar biasa bagi saya karena
full memang 01 Januari-31 Januari saya ya bener-bener penuh jadwal.
Dan di 2020 juga, adalah tahun di mana saya jadi manusia nomaden lagi, yang kosnya suka pindah-pindah. Saya memutuskan untuk pindah ke Tanjung Mulia, jauh sih tapi seru. Di sana saya ngerasa bakalan aman dan bisa fokus skripsian, juga tempat kerja yang terbilang dekat (kerja di perusahaan kesehatan gitu jadi copywriter nya), tapi lagi-lagi Allah berkehendak lain.
Tau kenapa?
Saya
berhenti kerja dengan alasan mau fokus selesaikan skripsi dulu, tiba-tiba pandemi.
Kuliah diliburkan selama dua minggu. Lomba karya ilmiah yang saya dan teman tim
adalah finalisnya, batal semua karena kabar duka itu.
Saya
gak rela waktu dua minggu saya itu dihabiskan dengan berdiam diri di kos. Dan
dengan adnaya uang 250rb, saya memutuskan untuk ikut Mira sahabat saya ke
kampung halamannya. Bisa klik di sini, asli pulau kecil ini memang keren.
Ke sana tanpa izin ke orangtua, tiba-tiba gitu. Dan akhirnya bilang juga ke mama waktu saya tenggelam. Seperti ya terkena azab. Pastilah dimarahin, intinya di sana saya bener-bener liburan. Dua minggu itu tiba, ternyata fix. Libur diperpanjang.
Baiklah saya memutuskan pulang ke rumah tanpa ada rasa takut
sendirian diperjalanan.
Banyak
yang mengira corona ini bakal sebentar gitu, tapi ya sebaliknya. Bulan demi
bulan hidup tak menjadi anak kos, tak punya uang kiriman lagi, tak lagi
mengambil uang ke atm, tidak lagi bertemu teman-teman kampus, semua
berdampingan dengan satu virus, corona ternyata benar-benar ada dan bukan
seperti manusia-manusia modus, yang Cuma mampir sebentar setelah itu pergi.
Terus,
kenapa 2020 dianggap tahun terpahit?
Saya sih mikirnya, gak ada tahun terpahit. Yang ada gimana cara kita ngadepi masalah dan bersyukur sama yang uda dikasih aja sih ya. Kalau 2020 terpahit, gimana 2019?
Apa kita benar-benar ingat sesulit apa posisi kita di sana? Mungkin juga,
di tahun itu kita pernah bilang kalau 2019 itu tahun terpahit.
Tapi
semua anggapan itu terserah sih. Tergantung manusianya. Mungkin memang 2020 itu
tahun terpahit. Banyak gelisah, kecewa, sengsara. Apalagi sejak peralihan
luring ke daring, semua orang mau tak mau harus punya kuota, ponsel canggih,
dan ya gagal teknologi, itu musibah!!
Di
2020 juga, masalah politik makin menjadi-jadi, sektor ekonomi menurun drastis,
pariwisata sepi-sedikit pengunjung, pendidikan makin sekarat (sekarang lagi
ngebayangi anak SD yang gak punya hp tiba-tiba uda bagi rapot dan naik kelas), belum
lagi persoalan hati, konflik dengan keluarga, sahabat, calon pasangan hidup,
bahkan orang yang kita belum kenal aja uda ada konflik. Parah sih.
2020
mengajarkan banyak hal ke manusia, siap gak siap ya harus siap. Kelar gak kelar
masalahnya, ya pasti kelar. 2020, adalah tahun semua manusia belajar. Sekiranya
ini bukan penutup, tetap saja diakhiri dengan tanda titik. Saya mau lanjut
gibahnya besok.
#30haringeblog
#blogjanuari
#blog1

Tahun 2020 emang luar biasa dah, penuh hikmah. Btw, keep fighting ya iis 30 hari ngeblognya!
BalasHapus