Saya bodoh pada bidang saya. Lantas, apa saya harus berbohong?
Benar sekali
landasan teori kebanyakan orang yang berkata bahwa Allah tidak menciptakan
orang bodoh, yang membuat bodoh itu diri kita. Karena malas. Saya tarik dari
KBBI, begini lah makna keduanya.
Bodoh ; tidak lekas mengerti,
tidak mudah dapat
Malas : tidak mau bekerja atau
mengerjakan sesuatu, tidak suka; segan.
Ternyata memang
keduanya saling berhubungan. Seperti kalimat, Kalau saya malas (tidak mau belajar), maka saya akan bodoh (tidak mudah
mengerti). Tapi tak bisa disalahkan juga dengan kemampuan otak manusia. Yang
bisa jadi-benar-benar bodoh. Susah sekali memahami sesuatu. Oke baik, saya tak
ingin terlalu dalam membahas otak, karena itu bukan tujuannya.
Bisa jadi ini
merupakan rangkaian dari isi buku Dilemahasiswa jilid 2, yang pasti selalu
membahas tentang beragam dilema. Salah satunya dilema perihal kemampuan otak.
Berbasa-basi sedikit lagi boleh?
Ini hanya
sedikit cara untuk kamu, agar tidak mudah melupakan momen. Yaitu dengan menulis
dan mempublikasikannya. Suatu saat, kala kamu berulah menjadi lebih buruk,
tulisanmu yang merupakan rangkaian pengalamanmu akan menegur dirimu sendiri. Tak
percaya? Silakan coba, saya sudah sering menerapkannya.
Siapa di antara
kalian (pembaca) yang terbiasa mengganggu teman pintar ketika ujian? Atau sibuk
menyenggol teman yang jago melihat jawaban dari ponsel? Atau kau bagian orang
yang ketika ujian berdiam diri, pasrah dan benar-benar santai?
Di buku Dilemahasiswa, terdapat judul Lembar Ujian : Kejujuran Atau Kebohongan, yang mana memang benar, bahwa kertas ujian hanya sebagai saksi bisu, kau sedang jujur atau sebaliknya.
Di buku Dilemahasiswa, terdapat judul Lembar Ujian : Kejujuran Atau Kebohongan, yang mana memang benar, bahwa kertas ujian hanya sebagai saksi bisu, kau sedang jujur atau sebaliknya.
Saya sendiri
bagian di keduanya. Tapi lebih sering bagian jujur sih. Percaya? Semoga, ya. Sejak
kecil saya diajarkan mama untuk menjadi orang jujur, bahkan saya pernah dicabei
mulutnya karena ketauan berbohong. Kalau tak tau dicabei itu apa, dicabei itu
mulutnya dikasih cabai. Pasti paham lah.
Nah karena sudah
ketakutan kalau bohong, ditambah lagi guru agama selalu menakuti tentang akibat
dari berbohong, itu mendapat dosa dan bisa masuk neraka. Fix saya terngiang
selalu perihal itu. Sampai saya ketika sekolah, pantang bagi saya ujian itu
mencontek. Artinya, berbohong kan kalau mencontek?
Terbawa lah itu
sampai kuliah. Sayangnya, standar otak saya di Fisika tidak mumpuni wkwk. Kau begitu?
Khawatirnya, saya seperti tokoh yang diceritakan banyak buku motivasi yang saya
baca, dari kalimat, Tekuni dan fokus pada
bidang yang kamu sukai. Jangan paksakan bidang yang bukan kamu sukai dan kamu
tidak mampu menjalaninya. Sebentar, kita lanjut ke tulisan
berikutnya-bersambung.



Di tunggu lanjutannya
BalasHapus