Langsung ke konten utama

JUJURNYA ORANG BODOH#1

Saya bodoh pada bidang saya. Lantas, apa saya harus berbohong?
Benar sekali landasan teori kebanyakan orang yang berkata bahwa Allah tidak menciptakan orang bodoh, yang membuat bodoh itu diri kita. Karena malas. Saya tarik dari KBBI, begini lah makna keduanya.

Bodoh ; tidak lekas mengerti, tidak mudah dapat
Malas : tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu, tidak suka; segan.

Ternyata memang keduanya saling berhubungan. Seperti kalimat, Kalau saya malas (tidak mau belajar), maka saya akan bodoh (tidak mudah mengerti). Tapi tak bisa disalahkan juga dengan kemampuan otak manusia. Yang bisa jadi-benar-benar bodoh. Susah sekali memahami sesuatu. Oke baik, saya tak ingin terlalu dalam membahas otak, karena itu bukan tujuannya.

Bisa jadi ini merupakan rangkaian dari isi buku Dilemahasiswa jilid 2, yang pasti selalu membahas tentang beragam dilema. Salah satunya dilema perihal kemampuan otak.

Berbasa-basi sedikit lagi boleh?
Ini hanya sedikit cara untuk kamu, agar tidak mudah melupakan momen. Yaitu dengan menulis dan mempublikasikannya. Suatu saat, kala kamu berulah menjadi lebih buruk, tulisanmu yang merupakan rangkaian pengalamanmu akan menegur dirimu sendiri. Tak percaya? Silakan coba, saya sudah sering menerapkannya.



Siapa di antara kalian (pembaca) yang terbiasa mengganggu teman pintar ketika ujian? Atau sibuk menyenggol teman yang jago melihat jawaban dari ponsel? Atau kau bagian orang yang ketika ujian berdiam diri, pasrah dan benar-benar santai?

Di buku Dilemahasiswa, terdapat judul Lembar Ujian : Kejujuran Atau Kebohongan, yang mana memang benar, bahwa kertas ujian hanya sebagai saksi bisu, kau sedang jujur atau sebaliknya.


Saya sendiri bagian di keduanya. Tapi lebih sering bagian jujur sih. Percaya? Semoga, ya. Sejak kecil saya diajarkan mama untuk menjadi orang jujur, bahkan saya pernah dicabei mulutnya karena ketauan berbohong. Kalau tak tau dicabei itu apa, dicabei itu mulutnya dikasih cabai. Pasti paham lah.

Nah karena sudah ketakutan kalau bohong, ditambah lagi guru agama selalu menakuti tentang akibat dari berbohong, itu mendapat dosa dan bisa masuk neraka. Fix saya terngiang selalu perihal itu. Sampai saya ketika sekolah, pantang bagi saya ujian itu mencontek. Artinya, berbohong kan kalau mencontek?

Terbawa lah itu sampai kuliah. Sayangnya, standar otak saya di Fisika tidak mumpuni wkwk. Kau begitu? Khawatirnya, saya seperti tokoh yang diceritakan banyak buku motivasi yang saya baca, dari kalimat, Tekuni dan fokus pada bidang yang kamu sukai. Jangan paksakan bidang yang bukan kamu sukai dan kamu tidak mampu menjalaninya. Sebentar, kita lanjut ke tulisan berikutnya-bersambung.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...