Langsung ke konten utama

Dulu Mintanya Banyak, Sekarang Mintanya Husnul Khatimah

"Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari Kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji."

(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 194)

Do'a-do'a yang kita lafazkan setiap hari ketika salat, semua doa baik. Dan ketika di momen tertentu, kita harus berdoa lagi. Selesai salat, antara azan dan ikamah, dan kapanpun, dimanapun. Apalagi, ada lagi dalam setahun, momen berulang tahun. 

Aku persilakan kamu minggir, untuk orang-orang yang mengharamkan membahas soal ini.

Dulu, ketika aku udah mulai mengenal bagaimana Allah itu Maha Pemurah, aku banyak meminta. Dan semua aku sampaikan di hari ulangtahun ku. Yang biasanya setiap berdoa enggak sekaligus, di ulangtahun aku menyampaikan semua keinginanku, baik itu yang minta kesehatan, umur panjang, nilai tinggi, tetap sebagai juara, bisa beli ini beli itu, pergi ke sana ke situ. 

Sekarang? 

Tiga tahun belakangan aku lupa minta apa, aku cuma ingat ada doa yang tetap sama tersampaikan: Husnul Khotimah. Tapi meminta itu saja aku merasa malu. Siapa pula aku, maunya Surga surga dan surga, tapi amalan belum seberapa. 

Allah, aku cuma mau Husnul Khotimah. 

Allah, beri aku duniamu, tapi ingatkan aku kalau aku sering menjauh dariMu, si pemilik dunia dan isinya. 

Allah, aku cuma mau Husnul Khotimah. 


Semoga kita, setiap hari kelahiran, bukan hanya tertawa bahagia karena bisa merayakan dengan orang tersayang, tapi juga punya waktu untuk menilai, bagaimana sudah kita di sisa waktu belakangan, bagaimana sudah kita mempersiapkan untuk kemungkinan kemungkinan yang akan tiba-tiba terjadi di depan mata, di usia yang baru bertambah. Allahuu a'lam bissawab. 


#tautannarablog6

#edisikaget

#day13




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...