Tentang orang yang suka dengan validasi, atau diakui di segala situasi, aku gak akan menyalahkan kalian, aku juga gak akan memberi hate komen ke kalian, karena pada dasarnya, itu kehidupan masing-masing orang dan cerita di balik itu, akupun tak tau. Tapi, serius, ini kutulis karena aku tau hal itu tak selamanya baik.
Aku pernah, merasa usahaku gak dihargai.
Aku pernah, merasa apa yang aku lakukan harus diakui banyak orang.
Aku juga pernah, merasa sangat butuh pengakuan dari beberapa orang tentang apa yang udah aku raih.
Tapi, suatu ketika aku juga langsung tersadar, hidup dengan berharap banyak dari pengakuan, itu melelahkan.
Kenapa melelahkan? Justru hal yang melelahkan itu tidak diakui ketika aku udah ngasih yang terbaik!!
Sebentar, coba ingat-ingat lagi. Seberapa sering kita menanti orang untuk mengakui bahwa kita itu bisa. Kita itu mampu melakukannya.
Seberapa sering kita kecewa, karena ternyata apa yang kita harapkan dari orang tersebut, malah tak kita dapatkan.
Seberapa sering kita sedih, karena hal-hal yang harusnya diakui, malah tak diakui sama sekali.
Pada akhirnya, kita bukan bersyukur lebih dulu karena kita bisa.
Aku Bukan Minta Validasi, Aku Cuma Mau Mereka Tau.
Lalu, setelah tau, mau apa? Cukup sampai di situ?
Kurasa iya, memang sih cukup sampai di situ, hanya ingin orang tau, tapi kalau kamu rupanya berharap orang-orang itu memberi kata-kata baik ke kamu, semangat positif, dan memberi pujian yang bikin kamu makin bersemangat. Gimana?
Kurasa juga iya, kamu berharap demikian, tapi sayangnya. Kita ga pernah tau kan, apa yang orang lain pikirkan tentang kita? Kamu gak akan tau, itu raut wajah apa. Mengartikan dia benar-benar mendukungmu, atau dia hanya memasang wajah itu cuma di depanmu.
Hanya karena, kamu ingin dia mengakui banyak hal tentangmu.
Sekali lagi, aku gak menyalahkan orang-orang demikian. Aku cuma mengingatkan, itu tak selamanya baik.
Jangan selalu merasa kamu tak bisa melanjutkan aktivitas tanpa validasi orang lain, coba aja dulu.
Aku benar-benar gak tau, apa yang udah kamu alami sejauh ini, aku juga ga tau, apa dampak yang kamu rasakan ketika mendapat validasi, dan ketika tidak dapat, tapi yang kutau apa apa yang berlebihan itu gak baik.
Disuatu tempat kita di lempar, sifat yang seperti ini entah jadi apa di lingkungan nantinya. Apalagi ketika kamu gak mau lagi melakukan hal itu, karena kamu gak dapat pengakuan yang menurut kamu berarti. Aku cuma ingatkan, kita benar-benar gak tau sifat manusia gimana. Selagi bisa apresiasi diri sendiri, apresiasi. Selagi bisa mengakui kebaikan diri sendiri, akui. Selagi bisa melihat kesalahan dan kelebihan diri sendiri, lihat, dan perbaiki.
Dan jangan lupa, ada yang benar-benar menyayangi kita. Sudah tervalidasi. Semangat!
“Kabarkanlah pada para hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih”. (Q.s. Al-Hijr: 49-50).
Komentar
Posting Komentar