Langsung ke konten utama

Cerita Masa Kecil#1 Jari Ayam dan Darah

Lucu juga fotonya ga di png gini

Iya antum benar. 
Aku lagi kesal-kesalnya sama usia. 
Jadi untuk menghilangkan bayang-bayang kalau dewasa itu tak seburuk itu, baiklah. Tulisan adalah solusi. 

Siapa bilang masih kecil lupa sama aktivitas yang dilalui dulu? 
Nah, aku ni adalah bukti, kalau masa kecilku bener-bener bahagia! Sekaligus penuh dosa! 

Aku sebenernya uda berkali-kali spil cerita ini ke orang yang bertanya. Apa masa kecilku yang paling sadis. Dan inilah ceritanya. 

Entah sejak usia berapa, aku suka dan kecanduan potong kuku kaki ayam. Sampek berdarah, karena ternyata kependekan motongnya. 

Aku cuma ingat momennya. Aku anak alam. Beda dengan kakakku yang anak rumah banget. Ya walau pun aku sebenernya lebih nyaman di rumah. Tapi, masa kecilku ya hidup menyatu dengan alam, hutan, jalan raya, tapi ini, mama ayah gak tau. Kalau tau? Wah habis!! 

Aku sering main ke belakang rumah, yang pastinya bentukan belakang rumah kek hutan. Semua pohon sawit. Aku duduk sok merenungi hidup, tapi iya ini bener, aku duduk di sumur tua itu. Yang sumur nya terbukak, sumur yang udah ada di situ kian waktu kami pindah ke rumah itu. 

Nah, ada ayam dah tu lewatkan. Yaudah, lu taukan apa yang kulakukan? 

Tangkap ayamnya! Dan potong kukunya.

Aku ingat kok, kadang aku nangis potong kuku ayam. Kadang juga ketawa. 

Aku juga ingat, kadang ingatanku motong kuku karena alasan "kata mama kuku gak boleh panjang-panjang". Kadang juga ingat terlintas di otak "Mampus". 

Terus, apa ini salah? 

Gak tau, mama juga gak ingat pasti momen ini. Mama tau gak ya, pisau dapur mama kadang nyatu dengan pisau yang ku pake untuk potong kuku ayam? 

Padahal, aku punya pisau sendiri, tau kan pisau yang biasa untuk dibuat rautan pencil? Kecil, tapi tajem, bisa dibuka dan di tutup, ha, itu favoritku. 

Tapi, aku lebih nyaman pakai pisau yang karatan. Biar potong kukunya kaya motong daging ayam itu, lama dan keras. 

Seandainya aku dulu berani mengaku, mungkin tak ada kecurigaan pertetanggaan. Wkwkwkwkw. 

Yaaa gitu.
Tetangga pada suka heran, kenapa bulu ekor ayam mereka bisa tiba tiba pendek, kenapa jalannya pada pincang, kenapa ada darah di kakinya. 

Hahahahaha. 

Mau marah buk? 
Maaf ya, itu dulu. 
_________________________________________
Day1 cerita masa kecil ternyata bikin suasana hati jadi lebih seru. Dan bikin pengin balik ke masa itu untuk minta maaf ke almarhum almarhum ayam. 

Kalau kamu, cerita masa kecilnya gimana? 






















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...