Langsung ke konten utama

KUKIRA TAHUN INI SAHUR BARENG SUAMI, TERNYATA MASIH SENDIRI

 

Berharap tulisan ini tentang seorang wanita yang sejak Ramadan ke Ramadan selalu mengkhayalkan pernikahan? Tydak.

Mari kita ambil sisi yang lain.

Berangkat dari basa-basi yang sangat basi dari orang-orang, dari keluarga, dari teman-teman yang say helo aja gengsi, ketika bertemu di Buka Bersama, pertanyaan atau pernyataannya tentang,

Loh masih sendiri?
Udah berapa anak sekarang?
Sibuk ngurus suami aja atau sambil kerja?
Suamimu kok gak ikut?

Akhirnya terciptalah tulisan ini. Terima kasih, loh.

Masih puasa pertama, agaknya belum terlambat kalau tulisan ini dilayangkan. Dengan tujuan agar basa-basi tidak selalu membosankan dengan menanyakan hal itu.

Bagi beberapa orang, hal demikian itu tidak perlu dibawa ke hati. Orang bertanya juga adalah suatu kewajaran. Sangat disayangkan, walau yaaaa pertanyaannya bahkan basa-basi yang nyelekit. Gak banget, beb.

Tapi ada juga beberapa orang yang mungkin mood nya lagi ga baik, atau selama ini memang dia mau NIKAH, TAPI BELUM ADA JODOHNYA. Ya kita ga tau ya say. Yang harusnya kita tau, adalah menempatkan pertanyaan itu.

Aku juga uda pernah bahas di sini, tentang wajar sih kita kesel sama orang yang kepo, tapi gak wajar juga kita kesel yang berkelanjutan. 

Nah oke, pas bukber nanti, atau bagi pak ibuk sodara yang terhormat, kalau kita lagi salim saliman entar, tanyainnya yang wajar-wajar aja. Atau to the point deh, "Mau pakde kenalin sama anak Wak Yono?" Kan, cakep.

Ramadan tahun ini masih sendiri, yaudah mau gimana lagi. Gak usah maksain. Wong solat ae isek di akher waktu ae kok atek njalok njalok jodoh seng apik apik, seng mudeng agama. OPO.

Btw untuk kamu yang dari dulu udah kode-kode di story WA, story ig, feed instagram, walau cuma iseng bilang Ramadan Tahun Depan InsyaAllah Udah Bareng Kamu, yaaa semoga di aamiin kan la yaa. Dikabulin, aamiin.

Udah lah ya. Gak boleh nulis kekgini panjang-panjang kali, nanti julidnya keterusan. Kaya kamu deh, jadinya. Ups.

Semangat puasa, mylof. Ramadan belum bareng istri, atau suami, yaudah, sabar. Sini aku kenalin sama temenku. Temenku jomblo semua. Barangkali cocok, Alhamdulillah julidnya ga sia-sia.


#tautannarablog

#1bulan1novelet

#blog1

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...