Semoga kesel yang dimaksud enggak menimbulkan benci atau dendam, ya.
Ada manusia yang belum menikah, dipertanyakan.
Ada pasangan yang menikah cepat, jadi pertanyaan.
Mahasiswa lama tamat, ditanyain aja.
Lanjut S2, ditanyain terus.
Kerja langsung, ditanya kok bisa.
Gak kerja-kerja, ditanya kenapa bisa.
Hamil cepat, dicurigai.
Hamil lambat, pun diragukan.
Banyak, banyak lagi contohnya.
Dan semua, pertanyaan-pertanyaan muncul paling ya orang-orang terdekat kita. Paling juga, yang nanya itu-itu aja.
Terus, mereka salah nanya?
Enggak, sih.
Aku juga pernah nulis tentang ini, tentang si penanya, sebenernya dia gak salah juga. Ya mungkin kalian baru ketemu, apa lagi yang mau dibahas selain nanya apa yang sewajarnya udah kita capai diusia itu.
"Udah wisuda kau kan?"
"Jadi, kerja di mana sekarang?"
"Btw kau udah nikah kan?"
Cuman, kita agak sensitif nih ceritanya kalau sering ditanya-tanya. Apalagi yang buat kita harus jawab "Karena...". Bener sih, pertanyaan kenapa, atau kapan itu suka bikin kita salah paham ke orang yang nanya.
Dia nanya baik-baik, kita jawabnya kesel.
Dia cuma mau tau, dan gak bakalan ada mau mencampuri urusan kita, kita malah jawab sambil marah-marah.
Dia niatnya mau bantu, kita uda terlanjur gak suka.
Haha. Tapi, aku gak menyalahkan itu juga kok.
Semua orang punya hak di setiap tindakannya. Mau kamu marah-marah pas ditanya, kesel, merajuk, pergi jauh, ya itu urusanmu lah. Bukan urusanku. Sama, gitu juga sebaliknya.
Cuma, yang mau aku bilang nih, dari sisi manusia kesel karena ditanyain terus,
"Dengan kalian kesel yang berlarut, bahkan sampek blacklist orangnya di kehidupan kalian, apakah kalian yakin akan seterusnya kaya begini setiap ditanyain orang?"
Aku orang yang juga sebenernya kesel ditanyain kapan, dan kenapa. Ada yang orangnya itu-itu aja, dan ada orang yang bahkan baru nyapa aku, menurutku membicarakan soal itu ya gak masalah (ini responku sekarang).
Nah, setiap ditanya, ya aku kesel. Saking seringnya ditanya, aku jadi suka menyamaratakan semua manusia, kalau mereka-mereka tu cuma kepo, bahkan biar ada aja bahan gosip.
Hahaha, jahat ya! Suudzonnya parah.
Terus aku mikir nih kan, kalau semua orang kusama ratakan, orang yang tadinya mau peduli samaku, jadi malah ga peduli. Asli, aku uda pernah sia-siain kebaikan orang karena terlalu numpuk suudzon! Wkwk
Dan pada intinya,
Boleh kita kesel ditanya, tapi jangan sampek kita jadi bawaannya emosi aja sama yang nanya.
Untuk manusia yang suka nanya kapan atau kenapa, aku tau kok, kamu baik. Bener-bener tulus bertanya.
Aku tau, kesalnya sama. Ketika melihat seorang teman yang ditanya bagus-bagus malah dikasarin.
Aku juga sering, loh nanya ke orang. Basa-basi, biar ada obrolan, atau karena peduli, udah pernah pasti.
Cuma yang ku harapkan, jangan bertanya terus-menerus ketika tau kalau 'dia' sedang mengusahakan.
Pada intinya gini, udah deh gak usah heboh nanya kalau kita cuma mau tau. Kepo nih aku mau nanya, jangan-jangan bener ya suka nanyain ini itu ke temen cuma biar ada bahan gosip?
Hidup berdampingan, hidup berdamai, hidup waras, hidup sehat, juga perlu didukung sama orang-orang disekitar.
Jangan sampek, kita membunuh mental seorang teman tanpa sadar.
First
BalasHapus