Langsung ke konten utama

PELAN-PELAN KITA JAWAB #1 : KENAPA KALAU DITANYA 'KENAPA' - 'KAPAN' SUKA KESEL?

 

Semoga kesel yang dimaksud enggak menimbulkan benci atau dendam, ya.

Ada manusia yang belum menikah, dipertanyakan.

Ada pasangan yang menikah cepat, jadi pertanyaan.

Mahasiswa lama tamat, ditanyain aja.

Lanjut S2, ditanyain terus.

Kerja langsung, ditanya kok bisa.

Gak kerja-kerja, ditanya kenapa bisa.

Hamil cepat, dicurigai.

Hamil lambat, pun diragukan.


Banyak, banyak lagi contohnya.

Dan semua, pertanyaan-pertanyaan muncul paling ya orang-orang terdekat kita. Paling juga, yang nanya itu-itu aja.

Terus, mereka salah nanya?

Enggak, sih.

Aku juga pernah nulis tentang ini, tentang si penanya, sebenernya dia gak salah juga. Ya mungkin kalian baru ketemu, apa lagi yang mau dibahas selain nanya apa yang sewajarnya udah kita capai diusia itu.

"Udah wisuda kau kan?"

"Jadi, kerja di mana sekarang?"

"Btw kau udah nikah kan?"

Cuman, kita agak sensitif nih ceritanya kalau sering ditanya-tanya. Apalagi yang buat kita harus jawab "Karena...". Bener sih, pertanyaan kenapa, atau kapan itu suka bikin kita salah paham ke orang yang nanya.

Dia nanya baik-baik, kita jawabnya kesel.

Dia cuma mau tau, dan gak bakalan ada mau mencampuri urusan kita, kita malah jawab sambil marah-marah.

Dia niatnya mau bantu, kita uda terlanjur gak suka.

Haha. Tapi, aku gak menyalahkan itu juga kok.

Semua orang punya hak di setiap tindakannya. Mau kamu marah-marah pas ditanya, kesel, merajuk, pergi jauh, ya itu urusanmu lah. Bukan urusanku. Sama, gitu juga sebaliknya. 

Cuma, yang mau aku bilang nih, dari sisi manusia kesel karena ditanyain terus,

"Dengan kalian kesel yang berlarut, bahkan sampek blacklist orangnya di kehidupan kalian, apakah kalian yakin akan seterusnya kaya begini setiap ditanyain orang?"

Aku orang yang juga sebenernya kesel ditanyain kapan, dan kenapa. Ada yang orangnya itu-itu aja, dan ada orang yang bahkan baru nyapa aku, menurutku membicarakan soal itu ya gak masalah (ini responku sekarang).

Nah, setiap ditanya, ya aku kesel. Saking seringnya ditanya, aku jadi suka menyamaratakan semua manusia, kalau mereka-mereka tu cuma kepo, bahkan biar ada aja bahan gosip.

Hahaha, jahat ya! Suudzonnya parah.

Terus aku mikir nih kan, kalau semua orang kusama ratakan, orang yang tadinya mau peduli samaku, jadi malah ga peduli. Asli, aku uda pernah sia-siain kebaikan orang karena terlalu numpuk suudzon! Wkwk

Dan pada intinya, 

Boleh kita kesel ditanya, tapi jangan sampek kita jadi bawaannya emosi aja sama yang nanya.

Untuk manusia yang suka nanya kapan atau kenapa, aku tau kok, kamu baik. Bener-bener tulus bertanya. 

Aku tau, kesalnya sama. Ketika melihat seorang teman yang ditanya bagus-bagus malah dikasarin.

Aku juga sering, loh nanya ke orang. Basa-basi, biar ada obrolan, atau karena peduli, udah pernah pasti.

Cuma yang ku harapkan, jangan bertanya terus-menerus ketika tau kalau 'dia' sedang mengusahakan. 

Pada intinya gini, udah deh gak usah heboh nanya kalau kita cuma mau tau. Kepo nih aku mau nanya, jangan-jangan bener ya suka nanyain ini itu ke temen cuma biar ada bahan gosip?

Hidup berdampingan, hidup berdamai, hidup waras, hidup sehat, juga perlu didukung sama orang-orang disekitar.


Jangan sampek, kita membunuh mental seorang teman tanpa sadar.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...