Langsung ke konten utama

7#CAPEK? SINI KUTEMENI (Perseteruan Banyak Kepala)

Hay kamu capek ya? Lagi butuh temen ya? Aku  bisa bantu kok apa yang kamu butuhkan. Kamu mau aku temeni 24 jam? Aku siap. Kamu mau lampiasin semua kesel kamu ke aku? Aku siap. Kamu mau eskrim? Aku otw nih. Kamu mau.......

Apa? Mau apa? Mau nyari yang kayak gitu?
Gak ada!
Gak usah ngarep!
Bullshit!!

Dan ketika sudah waktunya tiba.
Tu lah banyak drama. Suka kali mendam masalah. Kalau ada apa apa itu harusnya cerita. Jangan selalu ngerasa sendiri. Ujung-ujungnya jadi ginikan. Uda dewasa padahal. Terserah dia lah mau ngapain.

Eh enak aja cakap dia itu ya. Gak usah nyama-nyamain dia samaku. Gak usah langsung nyimpulin. Gak usah la buat apa-apa. Diem itu udah lebih baik.

Udahlah. Kau itu jangan ikut campur. Biarin dia mau gimana. Gak guna pedulimu itu ke dia. Sampah semua itu.

Lalu dirinya melalui dirinya, lewat cermin yang pernah retak dan digantungkan di dinding kamarnya.
Gak ada yang salah. Mereka gak salah. Mereka cuma peduli. Mereka sayang. Walau gak tau siapa yang benar-benar sayang. Tapi kau pun tak salah. Kau manusia berprinsip, walau kau yang akan sakit, akan kecewa, tapi kau tak salah. Kau punya Allah, kau masih tau aturan. Tapi, kau yakin kau memang tak salah sama sekali?

Karena pada dasarnya, kita gak bisa merubah seseorang seperti yang kita mau. Mereka juga gak mau hidup seperti manusia yang 'sendiri' . Mungkin mereka lagi pelan-pelan ngerubah nya. Biar hidupnya gak berantakan, iya bener, seperti harapanmu ke dia kemarin ketika ngasih semangat.

Udah, kalau kamu ga bisa sentuh hatinya dengan kata-katamu, sentuh hatinya dengan doamu. Sampaikan salam ke Allah lewat doamu, kalau kamu lagi butuh dia. Dan dia harusnya juga butuh kamu.

Dan ya, kamu capek? Sini aku temenin. Aku serius.

#tautannarablog
#ngeblog7

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...