Langsung ke konten utama

4# Harapan? Banyaklah!

Kupikir, aku orang paling rajin nulis tautan narablog ini. Rupanya enggak. Dan ini bukan sesuai ekspektasiku. Berharap dan mengira aku yang selalu pertama mengirim tautan, tapi rupanya enggak. 

Ya sama aja kaya harapan di 2022 ini. Banyak, berharap, berkeyakinan hal-hal baik menyertai, tapi gimana jadinya kalau semua gak sesuai kenyataan? 

Harapan, kalau mama tau aku menulis harapan di sini tanpa menuliskan mau wisuda, bisa gawat segawat-gawatnya. Jadi tanpa berlama. Aku maunya wisuda. Oke kudetailkan lagi harapan ini. 

Aku mau wisuda, di gelombang pertama tahun 2022 dan setelah selesai aku gak mau jadi manusia berpendidikan yang sia-sia. Gak mau jadi manusia yang uda punya gelar sarjana tapi terlalu membanggakan gelar, apalagi IPK (lagian gak ada yang dibanggain haha). 

Kerja? Mau banget. Kerja yang bikin mama bangga, sesuai jurusan atau enggak ya gak masalah sih ya. Namanya rezeki siapa yang tau. Dan pastinya halal. 

Singkat aja. Gak perlu dipanjangin. Semoga Allah kabulkan  doa dan harap kita. Jadi manusia gak melulu sibuk berharap, tapi juga dibarengi usaha. Urusan iya atau enggak, urusan Allah lah itu. 

Dan ya, jangan lupa. Detail kan lagi doanya kalau mau minta ke Allah. Sedetail kamu kalau minta uang ke orang tua. Untuk apa dan kapan dibutuhkan. 


#tautannarablog

#ngeblog4

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...