Langsung ke konten utama

3# AKU HADIRNYA, AKU DATANGNYA

Si pembuat tema tulisan, mungkin lupa ya kalau dia juga harus nulis. Dan tema minggu ini rasanya ia sendiri bahkan gak tau mau nulis apa tentang tema. 

2021 tahun terkomplit. Ada yang hilang, ada yang datang. Siapa pula mereka yang dikatakan spesial itu padahal sanggup pergi. Siapa pula mereka yang dikatakan pernah menjadi spesial itu juga tiba-tiba hadir lagi. Ya namanya juga hidup, gak cuma bumi aja yang berputar, perasaan manusia juga berubah. 

Gak cuma zaman aja yang berkembang dan maju, manusia juga. Dan semua, bisa berubah kapan aja.

Tapi setelah diingat sekalipun, sampai letih sekalipun, aku bahkan belum menyadari siapa yang pergi di tahun 2021. Dan siapa yang datang di tahun 2021. Yang kutau, cuma aku.

Aku pernah pergi meninggalkan aku, pas banget ketika mulai bisa merasakan tentang apa yang lagi dikeluhkan. Apa yang lagi pengin dibutuhkan. Apa yang lagi pengin diselesaikan. Aku pernah pergi meninggalkan aku, hilang arah tapi memaksa tetap sadar. Mulai selalu was-was padahal sedang berupaya biar tetep waras. Menerima semua penundaan, kedukaan, kekalahan, dan banyak. Aku pergi.

Aku datang mendatangi diriku sendiri. Memang Allah yang paling paham. Allah ngebantu diri ini. Datang, memaklumi, mencoba memahami diri sendiri yang sebenernya cuma butuh waktu untuk menyadari diri. Menyadari kapasitas diri. Menyadari kalau sebenarnya cuma butuh istirahat sebentar, bukan memaksa ini itu dan pergi ninggalin diri gitu aja. 


Ah aku ni sebenernya lagi cerita apa. Gak ada hal yang penting untuk diceritakan selain diri ini. Si manusia yang lagi butuh tenang. 


Dan ya, Terima kasih. 

#tautannarablog

#ngeblog3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...