Langsung ke konten utama

2#KABAR KOK DITANYA! PELAJARAN DARI IKLAN SHAMPOO KEANU

“Nape?! Mau skip? Yaudah sana capek gue!” 

“Haa! Beneran doyan lo ama gue?? Orang marah-marah masih ditungguin tau gak?”

"Emang gue doang ya. Kalau capek bawaannya pengen marah marah aja"

Ada prasangka orang langsung bilang kalau rambutnya yang capek. Dan butuh dicharge. 

Salah? Enggak. Dia gak cuma pasang prasangka, dia juga kasih solusi. 

But si dia langsung you know lah ya siapa, si Keanu bilang langsung, "Emangnya lo pikir gue belom sampoan? Tiap pagi gue sampoan,emang masih gini aja gue".

Gak salah sih, karena ada saran yang ternyata belum detail nih alasannya kenapa. Setelah dijelasin lagi, ternyata bener. Memang itu yang dia cari. Sampoan aja gak cukup! Oke wait. 


Kaitannya sama tema tulisan gimana?

Jadi gini, kita mulai dari diri sendiri..

Kita bebaskan diri kita mengekspresikan emosi kita sendiri. Dan harusnya kita juga bisa membebaskan orang lain mengekspresikan apa yang dia rasakan. 

Why?? Gak semua harus sama kaya kamu. Oke ya. Kamu capeknya diem, yaudah. Gak perlu kamu judge mereka yang capeknya itu nangis. Sesekali bolehlah ya agak dinasihati, tapi harus paham dulu cara menasihati tanpa menasihati. Soal perasaan orang ni bos! 


Terus gimana? Terus kenapa? 

Gak papa juga, kamu ada prasangka tentang kabar seseorang. Gak papa. Itu hak kamu juga. Tapi, gak seharusnya kita selalu berprasangka ke semua orang. 

"Kenapa si mukanya menyedihkan gitu? Lagi gak sehat ya? Ada banyak masalah ya?"

Its ok kamu orang yang peka banget, tapi udah ah stop menyamaratakan penilaian ke semua orang lah. 

Apalagi langsung nyelonong ngasih solusi ke dia. Gak banget! 

"Pasti kau sedih ya bukumu hilang ditangan Husen? Yauda menurutku ancam aja dia. Buku dia kan samamu. Gak usah jadi kembaliin besok kalau belum dibelikan yang baru"

Haha.


Emm Oke, dan yaa nanya kabar itu salah gak sih? 

Gak! Gak salah. Nanya kabar aja gak masalah toh? Tapi agaknya kalau terlalu berlebihan mengganggu juga sih! 

Sampailah pada titik ini, titik dimana kukembalikan tulisan pada tema utama. Tentang bagaimana kabarku di 2021 kemarin. Haha. 

Kaitan iklan Keanu denganku sebenernya gak jauh beda. Bedanya dia capek marah-marah dalam iklan, aku kalau capek ya diam. Tenggelam gitu aja haha. Tapi mudah mengekspresikan nya. 

Soal kabar, fisik mental. Udah jelas-jelaslah ya yang dibilang Keanu dalam iklan. Capek! Capek tak terdefinisi. Udah gak usah repot nyari masalahnya. Intinya judul besarnya ya capek.

Ini orang bikin tema tulisan tapi dia sendiri aja gak suka ditanyai kabar! 

Intinya capek. Kabarnya itu capek. Mau apalagi yang dibahas?

2021 kan? Ngaku deh beneran ngaku. Aku capek! Puas lo? Wkwk. 

Makasi banget manusia yang selalu nanyain kabar walau itu cuma basa-basi. Yang selalu nyemangati aku walau itu cuma kata penutup. Yang selalu ngasih wejangan ini itu padahal isinya membandingkan hidup kalian dengan hidupku. Wkwk. 

Makasi banget. Kalian menyelamatkanku.


Aku pernah menuliskan di kertas, tentang 23 tahun aku hidup, hal apa yang masih bikin aku sedih. Adalah aku belum sanggup bilang kalau aku capek. Salah? Menurutku enggak! Karena kalau ngaku capek dianggap LEMAH WKWKWK. 

Gaes, hal-hal begini harusnya jadi bentuk kepedulian kita sama kondisi orang. Ada orang ngomong capek gimana respon kita? Udah deh ya cukup. Kalau dia lemah, kamu lebih lemah sih karena terlalu lemah menjaga omongan.


Udahlah ya. Haha makasi banget lofff.


#tautannarablog

#ngeblog2


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...