"Mana cukup uang segini untuk sebulan"
"Ya Allah, bisa kali ya aku dapat cobaan kaya begini"
"Kok bisa sih aku belum wisuda juga bulan ini"
"Kapan lah ini naik jabatan"
"Capek banget kerja terus pagi ke malem demi cuan"
Dan, gak ada habisnya. Terus dan terus, kita ini kenapa sih selalu memaklumi diri dengan kalimat, "Ya namanya manusia, gak ada bersyukurnya".
Terus dan terus, kita tenangkan diri sendiri dengan, "Bukan salahmu loh. Bukan".
Banyak manusia sering heran sama hidupnya, bahkan aku sering dibuat heran. Sebenernya alasan capek ngejalani ini itu di dunia yang cuma sebentar ini gak jauh-jauh. Ya apalagi kalau bukan gak ada rasa syukurnya.
Padahal, Allah ingetin nih kan di Surah Al-Furqan : 62 "Dan dia pula yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang mengambil pelajaran atau orang yang bersyukur"
Tapi kok bisa-bisanya aku si manusia banyak ngeluhnya ini selalu protes ini itu. Seakan "Eh kau ya Isma, kau itu gak salah." Pantes, jarang ngerasa syukur.
2021, tahun tergokil sih. Dan harusnya banyak yang kusyukuri. Kesehatan, keamanan, ketentraman, masih enak ngunyah, nikmat minum, bisa ngomong sama orang, dann banyak lagi.
Tapi kok ya bisa gitu ya masih aja doa pertama yang diminta itu bukan tentang itu semua. Melainkan kepuasan diri, misal Pengin wisuda ya Allah, pengin duit ya Allah, pengin masuk surga ya Allah.
Terima kasihnya? Kalau ingat aja. Innalillahi!!
Untuk 2021 nya, terima kasih. Kamu Isma, sudah cukup banyak nikmat yang Allah kasih. Mulai dari titik terang taman baca aktif lagi, nambah komunitas lagi, lolos Pelatnas FIM yang udah dia kali gagal dicoba, nyelesaikan naskah walau belum terbit, bikin program tautan narablog dua kali di tahun itu, masih ngasih kesempatan ke dirinya sendiri untuk lebih produktif!
Well, nikmat semacam apa yang gak patut disyukuri. Walau yaaa-why nya diri kita ini gak pernah merasa puas sebenernya bukan karena maklum namanya manusia, tapi kurang mensyukuri dan peka sama nikmat-nikmat sederhana yang ada di sekeliling.
Aku pernah capek banget sama beberapa bulan belakangan di 2021, betapa gak ikhlasnya aku yang belum wisuda juga. Terus fokus ke masalah yang itu-itu aja. Serius, itu gak mengubah apapun! Yang ada ngerubah kondisi mental yang tadinya biasa aja jadi berlebihan menanggapi hal yang berkaitan dengan itu.
Harusnya, udah sejak lama aku yang nyambi ngejalani ini, sambil bersyukur. Tanpa kesel-kesel gak jelas, takutnya jadi benci sama orang-orang.
So, tarik ke diri sendiri. Apasih ruginya bersyukur?
Ngeluh boleh, menilai Tuhan gak adil jangan.
Salam syukur.
#tautannarablog
#blog1
Komentar
Posting Komentar