Langsung ke konten utama

PELAJARAN DARI UPIL

Saya tuliskan ini karena terpaksa. Karena hukuman yang saya buat sendiri. Dan ya ini juga udah pernah di share di instagram saya, mendapat banyak komentar dari DM karena gak percaya, minta diceritain ulang, atau bahkan minta dibukuin, bdh!

Oke kita mulai.

Malam itu saya masih di ruang organisasi (sekret), pukul 10 malam. Saya pun pulang diantar seorang teman, karena teman saya potong jalan, dan dia pikir akan melewati kos saya, akhirnya dia tanya lagi, memang lewat ini gak.

Saya pun bilang enggak, keburu dia marah-marah, saya minta turunin di depan indomaret. Yaudah ngeliat kesetiaan kawannya, rupanya dia beneran ninggalin saya.

Saya sibuk menelpon teman saya lagi untuk menjemput saya. Saya gak berani tu naik grab karena uda jam segitu.

Jadi, pas lagi nunggu di depan indomaret (sepi banget btw). Ada dua abang-abang datang. Naik kereta mereka datangi saya.

A: Abang-Abang

I: Isma

Begini,

A: sendiri aja dek?

I: (cuma ngangguk, tetap main hp dan makan jajan)

A: kuliah mana dek?

I: UIN

A: (mereka nanyain terus, saya lupa dialognya).

I: mau? (Ini yang saya ingat setelahnya, mereka saya sodorin sari roti sambil nawarin. Mereka cuma menggeleng).

A: (nanya terus tah nanya apa)

I: (saya ngupil. Karena gatel banget dari tadi nunggu mereka ga pergi-pergi).

Belum lama, mereka ninggalin saya sendiri. Sial banget. Padahal baru mau jawab pertanyaan mereka.


Tau pelajaran saya ketika itu dan masih saya ingat sampai sekarang?

1. Jangan keluyuran malem sendiri

2. Gunakan upil untuk melindungi diri

3. Jangan mau duduk sendiri 


Dan setelah agak lama, teman saya datang menjemput. 


Tamat.

#hukumankawalan #tautannarablogmei #ngeblog14hari




Komentar

  1. kaget abang itu. untng ga diterimanya tadi. entahnya udah asin duluan cokelat di sari rotinya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...