Langsung ke konten utama

LALU

Paling suka memang mengulik masa lalu. Bukan suka sebenarnya, cuma takdir aja dapat paket tentang masa sekolah. Dan ya, ini waktunya.

Pindah sekolah itu memang menggelikan, bukan cuma harus beradaptasi lagi sama lingkungan baru, tapi ya harus bener-bener cari temen yang masuk di akal, (baik, dan gak nusuk).

Satunya namanya Ellen, dia sering ngobrol gak penting gitu. Itu kejadian waktu meja uda dipindah ke depannya. Dan ya nyambung aja. Keliatan lah sifat asli saya yang malu-malu itu, mulai sering ngobrol, ketawa, dan cerita gak penting, keramahan bahkan.

Satunya Awal, cewek yang ngaku sexy ini juga lebih dulu dekat daripada Ellen, sering datang ke meja saya (pas masih duduk di belakang), sering tiba-tiba ngajak selfi bareng. Sering tiba-tiba ngerangkul, sampek saya tu mikirnya Apasih ni orang makin lama makin gak jelas.

Dan saya yang ngerasa risih, kok malah jadi makin dekat sama saya. Kalau pulang sekolah, dia sering nungguin saya dijemput mama. Dan karena Ellen dekat sama saya, Awal dekat sama saya. Its ok kenapa gak disatuin aja.

Ya bener, kami bersatu, membentuk sebuah geng namanya idiot (sumpah bukan saya yang ngasih nama). Satu lagi namanya July, usia di geng cuma sebentar, yang bertahan betiga ini, Isma, Ellen, Awal.

Sekolah gak pernah bosen karena ada dua manusia ini. Manusia yang pas di masa-masa sulit saya selalu ada. Gila aja sering gitu traktir nasi goreng, miso, minuman, dan yah toke buah, Ellen, selalu siapin buah untuk kami dua kalau datang ke rumahnya.

Makin hari, bukan makin renggang tapi makin erat. Erat banget, berantem Alhamdulillah gak pernah sampek berbulan-bulan. Tapi ya tetep aja pernah berantem. Belum zaman whatsapp, masih zaman facebook, tiga manusia ini memutuskan buat akun, namanya MaWaLen (Isma Awal Ellen) sumpah alay sih.

Udah masuk kuliah, udah ada whatsapp dong, its ok kami punya grupnya. Akur, tetep rame di grup. Satu persatu mulai sibuk, yaudah gak papa. Semua orang punya masanya toh.

Intinya sih, tulisan ini spesial untuk dua sahabat saya yang sekarang sama-sama udah asing. Kalau ditanya apa aja yang uda dilewati ya banyak banget, seidiot-idiotnya manusia ini, juga punya rasa sedih, kita pernah kok nangis bareng di teras rumah Ellen wkwk. 

Di sekolah, gosip, diskusi, ngerjain PR, apa-apa dilakukan sama-sama. Walau uda jauh sekarang tetep mau usahakan untuk datang ke rumah saya, kalian terbaik kemarin, sekarang, dan seterusnya. 

Jadi kalau ditanya siapa yang lagi dirindukan di masa sekolah, jawabannya adalah mereka. Dua manusia yang saya sayangi. Dan harap saya tetap sama, kita ketemu di surga, tanpa dendam yang tersisa di dunia.


#hukumankawalan #tautannarablogmei #ngeblog14hari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...